PERBANDINGAN PREVALENSI HASIL PEMERIKSAAN HBsAg PADA TAHUN 2016 DAN 2017 DI LABORATORIUM KLINIKA SURABAYA DENGAN METODE ENZYME-LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (ELISA)

RAMA AL FARUQ MUKHLIS, 151610113013 (2019) PERBANDINGAN PREVALENSI HASIL PEMERIKSAAN HBsAg PADA TAHUN 2016 DAN 2017 DI LABORATORIUM KLINIKA SURABAYA DENGAN METODE ENZYME-LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (ELISA). Tugas Akhir D3 thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
FV. TLM. 19-19 Muk p abstrak.pdf

Download (368kB)
[img] Text
FV. TLM. 19-19 Muk p daftar isi.pdf

Download (265kB)
[img] Text
FV. TLM. 19-19 Muk p daftar pustaka.pdf

Download (325kB)
[img] Text (FULLTEXT)
FV. TLM. 19-19 Muk p.pdf
Restricted to Registered users only until 5 December 2022.

Download (686kB) | Request a copy
Official URL: Http://lib.Unair.ac.id

Abstract

Hepatitis B adalah salah satu penyakit menular berbahaya yang disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B. Virus Hepatitis B (VHB) merupakan penyebab infeksi serius dan umum pada hati, menginfeksi lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia. VHB memegang peran penting sebagai penyebab Hepatitis kronis, sirosis dan karsinoma hepatoseluler. Indonesia merupakan negara dengan endemisitas Hepatitis B tinggi dengan prevalensi sebesar 9,4% pada tahun 2007. Diagnosis dan skrining yang paling penting pada infeksi VHB adalah Hepatitis B Surface Antigen (HbsAg), karena antigen ini adalah indikator yang paling cepat dapat dideteksi pada pasien yang terinfeksi VHB karena dapat ditemukan pada hampir semua cairan tubuh orang yang terinfeksi. Metode yang sering digunakan untuk deteksi infeksi VHB adalah ELISA. Metode ELISA merupakan salah satu tes immunoassay yang memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi yang mengukur secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan prevalensi hasil pemeriksaan HBsAg pada periode 2016 dan 2017 di laboratorium Klinika Surabaya. Hasil analisa data yang telah dilakukan pada uji Normalitas didapat hasil nilai P-value sebesar 0,000 pada hasil pemeriksaan HBsAg periode 2016 dan sebesar 0,000 pada 2017 yang artinya data tidak terdistribusi normal, karena nilai P-value <0,05. Lalu, dilanjutkan dengan Uji Mann Whitney menunjukkan nilai Pvalue sebesar 0,016. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prevalensi hasil pemeriksaan HBsAg antara periode 2016 dan 2017.

Item Type: Thesis (Tugas Akhir D3)
Additional Information: KKA KK FV.TLM 19/19 Muk p
Uncontrolled Keywords: Hepatitis B, HbsAg, ELISA
Subjects: R Medicine > R Medicine (General) > R5-920 Medicine (General)
Divisions: 15. Fakultas Vokasi > Departemen Kesehatan > D3 Analis Medis
Creators:
CreatorsNIM
RAMA AL FARUQ MUKHLIS, 151610113013UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRana Pradata, dr., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 05 Dec 2019 01:30
Last Modified: 05 Dec 2019 07:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/92073
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item