PERBEDAAN LAMA WAKTU PENYINARAN LASER DIODA 405 NM DENGAN FOTOSENSITISER ERITROSIN DALAM MEMBUNUH STREPTOCOCCUS MUTANS

ANIN DITA (2019) PERBEDAAN LAMA WAKTU PENYINARAN LASER DIODA 405 NM DENGAN FOTOSENSITISER ERITROSIN DALAM MEMBUNUH STREPTOCOCCUS MUTANS. Skripsi thesis, Universitas Airlangga.

[img] Text
KG. 224-19 Dit p ABSTRAK.pdf

Download (142kB)
[img] Text
KG. 224-19 Dit p DAFTAR ISI.pdf

Download (133kB)
[img] Text
KG. 224-19 Dit p DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (135kB)
[img] Text (FULLTEXT)
KG. 224-19 Dit p BR.pdf
Restricted to Registered users only until 30 December 2022.

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar belakang: Karies gigi adalah penyakit infeksi multifaktorial yang disebabkan interaksi antara bakteri patogen, terutama Streptococcus mutans dalam berkolonisasi pada rongga mulut. Terapi fotodinamik memberikan modalitas baru untuk mengurangi bakteri patogen dan mencegah lesi karies gigi baru. Keefektifan dari terapi fotodinamik tergantung pada tingkat kekuatan, durasi atau lama waktu penyinaran, absorbsi dari sinar pada jaringan, konsentrasi fotosensitiser, dan jarak ujung alat fotodinamik ke sel target. Fotosensitiser eritrosin terbukti paling efektif dalam membunuh bakteri Streptococcus mutans. Lama waktu penyinaran yang paling efektif dengan fotosensitiser eritrosin masih terus diteliti. Tujuan: Untuk menentukan lama waktu penyinaran yang paling efektif pada laser dioda 405 nm dengan fotosensitiser eritrosin dalam membunuh bakteri Streptococcus mutans Metode: Sebanyak 25 sampel dibagi menjadi 5 kelompok; (1)bakteri S. mutans tanpa eritrosin dan sinar, (2)bakteri S. mutans dengan eritrosin tanpa sinar, (3)bakteri S. mutans dengan eritrosin dan sinar selama 45 detik, (4)60 detik, dan (5)75 detik. Setelah perlakuan, semua sampel dikultur dan diinkubasi selama 48 jam lalu dilakukan penghitungan koloni pada tiap kelompok. Hasil dianalisa dengan menggunakan uji ANOVA dan Tukey HSD dengan p sebesar 0,05. Hasil: Uji ANOVA dan Tukey HSD menunjukkan perbedaan yang signifikan pada tiap kelompok. Kesimpulan: Lama waktu penyinaran laser dioda 405 nm dengan fotosensitiser eritrosin selama 75 detik merupakan waktu yang paling efektif dibandingkan 45 dan 60 detik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKA KK KG. 224-19 Dit p
Uncontrolled Keywords: Streptococcus mutans, eritrosin, laser dioda, terapi fotodinamik, lama waktu penyinaran
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC71-78.7 Examination. Diagnosis Including radiography
R Medicine > RK Dentistry > RK1-715 Dentistry
Divisions: 02. Fakultas Kedokteran Gigi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ANIN DITANIM021611133115
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSRI KUNARTI, -NIDN0028035204
ContributorWIDYA SARASWATI, -NIDN0007107208
Depositing User: Tatik Poedjijarti
Date Deposited: 30 Dec 2019 02:48
Last Modified: 30 Dec 2019 02:48
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/93281
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item