STUDI PENGGUNAAN SEFTRIAKSON PADA MENINGOENSEFALITIS (Penelitian dilakukan di Departemen Ilmu Penyakit Saraf RSUD Dr. Soetomo Surabaya)

ALVINA IMANIAR RIDHO, 051011187 (2014) STUDI PENGGUNAAN SEFTRIAKSON PADA MENINGOENSEFALITIS (Penelitian dilakukan di Departemen Ilmu Penyakit Saraf RSUD Dr. Soetomo Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-ridhoalvin-35271-6.ringk-n.pdf

Download (332kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FF. FK. 42-14 Rid s.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Meningoensefalitis adalah suatu peradangan pada meninges, lapisan tipis yang menyelimuti otak dan jaringan saraf, yang disebabkan oleh bakteri. Meningoensefalitis umumnya ditandai dengan pleosotosis nutreofilik (dominasi neutrofil polimorfonuklear dalam cairan serebrospinal). Penggunaan antibiotika sebagai terapi meningoensefalitis merupakan suatu kedaruratan medik karena penyakit ini berjalan sangat progresif, sehingga ketepatan pemberian antibiotika mempengaruhi tingkat morbiditas, mortalitas, dan kecacatan pasien, Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan antibiotika sebagai terapi meningoensefalitis, adalah kemampuan antibiotika untuk menembus CSS (cairan serebrospinal) dan aktivitas antibiotika terhadap bakteri patogen penyebab meningitis sehingga mampu mencapai konsentrasi bakterisidal yang efektif dalam CSS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola penggunaan seftriakson pada pasien meningoensefalitis di Instalasi Rawat Inap Departemen Ilmu Penyakit Saraf RSUD Dr.Soetomo Surabaya. Pola penggunaan seftriakson meliputi dosis, rute pemberian, frekuensi, dan lama pemberian. Selain itu juga untuk mengetahui adanya Drug Related Problems (DRPs) terkait kesesuaian dosis dan interaksi obat. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan melihat data dari Rekam Medik (RM) pasien meningoensefalitis periode 1 Januari 2011 sampai dengan 31 Desember 2013 dan yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 44 pasien. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kasus meningoensefalitis terbanyak dialami oleh kelompok usia 26-35 tahun dan didominasi oleh laki-laki sebesar 65.9%. komplikasi yang dialami pasien meningoensefalitis bervariasi dan komplikasi terbanyak yang menyertai meningoensefalitis adalah sepsis dan herniasi cerebri. Diperoleh bahwa seluruh pasien (44 pasien) meningoensefalitis mendapatkan terapi seftriakson dengan dosis 2 gram tiap 12 jam IV. Berdasarkan literatur dan PDT Ilmu Penyakit Saraf RSUD Dr.Soetomo Surabaya dosis seftriakson adalah 1-2 g tiap 12-24 jam IV. Selain itu ada 2 pasien yang mendapatkan penggantian terapi yaitu, meropenem 1g dan 2g tiap 8 jam IV sebagai terapi meningoensefalitis. Berdasarkan literatur dan PDT Ilmu Penyakit Saraf RSUD Dr.Soetomo Surabaya dosis meropenem adalah 1-2g tiap 8 jam IV. Lama pemberian antibiotika berkisar antara 3-49 hari, dimana sebanyak 20 pasien menerima antibiotika selama 3-7 hari.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB. KK-2 FF. FK. 42/14 Rid s
Uncontrolled Keywords: DRUG UTILIZATION; CEFTRIAXONE; MENINGOENCEPHALITIS
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC0321 Neuroscience. Biological psychiatry. Neuropsychiatry
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Klinis
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ALVINA IMANIAR RIDHO, 051011187UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSumarno, Drs. , Apt., Sp.FRSUNSPECIFIED
ContributorSamirah, S.Si.,Apt.,FRSUNSPECIFIED
ContributorAbdulloh Machin, dr., SpS.SUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 02 Feb 2015 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 01:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9505
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item