PENGARUH PENGGUNAAN KOMBINASI PECS BLOCK DAN GENERAL ANESTESI TERHADAP NYERI POSTOPERATIF PROSEDUR MODIFIED RADICAL MASTECTOMY PASIEN CA MAMMAE DI GBPT RSUD DR SOETOMO SURABAYA

Abrianto Pappuangan, NIM011418066308 (2019) PENGARUH PENGGUNAAN KOMBINASI PECS BLOCK DAN GENERAL ANESTESI TERHADAP NYERI POSTOPERATIF PROSEDUR MODIFIED RADICAL MASTECTOMY PASIEN CA MAMMAE DI GBPT RSUD DR SOETOMO SURABAYA. Thesis thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
PPDS.AT. 37-19 Pap p ABSTRAK.pdf

Download (154kB)
[img] Text
PPDS.AT. 37-19 Pap p DAFTAR ISI.pdf

Download (155kB)
[img] Text
PPDS.AT. 37-19 Pap p DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (190kB)
[img] Text (FULLTEXT)
PPDS.AT. 37-19 Pap p.pdf
Restricted to Registered users only until 5 December 2022.

Download (3MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang : Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang sering terjadi pada perempuan di Indonesia. Kanker payudara memiliki kontribusi sebesar 30% dan merupakan jenis kanker yang paling mendominasi di Indonesia. Prosedur modified radical mastectomy (MRM) untuk penanganan kanker payudara adalah salah satu prosedur operasi di bidang bedah onkologi yang paling sering dilakukan serta memiliki tingkat nyeri perioperatif yang tinggi. Teknik anestesi regional telah terbukti memberikan kualitas kontrol nyeri akut perioperatif yang lebih baik dari pada anestesi general, sehingga kejadian nyeri kronis juga lebih sedikit. Penelitian ini mencoba untuk membandingkan kombinasi GA dan Pecs block dan GA saja terhadap nyeri postoperatif pada prosedur MRM pasien kanker payudara. Metode : Penelitian prospektif eksperimental dengan desain double blind randomized dilakukan pada 50 pasien yang menjalani operasi MRM elektif di RSUD Dr Soetomo Surabaya. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menjalani operasi MRM. Kelompok A akan mendapatkan kombinasi GA dan Pecs block dan kelompok B hanya dilakukan GA. Kemudian dilakukan pengukuran skala nyeri post operasi menggunakan WBFS pada jam ke 3, 6, 9 dan 24 serta melihat perlu tidaknya diberikan rescue analgesia tambahan post operasi. Hasil : Tidak ada perbedaan bermakna karakteristik subyek penelitian pada kedua kelompok (p>0.05). Skor nyeri WBFS pada jam ke 3, 6, 9 dan 24 post operasi secara signifikan lebih rendah pada kelompok A (p<0.001). Penggunaan rescue analgesia berupa fentanyl intravena secara signifikan lebih banyak pada grup B (p<0.001) dan waktu yang diperlukan untuk penggunaan rescue analgesia juga secara signifikan lebih cepat pada kelompok B (p<0.001). Kesimpulan : Kombinasi GA dan Pecs block akan menurunkan skor nyeri post operasi MRM hari pertama dan mengurangi penggunaan rescue analgesia post operasi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS.AT. 37-19 Pap p
Uncontrolled Keywords: MRM, Pecs block, GA, WBFS, Rescue Analgesia.
Subjects: R Medicine > RD Surgery
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Anestesiologi dan Reanimasi
Creators:
CreatorsNIM
Abrianto Pappuangan, NIM011418066308NIM011418066308
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorNancy Margarita Rehatta, NIDN: '9990000073UNSPECIFIED
Thesis advisorDedi SusilaUNSPECIFIED
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 05 Dec 2019 08:08
Last Modified: 05 Dec 2019 08:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/92123
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item