AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG Curcuma domestica Val. DENGAN VARIASI TEMPAT TUMBUH TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 6538.

PRIMA PRADIPTA UTAMA, 050810066 (2013) AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG Curcuma domestica Val. DENGAN VARIASI TEMPAT TUMBUH TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 6538. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
download.php_id=gdlhub-gdl-s1-2013-utamaprima-23376&no=5

Download (1kB)
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-utamaprima-23376-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (977kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kunyit (Curcuma domestica Val.) merupakan salah satu tanaman yang telah secara empiris digunakan sebagai tanaman obat. Kegunaan lain kunyit antara lain sebagai pewarna alami makanan, pewarna minuman maupun pewarna tekstil. Kunyit memiliki kandungan berupa karbohidrat 69,4%, kurkuminoid, minyak atsiri 5,8% dan kandungan senyawa lainnya. Kandungan kurkumin dalam rimpang kunyit bervariasi antara 0,6 hingga 5% dari berat kering (HPMC, 2009) Kurkuminoid terdiri atas kurkumin, demetoksikurkumin, dan bidesmetoksikurkumin dan kurkumin merupakan fraksi paling penting dalam aktivitas biologis kunyit (Joe et. al., 2004). Berdasarkan beberapa penelitian kurkumin dalam kunyit menpunyai aktivitas sebagai antiinflamasi, antioksidan, antivirus dan antimikroba (Cikrikci et. al., 2008). Salah satu obat yang menjadi isu global saat ini adalah antibiotik. Dimana resistensi merupakan masalah global yang penting dan harus dipelajari pola resistensi serta mengatur strategi pencegahannya (Bronzwaer, 2003). Salah satu bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit apada manusia adalah Staphylococcus aureus. S.aureus merupakan bakteri Gram positif yang dapat menyebabkan gangguan infeksi pada kulit maupun membran mukosa (Youngman, 1995). Untuk itu diperlukan pengembangan obat baru yang berkonsep back to nature yang dikembangkan dari bahan alam sebagai wujud pemanfaatan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia. Dalam studi yang dilakukan oleh Chopra (1941), diketahui bahwa minyak kunyit dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Berdasarkan studi ini dilakukan penelitian lebih lanjut tentang aktivitas antibakteri Curcuma domestica Val. yang ditanam di tiga daerah berbeda yaitu Lembang, Sukabumi, dan Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan daya hambat terhadap bakteri uji dari masing-masing daerah dikarenakan perbedaan faktor internal dan eksternal dapat mempengaruhi variasi kadar metabolit sekunder dalam tanaman (Khaerana & Purwakusumah, 2008). Setelah didapatkan data, dilakukan analisis menggunakan SPSS anova two way serta uji post hoc dan LSD untuk melihat perbedaan bermakna atau tidak agar dapat dijadikan sebagai rekomendasi tempat tumbuh yang paling baik serta untuk mendapatkan bahan baku yang konsisten di tiap batch. Penelitian dilakukan dengan metode difusi agar berlapis (seed dan base layer) menggunakan nutrien agar sebagai media. Diujikan beberapa sampel ekstrak dengan konsentrasi tertentu menggunakan kontrol positif yaitu Ciprofloxacin 1 ppm dan kontrol negatif etanol 96%. Data yang diperoleh untuk konsentrasi hambat minimum (KHM) dari Lembang adalah 450 ppm, Bogor 550 ppm, dan Sukabumi sebesar 500 ppm. Selanjutnya dilakukan pengujian perbedaan tiga tempat menggunakan konsentrasi diatas KHM, dan didapatkan data hasil analisis anova two way menyatakan bahwa harga p> 0,05 yang berarti dari ketiga tempat tersebut tidak memiliki perbedaan yang bermakna dalam menghambat pertumbuhan S.aureus.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.FT.31/13 Uta a
Uncontrolled Keywords: ANTIBACTERIAL ACTIVITY
Subjects: Q Science > QR Microbiology > QR75-99.5 Bacteria
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
PRIMA PRADIPTA UTAMA, 050810066UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAbdul Rahman, Drs., Apt., MSi.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 18 Mar 2013 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 02:58
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9192
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item