AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DARI DAERAH BERBEDA TERHADAP Bacillus subtilis DAN Pseudomonas aeruginosa

FIRASTI AGUNG NUGRAHENING SUMADI, 050810002 (2013) AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DARI DAERAH BERBEDA TERHADAP Bacillus subtilis DAN Pseudomonas aeruginosa. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
download.php_id=gdlhub-gdl-s1-2013-sumadifira-23304&no=5

Download (1kB)
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-sumadifira-23304-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kunyit (Curcuma domestica Vahl.) telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk pengobatan diantaranya berfungsi sebagai antibakteri (Chin Hung et al., 2008 ; Cikrikci et al., 2008). Beberapa masalah dihadapi dalam budidaya tanaman pengahasil obat dan atsiri pada umumnya adalah merupakan tanaman musiman atau tahunan sehingga membutuhkan waktu cukup lama untuk mendapatkan hasil juga sempitnya ketersediaan lahan pertanian. Oleh karena itu salah satu prioritas penelitian untuk pengembangan bahan baku obat tradisional adalah untuk mendapatkan varietas unggul dan teknik budidaya yang baik untuk meningkatkan produksi dan bahan aktif. (Pribadi, E. R., 2009) Kandungan dan komposisi senyawa aktif pada tanaman yang merupakan hasil metabolisme sekunder dari tanaman sangat bergantung pada interaksi antara sifat genetik yang ada pada tanaman dan kondisi agrobiofisik yang menjadi lingkungan tempat tanaman tersebut tumbuh. Kandungan dan komposisi senyawa aktif inilah yang nanti dianggap berperan dalam menentukan aktivitas dari ekstrak tersebut. Namun penetapan ini mengandung kelemahan karena tidak menghubungkan efek dengan senyawa yang bertanggung jawab secara langsung. Dari uraian di atas perlu dilakukan suatu uji aktivitas antibakteri oleh rimpang kunyit yang ditanam pada daerah yang berbeda-beda ( Lembang, Bogor, dan Sukabumi) untuk mengetahui pengaruh perbedaan tempat tumbuh kunyit terhadap aktivitas antibakterinya. Hal ini terkait dengan perbedaan tempat tumbuh tanaman dapat berpengaruh terhadap jumlah metabolit tanaman yang mungkin berperan dalam memberikan efek terapetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol 96% rimpang Curcuma domestica yang ditanam di berbagai tempat terhadap biakan bakteri Bacillus subtilis serta Pseudomonas aeruginosa secara in vitro berupa Konsesntrasi Hambat Minimum dari masing-masing ekstrak. Selain itu juga untuk mengetahui apakah ada perbedaan aktivitas antibakteri tanaman kunyit yang ditanam di Lembang, Bogor, dan Sukabumi terhadap Bacillus subtilis serta Pseudomonas aeruginosa dengan menggunakan analisis stastistik. Pengerjaan uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Dalam uji penentuan KHM ini dibuat beberapa sumuran pada media agar untuk penentuan KHM antibakteri. Lubang diisi kontrol positif (ciprofloksasin 1 ppm), kontrol pelarut yakni etanol 96%, sedangkan lubang lainnya diisi ekstrak rimpang Curcumadomestica dengan konsentrasi yang berbeda. Sedangkan pada uji perbedaan aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% rimpang kunyit dari daerah berbeda diambil 5 konsentrasi di atas KHM lalu dibuat 17 lubang pada plate agar dimana 15 lubang berisi masing-masing 5 konsentrasi dari 3 daerah tempat tumbuh tanaman kunyit, sedangkan 2 lubang yang lain diisi dengan kontrol positif dan kontrol negatif. Aktivitas antibakteri dilihat dengan mengamati terbentuknya zona hambat bening di sekitar lubang pencadang setelah inkubasi. KHM ditentukan dengan melihat konsentrasi paling kecil yang dianggap memberikan hambatan terkecil. Sedangkan untuk uji perbedaan aktivitas antibakteri terhadap perbedaan tempat tumbuh kunyit data hasil percobaan (diameter zona hambat) dianalisis dengan uji anova dua arah yang diolah dengan software SPSS 17. Hipotesis yang diajukan adalah dimana Ho menyatakan tidak ada perbedaan aktivitas antibakteri secara bermakna, sedangkan Ha menyatakan ada perbedaan aktivitas antibakteri secara bermakna, minimal satu pasang. Untuk menilai hipotesis stastistik, terlebih dahulu ditentukan harga p hitung yang akan dibandingkan dengan harga tinkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Bila harga p hitung < harga α = 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Untuk mengetahui kelompok mana saja yang berbeda makna, dilakukan uji Post Hoc dengan Least Significant Different (LSD). Hasil penelitian menunjukkan KHM ekstrak tanaman kunyit untuk daerah Lembang pada bakteri B.subtilis adalah 550 μg/ml, sedangkan dari Bogor adalah 450 μg/ml dan Sukabumi adalah 500 μg/ml. Sedangkan Konsentrasi Hambat Minimum ekstrak etanol 96% rimpang kunyit dari Lembang terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa.adalah 550 μg/ml, sedangkan dari Sukabumi dan Bogor memiliki KHM berturut-turut adalah 450 μg/ml dan 400 μg/ml.H Hasil analisis SPSS menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada aktivitas aktibakteri ekstrak etanol rimpang kunyit daerah yang berbeda pada bakteri Bacillus subtili pada bakteri Pseudomonas aeruginosa.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.FT.01/13 Sum a
Uncontrolled Keywords: MIC; ANTIBACTERIAL ACTIVITY
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
FIRASTI AGUNG NUGRAHENING SUMADI, 050810002UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAbdul Rahman, Drs., Apt., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 11 Mar 2013 12:00
Last Modified: 25 Jul 2016 09:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9162
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item