MORFOLOGI, ANATOMI, DAN SKRINING FITOKIMIA DAUN GEDI (Abelmoschus manihot (L.) Medik)

ANNY ROSYIDA, 051011156 (2014) MORFOLOGI, ANATOMI, DAN SKRINING FITOKIMIA DAUN GEDI (Abelmoschus manihot (L.) Medik). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-rosyidaann-35150-6.ringk-n.pdf

Download (250kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FF. FT. 17-14 Ros m.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Abelmoschus manihot (L.) Medik atau yang dikenal dengan nama daerah gedi adalah salah satu tumbuhan dari suku Malvaceae umum ditanam di Sulawesi Utara dan Tengah. Mudah tumbuh dengan cara stek batang pada tanah gembur. Masyarakat mengenal dua jenis Abelmoschus manihot (L.) Medik yaitu gedi merah dan gedi hijau. Daun gedi hijau dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Manado sebagai bahan makanan yang dikenal sebagai Bubur Manado (Tinutuan), khas dari Manado, sedangkan untuk gedi merah secara tradisional dapat menyembuhkan beberapa penyakit (Mamahit & N.H., 2010), Dalam penelitian yang dilakukan oleh Puel, et al., (2005) diketahui bahwa daun gedi Abelmoschus manihot (L.) Medik dapat mencegah osteoporosis pada hewan coba mencit betina yang indung telurnya telah diangkat (ovariectomised). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, daun gedi dapat menurunkan resorpsi dari tulang dengan menggunakan biomarker deoksipiridinolin. Senyawa berupa fitoestrogen golongan isoflavon yaitu lutein dapat memberikan efek sparing pada tulang. Sebelum dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai potensi yang dapat dikembangkan dari manfaat daun gedi, perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan data ciri morfologi, anatomi, da kandungan golongan senyawa untuk menjamin keaslian sampel tanaman dan mengidentifikasi kebenaran dari serbuk simplisia agar terhindar dari pemalsuan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian berupa studi makroskopis, mikroskopis, dan skrining fitokimia daun gedi merah dan daun gedi hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ciri morfologi, anatomi, dan golongan senyawa yang terkandung dalam daun Abelmoschus manihot (L.) Medik (gedi merah dan gedi hijau) sebagai langkah awal penelitian dalam pemanfaatannya di bidang farmasi. Selain itu digunakan untuk melengkapi data yang belum ada dalam buku Materia Medika Indonesia. Pemeriksaan makroskopis yang meliputi habitus, jenis daun, kelengkapan daun, tangkai daun, helaian daun (bentuk daun, pangkal dan ujung daun, susunan tulangan daun, tepi daun, permukaan atas dan bawah daun), ukuran daun, dan filotaksis daun diamati secara visual dan didokumentasikan dengan menggunakan kamera digital Olympus VG-110 dengan perbesaran 2x. Sedangkan untuk pemeriksaan mikroskopis yang meliputi pengamatan melintang dan membujur epidermis atas dan bawah daun serta pengamatan fragmen-fragmen pengenal yang spesifik dalam serbuk simplisia menggunakan mikroskop trinokuler Olympus BXA41TF dengan perbesaran 70x dan 290x. Untuk pemeriksaan golongan senyawa yang terkandung dalam daun gedi merah dan daun gedi hijau dapat diketahui melalui skrining fitokimia yang terdiri dari reaksi warna dan kromatografi lapis tipis. Ciri morfologi yang diperoleh dari penelitian ini adalah berupa perdu, daun merupakan jenis daun tunggal, tidak lengkap terdiri dari helaian dan tangkai daun, terdapat daun penumpu atau stipula, tempat duduk daun tersebar (folia sparsa), bentuk daun bulat, tepi daun berbagi menjari yang tersusun dari tiga sampai tujuh buah helai, ujung daun runcing (acutus), pangkal daun berbentuk jantung atau berlekuk (emarginatus), permukaan daun berbulu halus (villosus), tulang daun gedi merah berbentuk menjari berwarna merah tua, sedangkan daun gedi hijau susunan tulang daun berbentuk menjari berwarna hijau muda, pada saat siang hari daun menunduk dan membuka kembali ketika menjelang sore hari. Dari pengamatan secara mikroskopis didapatkan ciri anatomi yang khas dari daun gedi yaitu stomata tipe anomositik dengan bentuk sel tetangga bergelombang, trikoma uniseluler, berkas pengangkutan dengan tipe radial, penebalan xylem bentuk spiral, rambut kelenjar minyak atsiri dan sel musilago. Berdasarkan hasil skrining fitokimia diketahui bahwa daun gedi merah dan daun gedi hijau mengandung golongan senyawa polifenol, steroid bebas, saponin, flavonoid dan minyak atsiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB. KK-2 FF. FT. 17/14 Ros m
Uncontrolled Keywords: ABELMOSCHUS MANIHOT (L.); ANATOMY; MORPHOLOGY; PHYTOCHEMICAL PHYTOCHEMICALS
Subjects: Q Science > QK Botany > QK640-707 Plant anatomy
Q Science > QK Botany > QK710-899 Plant physiology
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmakognosi Fitokimia
Creators:
CreatorsEmail
ANNY ROSYIDA, 051011156UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMANGESTUTI AGIL, Prof. Dr., Hj., MS., AptUNSPECIFIED
ContributorAbdul Rahman, Drs. , Apt., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 29 Jan 2015 12:00
Last Modified: 28 Jul 2016 07:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9472
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item