PENGARUH PEMBERIAN KAPSUL EKSTRAK ETANOL DAUN Justicia gendarussa Burm.f. TERHADAP AKTIVITAS ENZIM HIALURONIDASE (Penelitian Dilakukan Pada Sampel Spermatozoa Pria Pasangan Usia Subur)

DEWI SEPTIYANINGRUM, 050810105 (2013) PENGARUH PEMBERIAN KAPSUL EKSTRAK ETANOL DAUN Justicia gendarussa Burm.f. TERHADAP AKTIVITAS ENZIM HIALURONIDASE (Penelitian Dilakukan Pada Sampel Spermatozoa Pria Pasangan Usia Subur). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
download.php_id=gdlhub-gdl-s1-2013-septiyanin-23393&no=6

Download (1kB)
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-septiyanin-23393-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fertilisasi sel telur oleh spermatozoa adalah proses penetrasi spermatozoa ke dalam sel telur yang akan merangsang dimulainya perkembangan sel telur menjadi embrio. Untuk dapat masuk dalam sel telur, spermatozoa harus mampu menembus lapisan tipis sel folikuler (cumulus oophorus) yang bersifat protektif. Proses penetrasi ini memerlukan enzim hialuronidase yang akan melonggarkan lapisan sel folikuler (Keeton, 1980). Enzim hialuronidase akan berikatan dengan substrat yaitu asam hialuronat dan mendegradasinya menjadi oligo-sakarida, terutama tetrasakarida (Lauwers dan Scharpe, 1997). Asam hialuronat adalah suatu mukopolisakarida asam yang terdiri dari unit ulangan N-asetil glukosamida dan asam glukoronat yang berikatan β (1-4) dan asam glukoronat melekat pada N-asetil glukosamida berikutnya melalui ikatan β (1-3) (Antony dan Michael, 1992). Dalam kumulus ooforus, asam hialuronat berfungsi sebagai perekat sel-sel penyusun matriks kumulus ooforus (Farnsworth dan Waller,1982 ). Justicia gendarussa Burm.f. yang mengandung 12 komponen flavonoid dengan komponen major flavonoid adalah 6,8-di-α-L-arabinopiranosil-4‟, 5,7- trihidroksi- flavon atau 6,8- diarabino-silapigenin atau disebut dengan gendarussin A dan salah satu komponen minor adalah 6 -α- L – arabinopiranosil -4‟ ,5 ,7 – trihidroksi – 8 – β – D -silapiranosilflavon atau 6 – arabinosil – 8 - silosilapigenin atau disebut gendarusin B terbukti secara preklinik memiliki aktivitas pencegahan penetrasi spermatozoa terhadap ovum manusia in vitro (IVF) serta menunjukkan adanya penurunan aktivitas hyaluronidase dengan metoda lempeng mikro dimana penurunan aktivitas enzim melalui ekspresi gen (penurunan aktivitas langsung) terhadap post-translation yaitu protein tetap terbentuk namun aktivitas biologinya menurun (Prajogo, 2002). Pada uji klinik menggunakan 120 subjek penelitian pria normozoospermia yang diberikan ekstak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm. f. dengan 450,5 mg/ 70 kgBB dan 300,0 mg/ 70kgBB digunakan selama 72 hari diperoleh hasil bahwa pemberian kapsul ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm.f dengan pengamatan antar waktu terhadap aktivitas katalitik enzim hialuronidase tidak terdapat penurunan secara bermakna, tetapi pada aktivitas spesifik enzim hialuronidase terdapat penurunan secara bermakna (Nadienda,2010) dan hasil elektroforesis profil pita protein spermatozoa manusia yang telah ditreatment dengan kapsul ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm.f. pada dosis 1 (450,5 mg/70 kgBB) dan dosis 2 (300,0 mg/70kgBB) menyebabkan hilangnya profil pita protein pada berat molekul 41,5 kDa dan 38,0 kDa (Nugroho, 2010). Pada penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm.f dengan dosis 450 mg/ 70kgBB setara dengan 2,9 mg gendarusin A yang diminum sehari 1 (satu) kali 1 (satu) kapsul pagi hari 30 (tiga puluh) menit setelah makan terhadap 18 subyek pria pasangan usia subur (PUS) dengan kriteria inklusi dan eksklusi tertentu selama 30 (tiga puluh) hari terhadap aktivitas katalitik dan spesifik enzim hialuronidase. Pengujian aktivitas dilakukan terhadap sampel ejakulat subyek pada hari ke – 0, hari ke – 15 dan hari ke – 30 untuk mengetahui pengaruh penurunan terhadap aktivitas enzim, serta pengamatan hari ke - 60 untuk mengetahui reversibilitas aktivitas enzim setelah 30 hari pasca penggunaan. Metode yang digunakan untuk mengetahui aktivitas katalitis enzim hialuronidase spermatozoa manusia pada penelitian ini adalah dengan metode lempeng mikro (micro plate method). Pengukuran aktivitas katalitik enzim hialuronidase spermatozoa manusia diketahui dari jumlah substrat sisa asam hialuronat yang tidak terhidrolisa oleh enzim hialuronidase dan mengendap dengan setilpiridinium klorida 10% sehingga menimbulkan absorbansi pada λ 595 nm, yang kemudian dapat diketahui jumlah kadar produk hidrolisa enzim hialuronidase (Tung et al, 1994). Sedangkan untuk mengetahui aktivitas spesifik digunakan metode Bradfort, dimana aktivitas spesifik dapat diketahui dari aktivitas katalitik permiligram protein. