JUMLAH BAKTERI Lactobacillus SETELAH PEMBERIAN CHLORHEXIDINE 2%, LASER DIODA (405 nm), DAN KOMBINASI CHLORHEXIDINE 2% DENGAN LASER DIODA (405nm)

NADYA NATHANIA (2019) JUMLAH BAKTERI Lactobacillus SETELAH PEMBERIAN CHLORHEXIDINE 2%, LASER DIODA (405 nm), DAN KOMBINASI CHLORHEXIDINE 2% DENGAN LASER DIODA (405nm). Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
KG 147 19 Nat j ABSTRAK.pdf

Download (51kB)
[img] Text
KG 147 19 Nat j DAFTAR ISI.pdf

Download (45kB)
[img] Text
KG 147 19 Nat j DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (54kB)
[img] Text (FULLTEXT)
KG 147 19 Nat j.pdf
Restricted to Registered users only until 26 December 2022.

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang: Lactobacillus acidophilus merupakan bakteri gram positif yang memproduksi asam dari karbohidrat dan termasuk bakteri patogen terhadap karies gigi. Perawatan karies dilakukan dengan penumpatan kavitas gigi yang didahului desinfeksi kavitas. Desinfeksi kavitas penting untuk membunuh sebanyak mungkin mikroorganisme dan mengurangi risiko terjadinya lesi karies baru. Eliminasi bakteri dapat dilakukan dengan menggunakan chlorhexidine dan laser. Chlorhexidine banyak digunakan untuk pembersihan kavitas namun tidak dapat menghilangkan biofilm, debris jaringan dan memiliki keterbatasan eliminasi bakteri dalam tubulus dentin. Terapi lain adalah dengan Photodynamic Therapy (PDT) yang terdiri dari photosensitizer dan laser. Beberapa penelitian menunjukkan efek antimikroba dengan hanya menggunakan laser kurang efektif dibandingkan dengan menggunakan bahan irigan. Sampai saat ini belum ada satu bahan tunggal yang dianggap dapat membersihkan kavitas secara menyeluruh. Hingga saat ini belum ada penelitian yang meneliti jumlah bakteri Lactobacillus acidophilus setelah pemberian chlorhexidine 2%, laser dioda (405 nm), dan kombinasi chlorhexidine 2% dengan laser dioda (405 nm). Tujuan: Untuk mengetahui penurunan jumlah bakteri Lactobacillus acidophilus yang hidup setelah pemberian chlorhexidine 2%, laser dioda (405 nm), dan kombinasi chlorhexidine 2 % dengan laser dioda (405 nm). Metode: Sebanyak 24 sampel Lactobacillus acidophilus dibagi menjadi 4 kelompok: (I) chlorhexidine 2%, (II) photosensitizer klorofil dan penyinaran 75 detik, (III) kombinasi chlorhexidine 2%, photosensitizer klorofil, dan penyinaran 75 detik, (IV) tanpa perlakuan. Setelah perlakuan sampel diinkubasi 48 jam dan dilakukan penghitungan koloni tiap kelompok. Hasil Analisa dilakukan dengan uji ANOVA dan Tukey HSD dengan p<0,05. Hasil: Rerata jumlah koloni kelompok (I) 35,33 CFU/ml, (II) 16,83 CFU/ml, (III) 9,5 CFU/ml, (IV) 123,33 CFU/ml. Simpulan: Kombinasi chlorhexidine 2 % dengan laser dioda (405 nm) memberikan jumlah bakteri Lactobacillus acidophilus yang hidup paling sedikit dibandingkan dengan pemberian chlorhexidine 2% dan pemberian laser dioda (405 nm).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG.147/19 Nat j
Uncontrolled Keywords: Lactobacillus acidophilus, chlorhexidine 2%, laser dioda (405nm).
Subjects: R Medicine > RK Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NADYA NATHANIANIM021611133104
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSukaton, -NIDN0001085905
Depositing User: Dwi Marina
Date Deposited: 26 Dec 2019 03:57
Last Modified: 26 Dec 2019 03:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/93147
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item