PENGARUH EPIGALLOCATECHIN-3-GALLATE (EGCG) HIDROGEL TOPIKAL TERHADAP JUMLAH SEL NEUTROFIL PADA PERFORASI PULPA GIGI TIKUS WISTAR

MICHELLE SUHARTONO (2019) PENGARUH EPIGALLOCATECHIN-3-GALLATE (EGCG) HIDROGEL TOPIKAL TERHADAP JUMLAH SEL NEUTROFIL PADA PERFORASI PULPA GIGI TIKUS WISTAR. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
KG. 98-19 Suh p ABSTRAK.pdf

Download (139kB)
[img] Text
KG. 98-19 Suh p DAFTAR ISI.pdf

Download (63kB)
[img] Text
KG. 98-19 Suh p DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (177kB)
[img] Text (FULLTEXT)
KG. 98-19 Suh p BR.pdf
Restricted to Registered users only until 17 December 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penyebab pulpitis yaitu trauma mekanik berupa perforasi pulpa. Perawatan kedaruratan pulpitis di klinik menggunakan eugenol. Eugenol konsentrasi tinggi bersifat sitotoksik dan dapat menyebabkan nekrosis lokal serta menghambat penyembuhan, sedangkan dosis rendah dapat menyebabkan reaksi hipersensitivitas mukosa oral. Dengan mempertimbangkan efek samping tersebut, perlu dipertimbangkan penggunaan bahan lain yang biokompatibel dengan efek samping minimal, yaitu epigallocatechin-3-gallate (EGCG) dalam teh hijau. Sebagai polifenol, EGCG memiliki kemampuan radical scavenging, yang berefek menurunkan jumlah sel neutrofil. Pengaplikasian EGCG diharapkan dapat menurunkan jumlah sel neutrofil pada hari kedua setelah pemberian jejas sehingga mempersingkat proses penyembuhan serta mencegah inflamasi berkelanjutan dan nekrosis pulpa. Tujuan: Untuk menganalisis konsentrasi EGCG hidrogel topikal yang efektif dalam menurunkan jumlah sel neutrofil setelah 48 jam pada pulpa gigi tikus Wistar yang mengalami perforasi. Metode: Penelitian menggunakan tikus Wistar sebanyak 20 ekor dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol (K), perlakuan 1 (P1), perlakuan 2 (P2), dan perlakuan 3 (P3). Masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus dipreparasi, kemudian P1, P2, dan P3 masing-masing diberi EGCG hidrogel 60 ppm, 90 ppm, dan 120 ppm. Pada hari kedua, tikus dikorbankan. Selanjutnya, dibuat sediaan HPA untuk menghitung jumlah sel neutrofil tiap kelompok. Data dianalisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, Levene’s, one-way ANOVA, dan Tukey HSD. Hasil: Terdapat perbedaan signifikan antara P2 dan P3 dengan K dan P1 (p<0,05), namun tidak terdapat perbedaan signifikan antara P1 dengan K dan P2 dengan P3 (p>0,05). Kesimpulan: Ekstrak EGCG konsentrasi 90 ppm efektif menurunkan jumlah sel neutrofil pada pulpa gigi tikus Wistar yang mengalami perforasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG. 98-19 Suh p
Uncontrolled Keywords: epigallocatechin-3-gallate (EGCG), neutrofil, inflamasi, perforasi pulpa, radical scavenging.
Subjects: R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MICHELLE SUHARTONONIM021611133004
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorKun Ismiyatin, -NIDN0002046001
ContributorAri Subiyanto, -NIDN0007015707
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 17 Dec 2019 08:09
Last Modified: 17 Dec 2019 08:09
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/92739
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item