PENGARUH PENAMBAHAN PATI JAGUNG TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK CAMPURAN BINER IBUPROFEN-ASAM STEARAT

DICKY PRATAMA, 051011217 (2014) PENGARUH PENAMBAHAN PATI JAGUNG TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK CAMPURAN BINER IBUPROFEN-ASAM STEARAT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-pratamadic-35322-6.ringk-n.pdf

Download (288kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
FF. F. 46-14 Pra p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ibuprofen merupakan obat analgesik yang banyak diproduksi dalam bentuk sediaan tablet. Formulasi tablet dan proses pembuatan tablet akan mempengaruhi karakteristik tablet yang akan terbentuk. Dari penelitian terdahulu didapatkan fakta bahwa interaksi antara ibuprofen dan asam stearat dengan perbandingan 42-65% akan membentuk campuran eutektik. Bentukkan campuran eutektik pada tablet akan mempengaruhi kekerasan tablet dan menurunkan stabilitas sediaan. Salah satu cara mencegah terjadinya bentukan eutektik ibuprofen-asam stearat adalah dengan menambahkan bahan yang dapat meredam energi pembentukkan. Pati jagung dengan elatisitas bahan yang tinggi akibat kandungan amilopektin yang rendah diharapkan dapat meredam energi saat proses pengempaan sehingga tidak terjadi campuran eutektik dalam tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pati jagung terhadap karakteristik fisik kristal campuran ibuprofen-asam stearat. Karakteristik fisik yang meliputi karakter titik lebur dan entalpi peleburan dengan analisis DTA, karakter kristalinitas dengan analisis PXRD, ikatan antar gugus fungsi dengan analisis spektrofotometri FT-IR, dan karakter morfologi permukaan dengan analisis mikrofoto SEM. Dari hasil pengujian kekuatan mekanis bahan baku didapatkan data bahwa ibuprofen, asam stearat, dan pati jagung memiliki nilai tensile strength tertinggi dengan perlakuan gaya kempa 19,93 kN. Uji kekuatan mekanis dilanjutkan untuk melihat karakter mekanis campuran ibuprofenasam stearat dengan 3 komposisi 40:60, 50:50 dan 60:40. Dari hasil pengujian diapatkan data bahwa campuran ibuprofen-asam stearat 40:60 dengan perlakuan daya kempa 19,93 kN memiliki nilai tensile strength paling tinggi dibandingkan komposisi lain pada variasi daya kempa. Hal ini menandakan telah terjadi campuran eutektik dengan kekerasan paling tinggi. Penelitian dilanjutkan untuk mengetahui kemampuan pati jagung dalam meredam terbentuknya eutektik dari campuran ibuprofen-asam stearat. Pembuatan campuran diawali dengan mencampur terlebih dahulu ibuprofen dengan pati jagung dengan 3 komposisi berbeda yaitu 10%, 20%, 30% dari campuran ibuprofen-asam stearat, kemudian baru ditambahkan asam stearat. Uji kekuatan mekanis dilakukan terhadap campuran ibuprofen -asam stearat-pati jagung dengan 3 macam komposisi pati jagung pada gaya kempa 14,95 kN; 19,93 kN dan 24,91 kN. Profil hasil pengukuran tensile strength campuran didapatkan data bahwa penurunan nilai tensile strength terjadi pada campuran ibuprofenasam stearat 40:60-pati jagung 10% (Ibu-Ste) dan campuran ibuprofen-asam stearat 40:60-pati jagung 20% (Ibu-Ste). Fenomena penurunan tensile strength yang terjadi pada penambahan pati jagung sebanyak 10% dan 20% dari campuran ibuprofen-asam stearat menujukkan bahwa pada komposisi tersebut bentukkan eutektik hasil interaksi ibuprofen-asam stearat dapat dicegah. Analisis karakter kristalinitas campuran menggunakan PXRD menunjukkan bahwa campuran ibuprofen-asam stearat 40:60 dengan perlakuan gaya kempa 19,93 kN mengalami pergeseran puncak interferensi menuju sudut 2θ lebih kecil dibandingkan bahan tunggal pembentuk campuran. Pengaruh penambahan pati jagung nampak dengan terjadinya pergeseran puncak interferensi menuju sudut 2θ lebih besar disertai penurunan intensitas difraktogram sinar X campuran ibuprofen-asam stearat 40:60 dengan perlakuan gaya kempa 19,93 kN pada sudut 2θ yaitu 11, 2°; 16, 2°; dan 16, 4°. Fenomena ini mengindikasikan bahwa penambahan pati jagung dengan komposisi 20% dari campuran ibuprofen-asam stearat secara efektif mampu mencegah interaksi antara kedua bahan. Analisis termal campuran ibuprofen-asam stearat 40:60-pati jagung 20% (Ibu-Ste) menunjukkan peningkatan titik lebur campuran dibandingkan titik lebur campuran ibuprofen-asam stearat 40:60. Peningkatan titik lebur menandakan tidak terjadi campuran eutektik ibuprofen-asam stearat 40:60 akibat penambahan pati sebanyak 20% campuran ibuprofen-asam stearat pada perlakuan gaya kempa 19,93 kN. Interaksi fisika antara pati jagung dan campuran ibuprofen-asam stearat ditunjukkan dari kemunculan puncak serapan baru dalam analisis spektrofotometri FTIR di daerah gugus fungsi O-H dan C-H. Mikrofoto campuran ibuprofen-asam stearat 40-60 dengan perlakuan kempa 19,93 kN menunjukkan citra struktur sintering, dimana sudah tidak nampak lagi batas antar kedua partikel bahan. Pengaruh penambahan pati jagung nampak pada mikrofoto campuran ibuprofen-asam stearat 40:60-pati jagung 20% (Ibu-Ste) nampak partikel bulat pipih pati jagung di antara patahan yang terbentuk. Gambaran demikian menujukkan kemampuan pati jagung untuk meredam energi kempa sehingga tidak terjadi sintering.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB. KK-2 FF. F. 46/14 Pra p
Uncontrolled Keywords: IBUPROFEN; STEARIC ACID; PHYSICAL CHARACTERISTIC
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
DICKY PRATAMA, 051011217UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDwi Setyawan, Dr. , M.Si Apt.UNSPECIFIED
ContributorNoorma Rosita, Dra. , M.Si., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 02 Feb 2015 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 04:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9520
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item