KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WILAYAH SURABAYA UTARA

RATNA AYU AMALIA, 050810109 (2013) KEPUASAN PASIEN TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS WILAYAH SURABAYA UTARA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-amaliaratn-27659-6.ring-n.pdf

Download (35kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-amaliaratn-27659-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kesehatan merupakan hak asasi manusia, karena itu setiap orang mempunyai hak untuk hidup sehat, termasuk di dalamnya mendapatkan pelayanan kesehatan. Salah satu bentuk pelayanan kesehatan adalah pelayanan kefarmasian. Pelayanan kefarmasian sekarang didasarkan pada filosofi Pharmaceutical care atau asuhan kefarmasian. Asuhan kefarmasian merupakan salah satu upaya farmasis dalam meningkatkan mutu atau kualitas pelayanan yang berorientasi pada pasien. Sayangnya, hingga saat ini peran farmasis dinilai belum optimal. Untuk itu sangat penting kiranya apabila dilakukan kajian mendalam yang berkaitan dengan evaluasi mutu pelayanan kefarmasian di puskesmas untuk tercapainya patient satisfaction. Kepuasan pasien adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakan dengan harapannya. Kepuasan pasien diukur dengan menggunakan lima dimensi penilaian, yaitu tangibles (bukti langsung), responsiveness (ketanggapan), reliability (kehandalan), assurance (jaminan), dan empathy (Supranto, 1997). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimanakah kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas wilayah Surabaya Utara. Penelitian ini dilakukan melalui survey cross sectional dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian diambil secara accidental sampling sejumlah 114 pasien dengan tetap memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis importance and performance matrix yaitu membandingkan persepsi pasien terhadap tingkat kinerja dan tingkat kepentingan dengan diagram kartesius Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa hal, diantaranya adalah secara umum tidak ada indikator pelayanan kefarmasian yang dianggap tidak memuaskan oleh pasien, faktor-faktor kinerja pelayanan kefarmasian di puskesmas wilayah Surabaya Utara yang sudah sesuai dengan harapan pasien sehingga perlu dipertahankan meliputi penempatan papan nama apotek atau kamar obat dapat terlihat jelas; petugas memanggil nama pasien saat penyerahan obat; petugas memberi informasi kegunaan dan aturan pakai obat, petugas memastikan cara penggunaan obat yang benar; petugas menulis petunjuk aturan pakai obat dengan jelas; petugas menggunakan bahasa yang mudah dimengerti; petugas memberi informasi obat dengan ramah; petugas menyerahkan obat yang lengkap/ sesuai kebutuhan pasien; dan petugas menyerahkan obat dalam keadaan fisik yang baik. Ada beberapa kinerja pelayanan kefarmasian menjadi prioritas rendah untuk ditingkatkan karena dianggap tidak terlalu penting oleh pasien, yaitu Informasi lama penyiapan obat dan kecepatan pelayanan; Informasi lama penggunaan; Informasi cara penyimpanan obat;Informasi efek samping obat; Informasi makanan/minuman yang harus dihindari selama konsumsi obat. Faktor-faktor kinerja pelayanan kefarmasian di puskesmas wilayah Surabaya Utara yang sudah baik namun dinilai kurang penting oleh pasien sehingga terkesan berlebihan diantaranya adalah adanya poster kesehatan untuk sarana informasi pasien; kenyamanan ruang tunggu; informasi dari petugas apotek dapat dipahami dengan jelas oleh pasien; petugas menjawab pertanyaan dari pasien. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas wilayah Surabaya Utara ini adalah tidak ada kinerja pelayanan kefarmasian yang dianggap tidak memuaskan oleh pasien, ada beberapa kinerja pelayanan kefarmasian yang sudah sesuai dengan harapan pasien sehingga perlu dipertahankan pelaksanaannya untuk menjaga kepercayaan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di puskesmas, ada beberapa kinerja pelayanan kefarmasian menjadi prioritas rendah untuk ditingkatkan karena dianggap tidak terlalu penting oleh pasien, dan ada beberapa kinerja pelayanan kefarmasian yang dianggap berlebihan oleh pasien padahal factor-faktor tersebut penting diinformasikan demi keberhasilan terapi pasien. Jadi, sebaiknya Apoteker melakukan edukasi pada pasien agar pasien memahami pentingnya mengetahui informasi terkait obat dengan keberhasilan terapi yang dijalani.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.KOM.34/13 Ama k
Uncontrolled Keywords: PATIENT SATISFACTION
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Komunitas
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RATNA AYU AMALIA, 050810109UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorWahyu Utami, Dr., Apt, M.S.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 24 Oct 2013 12:00
Last Modified: 25 Aug 2016 07:47
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9258
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item