PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN PNEUMONIA (Penelitian di Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi RSUD Dr. Soetomo Surabaya)

SITI BALKISH ABDUL RAZAK, 050610273 (2013) PROFIL PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN HIV/AIDS DENGAN PNEUMONIA (Penelitian di Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi RSUD Dr. Soetomo Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-razaksitib-27663-4.ring-n.pdf

Download (156kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-razaksitib-27663-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (846kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan penyakit penurunan sistem imun yang disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) . Sistem imun yang menurun yang ditandai dengan CD4 < 200 memicu terjadinya infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik adalah infeksi yang timbul akibat penurunan kekebalan tubuh. Infeksi ini dapat timbul karena mikroba (bakteri, jamur, virus) yang berasal dari luar tubuh, maupun yang sudah ada dalam tubuh. Infeksi oportunistik terutama pada pasien AIDS adalah Pneumonia , Tuberkulosis, Kandidiasis, Diare, Toksoplasmosis otak, Kriptosposodiasis, Meningitis kriptokokus, Cytomegalovirus Retinitis , Salmonella septicaemia . Pneumo cyctis carinii pneumonia dan Herpes zoster karena infeksi bakteri . Pneumonia merupakan suatu penyakit infeksi pada parenkim paru - paru yang disebabkan oleh sejumlah bakteri, virus, parasit atau jamur. Infeksi ini menyebabkan peradangan pada paru dan akumul asi dari eskuda t pada jaringan paru. Selain itu pneumonia juga bisa disebabkan noninfectious agent yang jarang dijumpai yaitu obat dan senyawa -senyawa kimia (ex: alkohol, narkotik). Pasien HIV tidak hanya mudah terinfeksi pneumonia karena infeksi bakteri, mereka juga lebih mudah terkena pneumonia berulang (reccurent). Gejala yang timbul karena pneumonia oleh infeksi bakteri adalah perasaan dingin, menggigil, sakit dada, demam, nafas cepat, peningkatan denyut jantung dan wheezing. Diagnosis pneumonia dapat dilihat dari foto thoraks, pemeriksaan darah (paling penting uji sel darah putih) dan pemeriksaan dahak(sputum). Antibiotika merupakan terapi utama yang diberikan kepada pasien AIDS dengan Pneumonia. Antibiotika yang digunakan pada pasien AIDS dengan pneumonia diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengurangi kematian pasien AIDS. Maka dapat diajukan permasalahan : Bagaimana profil penggunaan antibiotika pada pasien HIV/AIDS dengan pneumonia di Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi RSUD Dr. Soetomo Surabaya?. Tujuan penelitian ini meliputi : Mengetahui macam atau jenis antibiotika yang digunakan, dosis, dan lama penggunaan. Selain itu, memahami hubungan penggunaan antibiotika dengan data laboratorium (Kultur sputum dahak, darah dan cairan pleura) dan data klinik pasien serta mengidentifikasi Drug Related Problem (interaksi obat) yang mungkin terjadi. Penelitian ini dilakukan di ruang Rekam Medik RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Bahan penelitian berupa DMK ( Dokumen Medik Kesehatan) penderita AIDS dengan pneumonia selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 di Unit Perawatan Intermediet Penyakit Infeksi. Data yang diperolehi kemudian dianalisis secara deskriptif. Sebanyak 35 data pasien yang di ambil menunjukkan pasien laki- laki antara umur 26 sampai 30 tahun (25,71%) yang mendapat terapi antibiotika di UPIPI RSUD Dr. Soetomo Surabaya periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2011 paling banyak. Jenis antibiotika yang digunakan adalah golongan sefalosporin generasi ketiga (seftriakson dan seftazidim), fluorokuinolon (levofloksasin, moksifloksasin dan siprofloksasin), kotrimoksazol, dan amoxyclav (amoksisilin + klavulanat). Jenis antibiotika yang banyak digunakan adalah Kotrimosazol (82,86%) sebagai profilaksis karena pada diagnosis awal pneumonia sukar dibedakan dengan Pneumocystis carinii pneumonia . Kotrimoksazol merupakan kombinasi dari lima bagian sulfametoksazol dan satu bagian trimetoprim (Martindale, 2009) Dari hasil penelitian disarankan dilakukan penelitian dengan menggunakan metode prospektif untuk mengetahui dan mengikuti gambaran hubungan respon terapi serta kemungkinan interaksi antibiotika dengan obat lain yang terjadi pada penderita AIDS dengan pneumonia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.FK.38/13 Raz p
Uncontrolled Keywords: ANTIBIOTIC
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Komunitas
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SITI BALKISH ABDUL RAZAK, 050610273UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorToetik Ariyani, Dra., Apt., M. Si.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 24 Oct 2013 12:00
Last Modified: 25 Aug 2016 09:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9261
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item