PENGARUH CARA PENYALUTAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN PROFIL PELEPASAN MIKROPARTIKEL TEOFILIN-ALGINAT-CHITOSAN (Dibuat dengan metode orifice-ionic gelation menggunakan penyalut chitosan)

MIKY NURHARIADI, 050610072 (2010) PENGARUH CARA PENYALUTAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN PROFIL PELEPASAN MIKROPARTIKEL TEOFILIN-ALGINAT-CHITOSAN (Dibuat dengan metode orifice-ionic gelation menggunakan penyalut chitosan). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-mikynurhar-20144-ff2011-k.pdf

Download (606kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-mikynurhar-16893-ff2011-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dibuat dengan metode orifice-ionic gelation menggunakan penyalut chitosan) Teofilin adalah alkaloida turunan xantin yang memiliki efek relaksasi otot polos, terutama otot polos bronkus (bronkodilatasi). Teofilin memiliki waktu paruh plasma 3-9 jam, rasa yang pahit, dan dapat menyebabkan iritasi lambung. Untuk mengatasi hal teresebut, maka teofilin dikembangkan sebagai mikropartikel yang mampu mengurangi iritasi lambung, menutupi rasa pahit, serta menghambat pelepasan obat. Mikropartikel adalah partikel padat yang berbentuk sferis berukuran 1 – 1000 μm. Mikropartikel terbuat dari bahan inti yang disalut dengan bahan penyalut seperti polimer. Beberapa polimer yang bisa dan sering digunakan pada pembuatan mikropartikel antara lain Na alginat dan chitosan. Natrium alginat merupakan polimer polianion digunakan dalam pembuatan mikropartikel karena biokompatibel, biodegradabel dan larut dalam air. Sedangkan chitosan merupakan polisakarida kation yang pada kondisi pH basa atau netral, mengandung gugus amino bebas dan tidak larut air. Kombinasi polimer akan membentuk matriks yang bisa meningkatkan stabilitas penyerapan bahan obat melalui reaksi polikationik-polianionik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membentuk mikropartikel teofilin dengan polimer kombinasi alginat-chitosan dengan bahan penyambung silang CaCl2 menggunakan dua cara penyalutan yang berbeda. Mikropartikel dibuat dengan metode orifice-ionic gelation menggunakan cara I dimana polimer penyalut (chitosan) dicampur dengan bahan penyambung silang dengan perbandingan teofilin-alginat-chitosan 1:1:1 (F1) dan 1:0,5:1 (F2). Selain itu, mikropartikel dibuat dengan menggunakan cara II dimana penyalutan dilakukan setelah mikropartikel terbentuk dengan perbandingan teofilin-alginat-chitosan 1:1:1 (F3) dan 1:0,5:1 (F4). Mikropartikel yang dihasilkan diperiksa mutu fisik (morfologi mikropartikel, distribusi ukuran partikel), kandungan bahan obat dan profil pelepasannya. Hasil pemeriksaan morfologi mikropartikel teofilin-alginat-chitosan menujukkan bahwa mikropartikel yang dibuat dengan menggunakan cara II memiliki ukuran yang lebih kecil serta bentuk yang lebih sferis dan halus. Pemeriksaan ukuran partikel menunjukan bahwa diameter rata-rata mikropartikel F1, F2, F3, dan F4 secara berturut-turut adalah 1261,47 µm, 1248,75 µm, 1106,93 µm, dan 1121,15 µm. Hasil ini menunjukkan bahwa mikropartikel yang dibuat dengan menggunakan cara II memiliki diameter rata-rata yang lebih kecil. Hasil pemeriksaan kandungan teofilin dilakukan dalam media cairan lambung buatan (pH 1,2) dan didapatkan hasil berturut-turut untuk F1 sebesar 15,88±0,23%, F2 sebesar 15,89±0,07%, F3 sebesar 16,73±0,26%, F4 sebesar 29,42±0,29%. Hasil uji pelepasan diperoleh data laju pelepasan pada media cairan lambung buatan tanpa pepsin pH 1,2 untuk F1, F2, F3, dan F4 berturut-turut adalah F1 = 5,3362 ± 0,33 mg/menit1/2, F2 = 10,2033 ± 0,22 mg/menit1/2, F3 = 8,3768 ± 0,08 mg/menit1/2, F4 = 9,1796 ± 0,09 mg/menit1/2. Pelepasan teofilin dari mikropartikel jauh lebih kecil dibandingkan dengan teofilin substansinya, hal ini menunjukkan bahwa matriks alginat-chitosan yang terbentuk mampu menahan laju pelepasan teofilin. Pada uji pelepasan diperoleh data laju pelepasan dalam media dapar fosfat pH 6,8 untuk F1, F2, F3, dan F4 berturut-turut adalah F1 = 7,6284 ± 0,22 mg/menit1/2 ; F2 = 8,5786 ± 0,36 mg/menit1/2 ; F3 = 5,9814 ± 0,58 mg/menit1/2 ; F4 = 11,1290 ± 0,26 mg/menit1/2. Pelepasan teofilin dari mikropartikel jauh lebih kecil dibandingkan dengan teofilin substansinya, hal ini menunjukkan bahwa matriks alginat-chitosan yang terbentuk mampu menahan laju pelepasan teofilin. Pelepasan teofilin mengalami peningkatan dengan menurunnya jumlah alginat baik untuk cara I maupun cara II. Pelepasan teofilin dari mikropartikel teofilin-alginat-chitosan yang dibuat dengan cara II lebih lambat pada media cairan lambung buatan tanpa pepsin pH 1,2 dan lebih cepat pada media dapar fosfat pH 6,8 dibanding mikropartikel teofilin-alginat-chitosan yang dibuat dengan cara I Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan cara penyalutan memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisik, kandungan bahan obat, dan profil pelepasan mikropartikel. Selanjutnya perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai pembuatan dengan cara II dengan penambahan bahan penyambung silang kedua untuk meningkatkan efektifitas penyalutan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK 2 FF. 201/11 Nur p
Uncontrolled Keywords: ALGINATES ; CHITUSAN
Subjects: R Medicine
R Medicine > R Medicine (General) > R5-130.5 General works
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
MIKY NURHARIADI, 050610072UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorRETNO SARI, Dra. M.Sc., AptUNSPECIFIED
ContributorM. AGUS SYAMSUR RIZAL, S.Si., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Deby Felnia
Date Deposited: 12 Oct 2011 12:00
Last Modified: 25 Oct 2016 18:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9803
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item