AKTIVITAS ANTIMIKROBA FRAKSI DARI EKSTRAK ETIL ASETAT JAMUR ENDOFIT AgOt Z2321 DPU-B1 DARI Aglaia odorata Lour.

SIENY NATALIA, 050810218 (2013) AKTIVITAS ANTIMIKROBA FRAKSI DARI EKSTRAK ETIL ASETAT JAMUR ENDOFIT AgOt Z2321 DPU-B1 DARI Aglaia odorata Lour. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRACT)
download.php_id=gdlhub-gdl-s1-2013-nataliasie-23308&no=6

Download (1kB)
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-nataliasie-23308-1.FULLTEXT-min.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sebanyak 80% dari jamur endofit menghasilkan metabolit yang aktif secara invitro sebagai antibakteri, fungisidal, dan herbisidal (Schulz, 2006). Hal ini menunjukan peluang yang besar untuk menemukan senyawa antimikroba dari jamur endofit. Tanaman yang berasal dari daerah tropis dan tanaman dengan kaitan etnobotani diduga mengandung jamur endofit dengan metabolit yang aktif sebagai antimikroba (Strobel dan Daisy, 2003). Aglaia odorata Lour. merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di Indonesia dan sudah sejak lama digunakan untuk pengobatan secara tradisional. Besar kemungkinan jamur endofit yang diisolasi dari Aglaia odorata Lour. menghasilkan metabolit-metabolit yang memiliki aktivitas antimikroba.Pemisahan jamur endofit dari Aglaia odorata Lour. yang diperoleh dari Kebun Raya Purwodadi telah dilakukan dan menghasilkan 135 jenis jamur endofit (Sugijanto, 2003). Penelitian pendahuluan secara sumuran menunjukan ekstrak etil asetat dari AgOt Z2321 DPU-B1 memberikan aktivitas positif terhadap Staphylococcus aureus ATCC 6538, Escherichia coli ATCC 8739, Candida albicans ATCC 10231. Selanjutnya, ekstrak diuji menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi 1 mg/cakram. Hasilnya ekstrak menunjukan aktivitas positif terhadap Staphylococcus aureus ATCC 6538, Escherichia coli ATCC 8739, dan negatif terhadap Candida albicans ATCC 10231. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antimikroba fraksi-fraksi dari ekstrak etil asetat jamur endofit AgOt Z2321 DPU-B1 Jamur endofit AgOt Z2321 DPU-B1 dari Aglaia odorata Lour. dikultivasi dalam media cair malt ekstrak selama ±21 hari dan diekstraksi dengan etil asetat. Hasil ekstrak (3,4833 gram) di fraksinasi dengan kromatografi kolom dengan eluen n-heksana, etil asetat, dan metanol secara gradien. Hasil fraksi di uji aktivitas antimikroba dengan mikroba Staphylococcus aureus ATCC 6538 mewakili bakteri Gram positif, Escherichia coli ATCC 8739 mewakili bakteri Gram negatif, Candida albicans ATCC 10231 mewakili jamur. Metode yang digunakan adalah difusi cakram, aktivitas antimikroba ditunjukan dengan adanya zona jernih yang tampak disekitar cakram (Lim, 1998). Ciprofloxcacin digunakan sebagai kontrol positif untuk bakteri dan mikonazol digunakan sebagai kontrol positif untuk jamur. Hasil fraksinasi dari ekstrak didapatkan 24 fraksi. Hasil uji aktivitas antimikroba 12 fraksi terhadap Escherichia coli ATCC 8739 dan Staphylococcus aureus ATCC 6538, didapatkan 1 diantara 12 fraksi yang aktif, terhadap Candida albicans ATCC 10231 didapatkan belum ada fraksi yang aktif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.FT.04/13 Nat a
Uncontrolled Keywords: ANTIMICROBIAL, FRACTIONS
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
SIENY NATALIA, 050810218UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNoor Cholies Zaini, Prof. Dr.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 11 Mar 2013 12:00
Last Modified: 05 Jul 2017 00:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9165
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item