PROFIL PENGELOLAAN OBAT LANSIA DI PANTI WERDHA SURYA WILAYAH SURABAYA SELATAN

SHINTA DANUTRI, 05111194 (2015) PROFIL PENGELOLAAN OBAT LANSIA DI PANTI WERDHA SURYA WILAYAH SURABAYA SELATAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2016-danutrishi-40383-5.ring-n.pdf

Download (164kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2016-danutrishi-40383-16full.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, lanjut usia (lansia) adalah mereka yang berumur 60 tahun keatas. Pada lansia terjadi peningkatan masalah kesehatan terutama kejadian penyakit kronis dan degeneratif. Sekitar 80% lansia di dunia menderita sedikitnya satu jenis penyakit kronis seperti hipertensi, arthritis, diabetes melitus, dan lain-lain. Kecenderungan meningkatnya keadaan patologis padal ansia ini menyebabkan peningkatan konsumsi obat sehingga pengelolaan obat secara tepat sangat berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan lansia untuk meningkatkan usia harapan hidup dan kualitas hidup yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pengelolaan obat lansia di Panti Werdha Surya meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan cara perlakuan terhadap obat sisa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional, dimana penelitian hanya dilakukan sekali sajapadawaktutertentu.Lansia yang dimaksud pada penelitian ini adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas. Penelitian ini dilakukan di PantiWerdha Surya di Surabaya Selatan. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh lansia dan caregiver yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel untuk lansia terpilih 71 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi, yaitu anggota PantiWerdha Surya, berusia 60 tahun ke atas, bersedia menjadi responden, dan bisa berkomunikasi dengan baikdan 12 orang caregiver yang memenuhi kriteria inklusi, caregiver yang membantu dalam pengelolaan obat lansia, bersedia menjadi responden, dan dapat berkomunikasi dengan baik. Instrumen yang digunakan meliputi lembar kesediaanmenjadi responden, daftar pertanyaandan peneliti. Pengambilan data dilakukan dengan wawancaradengan variabel penelitian, meliputi cara mendapatkan obat, cara penggunaan obat, penyimpanan obat dan cara perlakuan terhadap obat sisa. Berdasarkan hasil penelitian, rentang usia terbanyak dalam rentang 60-70tahun yaitu sebanyak 40 orang (56,3%) dengan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan, yaitu sebanyak 53 orang(74,6%). Gangguan kesehatan yang paling banyak dialami lansia adalah hipertensi sebanyak 47 (27,2%). Setiap lansia paling banyak menderita dua macam gangguan kesehatan sebanyak 29 orang (40,85%) dan paling banyak obat yang dikonsumsi lansia adalah empat obat yaitu sebanyak 17 orang (23,94%). Hasil penelitian juga menunjukkan cara memperoleh obat dengan resep sebesar 99,9%. Berdasarkan tempat mendapatkan obat sebesar 98% obat didapatkan dari apotek yang berkerja sama dengan pihak panti. Sebanyak 93% penggunaan obat sesuai dengan pertimbangan dosis penggunaan dibandingkan dosis etiket dan waktu penggunaan dibandingkan dengan pustaka. Penyimpanan obat, semua obat disimpan oleh caregiver di keranjang yang telah diberi nama lansia lalu dimasukkan kedalam lemari obat yang sudahdisiapkan per ruangan. Dari total 71 lansia terdapat 26 lansia kondisinya tidak memungkinkan dilakukan wawancara. Dari 45 responden sebesar 61% lansia dapat membaca, membuka kemasan blister, strip, dan tutup botol sirup, dan menuang sediaan cair sedangkan untuk lansia yang dapat mengukur sediaan cair sebanyak 51%. Kemampuan lansia dalam menelan obat dengan air menunjukkan sebanyak 94% yang mampu. Dan kemampuan menggunakan alat khusus hanya tiga lansia yang dijadikan responden dan menunjukkan sebanyak 33% atau sebanyak satu lansia yang tidak pernah menggunakan sediaan alat khusus sendiri dan dibantu oleh caregiver. Perlakuan terhadap obat sisa semuanya disimpan sampai kadaluarsa kemudian dibuang dengan dimusnahkan. Penelitian ini juga meneliti caregiver karena di tempat penelitian seluruh lansia yang mengelola obatnya adalah caregiver. Berdasarkan hasil penelitian, rentang usiaterbanyak adalah 20-25 tahun sebanyak 33,3%, dan sebagian besar berpendidikan D3 Keperawatan sebanyak 58,3%. Kendala pengelolaan obat yang dialami caregiver paling besar adalah lansia yang tidak mau minum obat sebanyak 33% dan sulit mengelola jadwal minum obat sebesar 33%. Adapula yang menjadi keterbatasan dalam penelitian ini yaitu metode pengambilan data yang menggunakan non random sampling dengan purposive sampling sehingga hasil dari penelitian ini tidak dapat digeneralisasi keseluruh panti werdha di Surabaya. Dari hasil penelitian, apoteker dapat memberikan penyuluhan dan pelayanan dan monitoring terhadap pengelolaan obat lansia di Panti Werdha perlu ditingkatkan agar kesejahteraan hidup lansia dapat ditingkatkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF.KOM.10/15 Dan p
Uncontrolled Keywords: elderly, medication management, medication use
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV1450-1494 Aged
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Komunitas
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SHINTA DANUTRI, 05111194UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorGusti Noorrizka V A, S.Si., M.Sc., AptUNSPECIFIED
ContributorGestina Nugraheni, M.Sc., S.Farm., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dhani Karolyn Putri
Date Deposited: 26 Feb 2016 12:00
Last Modified: 21 Sep 2016 03:03
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9337
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item