PENGARUH PEMBERIAN VANADIL SULFAT TERHADAP PENINGKATAN PROLIFERASI SEL BETA PANKREAS MENCIT (Mus musculus) DENGAN DIABETES MELLITUS

DEBRA DOROTEA, 050610120 (2010) PENGARUH PEMBERIAN VANADIL SULFAT TERHADAP PENINGKATAN PROLIFERASI SEL BETA PANKREAS MENCIT (Mus musculus) DENGAN DIABETES MELLITUS. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-debradorot-20141-ff1991-k.pdf

Download (430kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-debradorot-16890-ff1991-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan gangguan metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia, berhubungan dengan proses metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak yang tidak normal sehingga menyebabkan komplikasi kronik seperti mikrovaskular, makrovaskular, serta neuropati. WHO mengestimasi bahwa lebih dari 180 juta penduduk di dunia menderita diabetes mellitus dan diperkirakan akan menjadi lebih dari dua kalinya pada tahun 2030. Diabetes mellitus (DM) berdasarkan etiologinya dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. DM tipe 1 dikarakterisasi oleh tidak dihasilkannya insulin akibat kerusakan autoimun pada sel β. Sedangkan DM tipe 2 dikarakterisasi oleh kegagalan sel β untuk mengatasi resistensi insulin yang berakibat terjadinya kondisi hiperglikemia dan diabetes. Pada islet Langerhans pankreas DM tipe 2, terjadi kehilangan 20%-50% massa sel β. Terapi yang biasa diberikan pada pasien DM tipe 1 adalah insulin sedangkan untuk DM tipe 2 adalah OAD seperti : golongan sulfonilurea, biguanida, thiazolidininedione, dan α-glukosidase inhibitor. OAD memiliki mekanisme aksi yang kurang selektif sehingga dapat menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Selain itu OAD yang telah ada juga tidak memberikan efek perbaikan pada jaringan pankreas yang merupakan jaringan utama yang memproduksi insulin Semakin bertambahnya jumlah penderita DM maka kebutuhan akan OAD dengan efek terapi optimal juga semakin meningkat. Diperlukan alternatif terapi diabetes mellitus dengan mekanisme aksi lebih selektif sehingga dapat meminimalkan efek samping yang terjadi selama terapi. Salah satu alternatif terapi obat untuk mengatasi diabetes mellitus adalah vanadil sulfat. Vanadil sulfat merupakan garam inorganik dari logam vanadium, mekanisme aksinya adalah menghambat aktivitas protein tyrosine phospatase (PTPase) pada insulin signaling pathway. Sehingga insulin signaling berjalan lebih lama dan penurunan kadar glukosa darah dapat berjalan dengan lebih optimal. Perpanjangan waktu insulin signaling berimplikasi pada teraktifkannya Akt/ PKB. Akt/PKB merupakan protein yang berperan dalam proliferasi sel dan memiliki efek antiapoptosis. Berdasarkan efek yang diberikan oleh vanadil sulfat pada insulin signaling pathway tersebut, penelitian ini bertujuan membuktikan efek vanadil sulfat pada peningkatan proliferasi sel β pankreas mencit dengan diabetes. Pada penelitian, model diabetes mellitus dibuat dengan menginduksi mencit jantan galur Balb-C dengan streptozotocin dosis 100 mg/kg BB pada hari ke-1 dan dosis 50 mg/kg BB pada hari ke-14. Streptozotocin dilarutkan dalam pembawa dapar sitrat pH 4.8 dan diberikan melalui rute intraperitoeal. Kadar glukosa darah acak (GDA) diukur pada hari ke-0, 14 dan 21. Rata-rata kadar GDA pada mencit meningkat secara bermakna pada hari ke-21 dari 112.35 ± 4.51 mg/dL menjadi 226.12 ± 17.25 mg/dL (F(1,19) = 8.042 ; p = 0.011). ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga Skripsi pengaruh pemberian... Debra Dorotea xi Mencit yang telah mengalami diabetes mellitus diberikan suspensi vanadil sulfat dalam CMC Na sekali sehari selama 7 hari berturut-turun dengan dosis 5, 30, atau 100 mg/kg BB. Kadar GDA kemudian diukur pada hari ke-28. Hasil pengukuran GDA setelah mencit mendapatkan treatment dengan vanadil sulfat menunjukkan penurunan kadar GDA secara bermakna (F (4,16) = 13.716, p < 0.001). Berikut adalah penurunan kadar GDA pada mencit yang menerima vanadil sulfat : dosis 5 mg/kg BB, GDA menurun dari 281.80 ± 35.45 mg/dl menjadi 95.60 ± 20.43 mg/dl (p<0.001); dosis 30 mg/kg BB, GDA menurun dari 232.25 ± 21.09 mg/dl menjadi 110.25 ± 22.14 (p<0.001) mg/dl; dosis 100 mg/kg BB, GDA menurun dari 242.67 ± 30.07 mg/dl menjadi 62.67 ± 21.61 mg/dl (p<0.001). Kemudian mencit dimatikan, diambil jaringan pankreas dan disimpan dalam dapar formalin pH 6.8 untuk kemudian dipreparasi secara histokimia dengan aldehyde fuchsin dan secara imunohistokimia dengan antibodi yang sesuai untuk diamati di bawah mikroskop. Pada pengamatan histokimia, tampak bahwa vanadil sulfat dapat memperbaiki morfologi sel β pankreas yang mengalami kerusakan akibat induksi streptozotocin yang bekerja spesifik pada sel β pankreas. Pada pengamatan kualitatif dengan mikroskop, perbaikan dan proliferasi ditandai dengan meningkatnya granul sel β yang tersusun rapat dengan batas antar sel yang jelas pada islet Langerhans pankreas. Pemberian vanadil sulfat pada mencit dengan diabetes memberikan peningkatan yang bermakna pada jumlah sel β tiap islet Langerhans (F (4,20) = 17.123, p < 0.001) dan juga pada diameter islet Langerhans pankreas (F (4,37) = 16.696, p < 0.001). Jumlah rata- rata sel β dalam islet Langerhans mencit diabetes adalah 41.60 ± 2.20 sedangkan diameter isletnya adalah 93.33 ± 9.68 μm. Jumlah sel β pankreas dan diameter islet Langerhans mencit yang menerima vanadil sulfat mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan kelompok diabetes. Berikut adalah jumlah sel β pankreas dan diameter islet Langerhans mencit yang menerima vanadil sulfat : dosis 5 mg/kg BB, jumlah sel β 49.80 ± 11.01 (p=0.881) dan diameter islet 106.25 ± 8.07 μm (p=0.529); dosis 30 mg/kg BB, jumlah sel β 94.80 ± 13.54 (p<0.001) dan diameter islet 207.50 ±15.49 μm (p=0.004); dosis 100 mg/kg BB, jumlah sel β 132.80 ± 12.48 (p<0.001) dan diameter islet 216.25 ± 23.38 μm (p<0.001). Peningkatan jumlah sel β tiap islet Langerhans dan diameter islet Langerhans yang bermakna menunjukkan adanya peningkatan proliferasi sel β pankreas mencit diabetes yang mendapatkan vanadil sulfat. Pada kondisi homeostasis normal, diperlukan adanya keseimbangan antara proliferasi dan apoptosis sebagai mekanisme yang meregulasi populasi sel. Oleh karena itu dilakukan pengamatan apoptosis sel β pankreas pada mencit diabetes yang menerima treatment vanadil sulfat. Pengamatan dilakukan secara molekuler pada proses fragmentasi DNA menggunakan pewarnaan BrdU dengan metode TUNEL. Peningkatan dosis vanadil sulfat menunjukkan semakin berkurangnya sel β pankreas yang mengalami apoptosis dan terlabeli oleh BrdU. Dari hasil pengamatan baik secara histokimia maupun imunohistokimia, tampak efek perlindungan vanadil sulfat terhadap sel β pankreas. Vanadil sulfat menurunkan apoptosis sel β pankreas dan meningkatkan proliferasi sel β pankreas yang selamat dari kerusakan akibat kondisi diabetes mellitus. Translation:

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK 2 FF 199/11 Dor p
Uncontrolled Keywords: BLOOD SUGAR ; DIABETES MELLITUS
Subjects: R Medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
DEBRA DOROTEA, 050610120UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorJunaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D., Apt.UNSPECIFIED
ContributorIMAM SUSILO, Dr. H. dr.,Sp.PA(K)UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 12 Oct 2011 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 17:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9801
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item