PROFIL PELAYANAN RESEP HIPERTENSI DI BEBERAPA APOTEK WILAYAH SURABAYA PUSAT (Studi pada Pasien dengan Terapi Jangka Panjang)

VANIA DEWI ARIFIN, 050810112 (2013) PROFIL PELAYANAN RESEP HIPERTENSI DI BEBERAPA APOTEK WILAYAH SURABAYA PUSAT (Studi pada Pasien dengan Terapi Jangka Panjang). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-arifinvani-27649-6.ring-n.pdf

Download (61kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-arifinvani-27649-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (880kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kegiatan pelayanan kefarmasian merupakan suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan s ediaan f armasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien cara pakai obat, serta harapan setelah menggunakan obat khususnya pada pasien yang mendapatkan terapi obat jangka panjang . Pada penelitian ini, sebagian besar responden ( lebih dari 90 %) menyatakan bahwa mereka tidak pernah mendapatkan pelayanan kefarmasian terkait dengan patient need assessment dengan teknik konseling three prime questions ini. Pada variable informasi obat ini diamati pelayanan kefarmasian yang diberikan apoteker/petugas apotek dalam memberikan informasi obat pada pasien yang mendapatkan terapi obat jangka panjang . Hasil penelitian ini 2 7 - 36 % responden menyatakan bahwa mereka selalu mendapatkan pelayanan kefarmasian terkait pemberian informasi tujuan pengobatan , ca ra pemakaian, waktu penggunaan, dan frekuensi pemakaian. Sedangkan lebih dari 60% responden tidak pernah mendapatkan pelayanan kefarmasian terkait pemberian informasi lama waktu pemakaian obat , efek samping obat , dan cara penyimpanan obat . Pada variable informasi non - obat ini diamati pelayanan kefarmasian yang diberikan apoteker/petugas apotek dalam memberikan informasi non - obat pada pasien yang mendapatkan terapi obat jangka panjang. Hasil penelitian 76 - 78% responden mengaku tidak pernah mendapatkan pelayanan kefarmasian t erkait pemberian informasi non - obat dalam hal makanan minuman yang harus dihindari, pentingnya menjaga pola hidup sehat, dan pentingnya mengontrol tekanan darah. Pada variable monitoring ini diamati pelayanan kefarmasian yang diberikan apoteker/petugas ap otek dalam melakukan monitoring pada pasien yang mendapatkan terapi obat jangka panjang. Hasil penelitian ini sebagian besar responden ( 81 - 94 %) mengaku tidak pernah mendapatkan pelayanan kefarmasian terkait monitoring efek samping, ketepatan waktu dalam meminum obat, dan kesulitan dalam membeli obat , oleh apoteker atau petugas apotek . Melalui hasil penelitian ini dapat disimpulkan gambaran p elayanan resep pada pasie n hipertensi yang mendapatkan terapi pengobatan jangka panjang di beberapa apotek di wilayah Surabaya Pusat dinilai masih kurang optimal, sehingga peningkatan mutu sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian harus ditingkatkan, khususnya pada pelayanan res ep untuk pengobatan jangka panjang. . Pelayanan kefarmasian diperlukan untuk menangani masalah - masalah terkait dengan masalah pengobatan dan salah satunya pada pengobatan jangka panjang. Pengobatan jangka panjang ini sangat kompleks, dan ditujukan pada penyakit - penyakit kronik, seperti hipert ensi, asma, diabetes, TBC, dan penyakit degeneratif lainnya serta usia lanjut, cacat atau penderita dengan gangguan mental, di sebuah institusi atau rumah dalam jangka waktu yang lama P enelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelayanan resep pada pasien hipertensi yang mendapatkan terapi pengobatan jangka panjang di beberapa apotek wilayah Surabaya Pusat . Variabel yang diamati adalah patient need assessment , informasi obat, informasi non obat, dan monitoring . Penelitian ini termasuk dal am penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien atau orang yang menebus resep obat hiperte nsi di apotek wilayah Surabaya Pusat , dengan besar sampel yang diteliti yaitu 97 responden. Data diperoleh melal ui survei dengan kuesioner menggun a kan metode wawancara terstruktur. Survei dilakukan di 12 apotek wilayah Surabaya Pusat yang telah dipilih berdasarkan metode purposive sampling . Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2012 hingga Januari 201 3 . K riteria inklusi dalam penelitian ini meliputi pasien hipertensi yang bersedia mengisi kuesioner, telah menebus resep obat hipertensi lebih dari tiga kali, berumur lebih dari 18 tahun dan hadir pada saat peneliti melakukan survei. Data yang didapat dipros es dengan menggunakan SPSS. Variabel patient need assessment menggunakan teknik konseling three prime questions. Pada variabel ini diamati pelaya nan kefarmasian yang diberikan apoteker/petugas apotek dalam melakukan konfirmasi terhadap pasien terkait denga n penjelasan dokter tentang kegunaan obat,

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.KOM.27-13 Ari p
Uncontrolled Keywords: HYPERTENSION; PRESCRIPTION SERVICE
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Komunitas
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
VANIA DEWI ARIFIN, 050810112UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorWahyu Utami, Dr., Apt, M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 24 Oct 2013 12:00
Last Modified: 16 Aug 2016 03:40
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9251
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item