AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DARI BERBAGAI DAERAH TERHADAP Pseudomonas aeroginosa ATCC 902725.2.13 dan Bacillus subtilis ATCC 66337.1.13

WIDYA HASTUTI, 050810062 (2013) AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DARI BERBAGAI DAERAH TERHADAP Pseudomonas aeroginosa ATCC 902725.2.13 dan Bacillus subtilis ATCC 66337.1.13. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
download.php_id=gdlhub-gdl-s1-2013-hastutiwid-23369&no=6

Download (1kB)
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-hastutiwid-23369-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dalam dua dasawarsa ini perhatian dunia terhadap obat-obatan dari bahan alam menunjukkan peningkatan, baik di negara-negara berkembang maupun di negara-negara maju. Di Indonesia saja, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar oleh Kementrian Kesehatan tahun 2010 ditunjukkan sebesar 59,12% penduduk pernah mengonsumsi jamu dan 95% dari jumlah tersebut mengakui manfaat ramuan tradisional untuk kesehatan. Salah satu bahan dasar dari obat tradisional yang sering dijumpai adalah temulawak. Menurut Bermawie et al. (2006) sekitar 70% jamu yang beredar di pasaran mengandung temulawak dan sekitar 70% hasil produksi temulawak dari Indonesia diekspor ke luar negeri. Temulawak mengandung xanthorrhizol dan kurkumin yang sangat berkhasiat (Taryono et al., 1987). Xanthorrhizol yang diisolasi dari rimpang temulawak dapat berkhasiat untuk menghambat pertumbuhan mikroba patogen seperti Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis. Pseudomonas aeruginosa merupakan salah satu jenis bakteri yang menimbulkan kerusakan berbagai jenis makanan sehingga menyebabkan kebusukan (Fardiaz, 1992). Bacillus subtilis dikenal sebagai penyebab keasaman pada makanan kaleng karena fermentasi gula yang dikandung bahan pangan tersebut (Buckle et al. 1985) serta menyebabkan keracunan pada susu (Suwito, 2010). Dengan adanya potensi temulawak sebagai antibakteri tersebut maka penting dilakukan pembuatan antibakteri dari bahan alam mengingat antibiotik yang beredar telah banyak yang resisten. Namun kenyataanya faktor lingkungan dapat berpengaruh terhadap komponen kimia yang terkandung dalam tanaman. Faktor-faktor tersebut akan mempengaruhi proses biosintesis yang menghasilkan komponen kimia sebagai produknya (Rosman et al., 2004). Perbedaan kandungan senyawa kimia yang ada menunjukan perbedaan aktifitas farmakologis dari tanaman yang bersangkutan (Cutler and Cutler, 2000). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan secara bermakna dari aktivitas antibakteri oleh ekstrak etanol 96% rimpang temulawak yang berasal dari daerah Bogor, Lembang dan Sukabumi. Ketiga daerah tersebut memiliki SOP penanaman yang terstandar dan sama sehingga diharapkan perbedaan hasil hanya disebabkan oleh kondisi lingkungan penanaman yang berbeda dari ketiganya. Diguanakan bakteri Pseudomonas aeroginosa ATCC 902725.2.13 dan Bacillus subtilis ATCC 66337.1.13 yang masing-masing mewakili bakteri Gram negatif dan Gram positif. Pengujian antibakteri dilakukan secara in vitro dengan metode difusi untuk mengetahui besarnya KHM masing-masing ekstrak serta diameter zona hambat yang dihasilkan oleh konsentrasi yang sama pada rentang tertentu dari ketiga daerah. Didapatkan ketiga daerah mempunyai KHM yang berbeda dimana sampel dari Bogor menhasilkan KHM paling kecil. Pada rentang konsentrasi tertentu hanya sampel yang berasal dari Bogor dengan Sukabumi yang mempunyai aktivitas antibakteri yang berbeda bermakna. Sementara antara sampel dari Lembang dengan Sukabumi maupun sampel dari Lembang dengan Bogor tidak menunjukkan perbedaan aktivitas antibakteri secara bermakna. Saran dari penelitian yang dilakukan hendaknya dilakukan profiling terhadap metabolit rimpang temulawak sehingga dapat lebih menjelaskan perbedaan aktivitas akibat perbedaan lingkungan. Selain itu direkomendasikan daerah Bogor sebagai tempat pengembangan temulawak yang mempunyai aktivitas antibakteri terutama terhadap Pseudomonas aeroginosa ATCC 902725.2.13 dan Bacillus subtilis ATCC 66337.1.13

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.FT.24/13 Has a
Uncontrolled Keywords: ANTIBACTERIAL ACTIVITY; CURCUMA XANTHORRHIZA
Subjects: Q Science > QK Botany
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
WIDYA HASTUTI, 050810062UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAbdul Rahman, Drs. , Apt., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 18 Mar 2013 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 10:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9185
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item