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas katalitik rata – rata enzim hialuronidase spermatozoa sebelum mengkonsumsi ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm.f. dengan dosis 450 mg / 70kgBB (H0) sebesar 1,55.10-6 unit/1 juta spermatozoa, aktivitas katalitik rata – rata enzim hialuronidase spermatozoa setelah mengkonsumsi ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm.f. dengan dosis 450 mg / 70kgBB pada hari ke - 15 (H15) sebesar 1,46.10-6 unit/1 juta spermatozoa, dan hari ke-30 (H30) sebesar 1,45.10-6 unit/1 juta spermatozoa, serta sebesar 2,80.10-6 unit/1 juta spermatozoa pada hari ke - 60 setelah 30 hari berhenti mengkonsumsi (H60). Persentase aktivitas katalitik rata – rata pada setiap pengamatan antar hari didapatkan penurunan aktivitas katalitik terhadap H0 sebesar 5,81 % pada hari ke-15 (H15) dan sebesar 6,47% pada hari ke-30 (H30). Dan pada hari ke – 60 (H60) mengalami peningkatan aktivitas sebesar 80,64 % dan belum mengalami recovery (kembali pada keadaan semula). Sedangkan aktivitas spesifik rata – rata enzim hialuronidase spermatozoa sebelum mengkonsumsi ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm.f. dengan dosis 450 mg/ 70kgBB (H0) sebesar 9,67.10-8 unit/mg, aktivitas spesifik rata – rata enzim hialuronidase spermatozoa setelah mengkonsumsi ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm.f. dengan dosis 450 mg/ 70kgBB pada hari ke-15 (H15) sebesar 9,49.10-8 unit/mg, dan hari ke-30 (H30) sebesar 8,94.10-8 unit/mg, serta sebesar 9,81.10-8 unit/mg pada hari ke-60 setelah 30 hari berhenti mengkonsumsi (H60). Persentase aktivitas spesifik rata – rata pada setiap pengamatan antar hari didapatkan penurunan aktivitas spesifik terhadap H0 sebesar 1,73 % pada hari ke-15 (H15) dan sebesar 7,54% pada hari ke-30 (H30). Dan pada hari ke – 60 (H60) mengalami peningkatan aktivitas sebesar 1,46 % dan belum mengalami recovery (kembali pada keadaan semula). Pada H60 terjadi fenomena peningkatan aktivitas setelah penggunaan kapsul ektrak ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm.f. dibandingkan dengan keaadaan semula, ini terjadi karena enzim mengalami derepresi yaitu keadaan dimana aktivitas enzimatiknya akan meningkat melebihi harga awal aktivitasnya akibat dari represi (penekanan / hambatan) terhadap aktivitasnya. Secara statistik uji ANOVA terhadap aktivitas katalitik dan aktivitas spesifik rata – rata pada hari ke – 0 , hari ke – 15, hari ke – 30 dan hari ke – 60 tidak ada perbedaan bermakana. Berdasarkan hasil penelitian disarankan untuk dilakukan penelitian lanjutan yaitu untuk mencari kemungkinan mekanisme kerja lain dari ekstrak etanol 70% daun Justicia gendarussa Burm.f. yang mendukung aktivitas daun Justicia gendarussa Burm.f sebagai antifertilitas (kontraseptif) selain penurunan aktivitas enzim hialuronidase karena telah tebukti dengan subyek yang sama diketahui terjadi hilangnya pita protein berat molekul 41,5 kDa dan 38,0 kDa yang mirip dengan pria infertil dimana protein tersebut berfungsi sebagai enzim hialuronidase yang memiliki konsentrasi kecil, serta terjadi hambatan fertilisasi yang ditunjukkan dengan tidak terjadinya kehamilan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.FT.43/13 Sep p
Uncontrolled Keywords: JUSTICIA GENDARUSSA BURM F.
Subjects: Q Science > QK Botany
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsEmail
DEWI SEPTIYANINGRUM, 050810105UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang P.EW., Prof.Dr.MS.,AptUNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 18 Mar 2013 12:00
Last Modified: 04 Aug 2016 06:54
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9204
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item