AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% Curcuma domestica ASAL TIGA DAERAH TERHADAP Candida albicans ATCC 10231

LILA PURI BARUNASTITI, 050810042 (2013) AKTIVITAS ANTIFUNGI EKSTRAK ETANOL 96% Curcuma domestica ASAL TIGA DAERAH TERHADAP Candida albicans ATCC 10231. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (ABSTRAK)
download.php_id=gdlhub-gdl-s1-2013-barunastit-23394&no=6

Download (1kB)
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-barunastit-23394-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (755kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan berbagai keanekaragaman tumbuhan. Tumbuhan tersebut banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat herbal. Salah satunya adalah kunyit (Curcuma domestica Val.). Sebagai bahan baku pembuatan obat herbal, Curcuma domestica tersebut diekstraksi bagian rimpangnya dengan pelarut etanol 96%. Ekstak etanol Curcuma domestica memiliki efek antifungi. Salah satu fungi yang dapat dihambat pertumbuhannya adalah Candida albicans. Tetapi apabila digunakan ekstrak sebagai bahan baku, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi mutunya. Salah satunya adalah lokasi penanaman asal. Perbedaan lokasi tanaman asal dapat menyebabkan perbedaan metabolit yang terkandung di dalamnya. Hal ini juga dapat mengakibatkan perbedaan efektivitasnya. Berdasarkan permasalahan diatas, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh lokasi tanaman asal terhadap mutu suatu ekstrak. Maka pada penelitian ini, digunakan ekstrak etanol 96% rimpang Curcuma domestica yang berasal dari tiga tempat berbeda, yaitu Sukabumi, Lembang, dan Bogor untuk dilihat perbedaan aktivitasnya. Tanaman Curcuma domestica yang digunakan untuk ekstrak dideterminasi oleh BALITRO. Sebelum diteliti perbedaan efektivitasnya, terlebih dahulu ditentukan KHM (Konsentrasi Hambat Minimum). Berdasarkan penelitian, didapat KHM ekstrak etanol 96% rimpang Curcuma domestica asal Sukabumi sebesar 30 ppm, Lembang sebesar 60 ppm, dan Bogor sebesar 30 ppm. Setelah didapat hasil KHM, dilihat perbedaan aktivitas antifungi ketiga ekstrak tersebut terhadap jamur Candida albicans. Analisis menggunakan ANOVA two way dengan perbandingan post-hoc LSD Fisher. Berdasarkan uji LSD Fisher, ekstrak etanol 96% rimpang Curcuma domestica dari Sukabumi, Lembang, dan Bogor masing-masing memiliki aktivitas antifungi yang berbeda-beda untuk menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Berdasarkan hasil tersebut, apabila akan digunakan ekstrak suatu tanaman sebagai bahan baku pembuatan obat herbal, hendaknya diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi mutu ekstrak, seperti lokasi penanaman tanaman asal. Karena perbedaan lokasi dan ketinggian tempat menanam bisa mempengaruhi metabolit yang terkandung di dalam tanaman dan aktivitasnya. Diperlukan juga penelitian lanjutan untuk mengetahui kondisi lingkungan yang dapat menghasilkan aktivitas antifungi yang terbaik. ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga Skripsi

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.FT.44/13 Bar a
Uncontrolled Keywords: CANDIDA ALBICANS; MIC
Subjects: Q Science > QK Botany
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsEmail
LILA PURI BARUNASTITI, 050810042UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHerra Studiawan, Drs., Apt., M. S.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 18 Mar 2013 12:00
Last Modified: 04 Aug 2016 06:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9205
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item