PENGARUH PENGGUNAAN NATRIUM DIKLOFENAK PADA PROFIL GLUKOSA DARAH TIKUS DIABETES MELLITUS

MAHARDHILA NOVIAR ZAMZAMAH, 051111150 (2015) PENGARUH PENGGUNAAN NATRIUM DIKLOFENAK PADA PROFIL GLUKOSA DARAH TIKUS DIABETES MELLITUS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2016-zamzamahma-40614-6.ringk-n.pdf

Download (206kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2016-zamzamahma-40614-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik kronik yang ditandai dengan hiperglikemia dan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak dan protein akibat defisensi insulin atau resistensi insulin dan dapat mengakibatkan komplikasi mikrovaskular atau makrovaskular. DM terdiri atas tipe 1 (penurunan produksi insulin) dan tipe 2 (penurunan seksresi insulin dan resistensi reseptor insulin). Oral Antidiabetic Drug (OAD) yang paling banyak digunakan adalah Glibenklamid yaitu golongan sulfonilurea generasi kedua. Obat ini sering digunakan karena efektif dapat menurunkan glukosa darah pada 85-90% pasien diabetes mellitus tipe 2. Pada kondisi DM sering disertai dengan komplikasi dan penyakit penyerta, seperti neuropati dan Osteo arthritis (OA). Kondisi tersebut membutuhkan terapi obat antiinflamasi untuk menghilangkan nyeri. Natrium diklofenak merupakan salah satu antiinflamasi (NSAID) yang sering digunakan pada pasien dengan kondisi tersebut. Berdasarkan studi pustaka dan penelitian terdahulu diketahui adanya interaksi farmakokinetika pada penggunan glibenklamid dan natrium diklofenak. Interaksi terjadi pada fase distribusi dan metabolisme yang menyebabkan peningkatan kadar glibenklamid bebas dalam plasma darah sehingga meningkatkan resiko hipoglikemia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan natrium diklofenak pada profil glukosa darah tikus diabetes mellitus. Tikus diinduksi DM dengan streptozotocin secara intraperitonial. Tiap tikus mendapat 4 macam perlakuan dengan selang waktu 7 hari untuk pembersihan obat (washout period). Tikus dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu kelompok glibenklamid tungal 0,45mg/KgBB, glibenklamid 0,45mg/KgBB dan natrium diklofenak 4,5mg/KgBB secara bersamaan, glibenklamid 0,45mg/KgBB dan natrium diklofenak 4,5 mg/KgBB dengan interval penggunaan 0,5 jam dan glibenklamid 0,45mg/KgBB dan natrium diklofenak 4,5 mg/KgBB dengan interval penggunaan 1 jam. Analisis statistik dengan paired t test (α 0,05) menunjukkan adanya natrium diklofenak tidak memberikan pengaruh pada penurunan glukosa darah secara bermakna baik pada penggunaan bersamaan, interval 0,5 jam maupun interval 1 jam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FF FK 50 / 15 Zam p
Uncontrolled Keywords: DIABETES MELLITUS
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM300-666 Drugs and their actions
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Klinis
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MAHARDHILA NOVIAR ZAMZAMAH, 051111150UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDra. Toetik Aryani,, Dra., M.Si., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 12 Mar 2016 12:00
Last Modified: 04 Aug 2016 02:02
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8933
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item