ANALISIS HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA NELAYAN KUB PONDOK LAYAR KELURAHAN KAMPUNG MANDAR KABUPATEN BANYUWANGI

SITI MUFAIDAH, 101511535017 (2019) ANALISIS HUBUNGAN SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA NELAYAN KUB PONDOK LAYAR KELURAHAN KAMPUNG MANDAR KABUPATEN BANYUWANGI. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
PSDKU.FKM.24-19 Muf a abstrak.pdf

Download (38kB)
[img] Text
PSDKU.FKM.24-19 Muf a daftar isi.pdf

Download (39kB)
[img] Text
PSDKU.FKM.24-19 Muf a daftar pustaka.pdf

Download (80kB)
[img] Text (FULLTEXT)
PSDKU.FKM.24-19 Muf a.pdf
Restricted to Registered users only until 17 October 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Nelayan adalah pekerjaan berisiko tinggi terhadap keluhan musculoskeletal disorder. Nelayan memiliki sikap kerja yang membungkuk, merentang berlebihan, beban yang berat, berulang dan dilakukan dalam waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sikap kerja dengan keluhan MSDs pada nelayan KUB Pondok Layar, Kelurahan Kampung Mandar, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota nelayan KUB Pondok Layar sejumlah 90 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah 50 nelayan. Sikap kerja dianalisis dengan menggunakan metode Rapid Entery Body Assesment (REBA), sedangkan keluhan Musculoskeletal disorder dilihat menggunakan instrumen kuisioner. Hubungan antar variabel dilihat berdasarkan nilai koefisien korelasi dengan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas nelayan memiliki tingkat risiko ergonomi sangat tinggi yaitu sebesar 34%. Angka kejadian MSDs selama sebulan terakhir pada responden sebesar 88%. Bagian tubuh yang paling banyak dikeluhkan sakit adalah punggung bawah (90,9%). Mayoritas tingkat keparahan MSDs pada responden ada pada kategori berat yaitu sebesar 40,9%. Hubungan antara sikap kerja dan keluhan MSDs adalah cukup kuat (koefisien korelasi=0,331). Faktor lainnya yaitu usia, IMT, dan masa kerja yang dianalisis memberikan nilai koefisien korelasi secara berurutan yaitu 0,293; 0,465; dan 0,297. Kesimpulannya, meskipun hasil uji menunjukkan hubungan yang tidak terlalu kuat antara sikap kerja dan keluhan MSDs, namun presentasenya menunjukkan kecenderungan meningkat. Faktor lainnya yang memberikan korelasi paling kuat adalah IMT. Oleh karena itu disarankan nelayan untuk secara rutin mengontrol berat badannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK PSDKU.FKM.24-19 Muf a
Uncontrolled Keywords: nelayan, sikap kerja, musculoskeletal disorder (MSDs).
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine
Divisions: 16. PSDKU Banyuwangi > Kesehatan Masyarakat
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SITI MUFAIDAH, 101511535017UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSHO`IM HIDAYAT, NIDN: '0027115406UNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 17 Oct 2019 07:08
Last Modified: 17 Oct 2019 07:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/89333
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item