EFEK MINUMAN BERENERGI TERHADAP FUNGSI GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL DIABETES MELITUS

ANANTO ADI WICAKSONO, 051111053 (2015) EFEK MINUMAN BERENERGI TERHADAP FUNGSI GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) MODEL DIABETES MELITUS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2016-wicaksonoa-40617-6.ringk-n.pdf

Download (240kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2016-wicaksonoa-40617-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Minuman berenergi (energy drink) adalah suplemen makanan yang terdiri dari komponen multivitamin, makronutrien (karbohidrat dan protein), taurin dengan atau tanpa kafein. Indikasinya adalah untuk menambah tenaga, kesegaran, stimulasi metabolisme, memelihara kesehatan dan stamina tubuh. Konsumsi secara berlebihan dari minuman berenergi diduga sebagai faktor risiko dari gagal ginjal kronis. Gagal ginjal kronis didefinisikan sebagai kehilangan fungsi secara progesif selama beberapa bulan sampai dengan tahun, dan ditandai dengan adanya pergantian bertahap struktur normal ginjal dengan fibrosis interstitial. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek minuman berenergi terhadap fungsi ginjal tikus putih (Rattus norvegicus) model diabetes melitus. Dimana diabetes melitus diketahui sebagai salah satu faktor risiko dari gagal ginjal kronis yang diawali dengan istilah nefropati diabetik. Tikus putih jantan galur Wistar diinduksi diabetes melitus dengan injeksi aloksan secara intraperitoneal dosis 150mg/kg BB. Setelah 72 jam, kadar glukosa darah acak (GDA) diukur dan tikus dengan kadar GDA lebih dari 200 mg/dl dipilih untuk diberikan perlakuan. Hewan coba dibagi secara acak kedalam empat kelompok (kelompok K, ED1, ED2, dan ED3) masing-masing sebanyak 8 ekor. Kelompok K adalah kelompok kontrol yang ditreatment air. Kelompok ED1, ED2, dan ED3 adalah kelompok perlakuan yang masing-masing ditreatment minuman berenergi berkode EDK, EDH, dan EDE dengan dosis 2,572 mg/kg BB. Semua treatment tersebut diberikan dua kali pada pagi dan sore di hari yang sama. Evaluasi fungsi ginjal dilakukan dengan menggunakan parameter kreatinin urin, hematologi (BUN, kreatinin serum dan elektrolit), dan histopatologi ginjal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minuman berenergi berpengaruh pada kreatinin urin, BUN, kreatinin serum, natrium, kalium, dan histopatologi ginjal. Pada parameter kreatinin urin terdapat signifikansi (p<0,05) antara kelompok kontrol dengan kelompok ED2 dan ED3. Kreatinin urin turun secara bermakna pada kelompok ED2 dan ED3 terhadap kelompok kontrol. Nilai BUN kelompok perlakuan mengalami peningkatan secara bermakna (p<0,0001) dibanding kontrol. Sedangkan kreatinin serum, pada kelompok perlakuan mengalami penurunan secara bermakna (p=0,037) dibanding kelompok kontrol. Untuk pemeriksaan elektrolit serum, perbedaan bermakna pada natrium (p=0,0216) dan kalium (p=0,0004) terjadi antara kelompok kontrol dengan kelompok ED2. Pada pengamatan histopatologi jaringan ginjal terdapat perbedaan nilai kerusakan yang signifikan (p<0,05) antara kelompok kontrol dengan kelompok ED3. Dari serangkaian tahap penelitian dan analisis data dapat disimpulkan bahwa minuman berenergi memberikan efek kerusakan pada fungsi ginjal tikus putih model diabetes melitus secara signifikan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKC KK FF FK 55 / 15 Wic e
Uncontrolled Keywords: DIABETES MELLITUS
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Klinis
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ANANTO ADI WICAKSONO, 051111053UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorMahardian Rahmadi, SSi., M.Sc., PhD., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 12 Mar 2016 12:00
Last Modified: 04 Aug 2016 06:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/8936
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item