KADAR TESTOSTERON PLASMA PRIA PASANGAN USIA SUBUR YANG DITERAPI DENGAN JUSTICIA GENDARUSSA BURM. F. SEBAGAI KONTRASEPSI ORAL SELAMA 30 HARI

DYCA RIAN PRATAMA, 050810039 (2013) KADAR TESTOSTERON PLASMA PRIA PASANGAN USIA SUBUR YANG DITERAPI DENGAN JUSTICIA GENDARUSSA BURM. F. SEBAGAI KONTRASEPSI ORAL SELAMA 30 HARI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
download.php_id=gdlhub-gdl-s1-2013-pratamadyc-23391&no=6

Download (1kB)
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-pratamadyc-23391-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Masih sedikitnya keikutsertaan pria dalam ber-KB dan juga jenis kontrasepsi pria yang sangat terbatas serta banyak menimbulkan ketidaknyaman bagi pria, misalnya, kondom memiliki beberapa ketidaknyaman bagi pria, yaitu memerlukan latihan dalam penggunaan kondom, beberapa pria tidak dapat mempertahankan ereksinya saat menggunaan kondom, setelah ejakulasi pria harus menarik penisnya dari vagina jika tidak ingin terjadi kehamilan, dapat mengganggu kenikmatan saat berhubungan seksual, dan menimbulkan alergi bagi beberapa orang serta seringkali menimbulkan resistensi psikologis dan mempunyai tingkat kegagalan 3-15%. Vasektomi, kelemahannya adalah komplikasi yang terjadi saat pembedahan yang menyebabkan pendarahan, nyeri, infeksi, serta reversibilitas sangat rendah. Vasektomi juga diduga terkait dengan timbulnya kanker prostat. Kontrasepsi hormonal testosteron, berdampak kurang nyaman bagi pria, yaitu timbul ruam, jerawat, dan perubahan mood serta menurunnya dorongan seksual (mengganggu libido). Jenis kontrasepsi pria lainnya, yaitu senggama terputus dan pantang berkala kelemahannya adalah kepuasan dalam berhubungan seksual berkurang dan kegagalan tinggi bila siklus menstruasi istri tidak teratur. Fakta tersebut, mendorong beberapa peneliti untuk membuat suatu terobosan baru dengan menciptakan atau mengembangkan obat kontrasepsi non hormonal yang digunakan untuk pria. Lepedium meyenii (Maca) yang memberikan efek pada energi dan mood, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan hasrat seksual. Tumbuhan tersebut terbukti meningkatkan produksi sperma, motilitas sperma, volume semen, namun tidak mempengaruhi konsentrasi testosteron, estradiol, LH, FSH, dan prolaktin. Daun tanaman Justicia gendarussa Burm. f. telah digunakan sebagian besar masyarakat Irian Jaya (Papua) sebagai obat kontrasepsi pria. Dari uji preklinik yang telah dilakukan, hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa infus daun gendarussa ini menurunkan kadar testosteron dalam serum tikus. Dilanjutkan uji klinik dengan menggunakan 120 subjek penelitian pria, sudah menikah dan mempunyai anak serta normospermia dimana kapsul ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm. f. diberikan selama 72 hari. Hasil uji klinik Justicia gendarussa Burm. f. didapatkan bahwa tidak ada pengaruh pada perlakuan dosis pemberian kapsul ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm. f dan perlakuan hari terhadap kadar hormon testosteron plasma pria fertil. Penelitian ini meneliti bahwa kapsul ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm. f tidak memberikan pengaruh terhadap hormon testosteron, dimana testosteron memiliki peran sangat penting bagi pria. Peranan testosteron yaitu mempengaruhi sifat kelamin primer dan sifat kelamin sekunder, mempengaruhi pertumbuhan tulang dan matriks tulang, spermatogenesis, metabolisme basal, produksi sel darah merah, sistem imun, mempengaruhi dorongan seksual dan fungsi ereksi, mengurangi resiko diabetes dan penyakit kardiovaskular/peredaran darah, serta pengaturan elektrolit dan keseimbangan cairan tubuh. Dilihat dari pentinngnya peranan testosteron pada pria maka perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan kapsul ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm. f terhadap kadar testosteron plasma. Pengukuran kadar testosteron total plasma menggunakan metode/instrumen MODULAR ANALYTICS EVO dengan modul E 170 yang terintegrasi di dalamnya, yang menggunakan metode ECLIA (Electro Chemicaluminescence Immunoassays). Hasil pengukuran kadar testosteron total plasma ini dikelompokkan berdasar hari perlakuan (hari ke-0, hari ke- 15, hari ke-30, dan hari ke-60 (30 hari setelah lepas obat)). Data yang didapat kemudian diolah menggunakan program SPSS menggunakan uji Anova General Linier Model with Repeated Measures yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Bonferroni. Hasil dari pengolahan secara statistik menunjukkan varians yang homogen yaitu sebesar 0.465 (P>0,05), serta tidak ada interaksi dari hari perlakuan terhadap konsentrasi hormon testosteron, yang ditunjukkan dari F hitung hasil Anova General Linier Model with Repeated Measures pada perlakuan hari sebesar 1.404 dengan signifikansi sebesar 0.254 (P>0,05). Kemudian dari uji Post Hoc Bonferroni, yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan di antara hari perlakuan terhadap konsentrasi hormon testosteron setelah diterapi dengan kapsul ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm. f. 450 mg/70 kgBB selama 30 hari. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan terhadap kadar hormon testosteron plasma pria pasangan usia subur setelah diberikan kapsul ekstrak etanol 70% Justicia gendarussa Burm. f. 450 mg/ 70 kgBB (setara dengan 2,9 mg gendarussin A) yang diminum per oral sehari satu kali satu kapsul selama 30 hari yang diberikan kepada 26 volunteer. Diharapkan diadakan penelitian lebih lanjut mengenai hal-hal yang mempengaruhi hormon testosteron setelah diterapi dengan kapsul ekstrak etanol 70% Justicia gendarussa Burm. f. 450 mg/ 70 kgBB (setara dengan 2,9 mg gendarussin A).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.FT.41/13 Pra k
Uncontrolled Keywords: JUSTICIA GENDARUSSA BURM. F.; ECLIA
Subjects: Q Science > QK Botany
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsEmail
DYCA RIAN PRATAMA, 050810039UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHerra Studiawan, Drs., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 18 Mar 2013 12:00
Last Modified: 03 Aug 2016 06:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9202
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item