Perlindungan Hukum Terhadap Guru Dalam Menegakkan Disiplin Siswa Di Sekolah

Erick Herlambang (2020) Perlindungan Hukum Terhadap Guru Dalam Menegakkan Disiplin Siswa Di Sekolah. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN DEPAN)
JUDUL.pdf

Download (168kB)
[img] Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (52kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
DAFTAR ISI.pdf

Download (50kB)
[img] Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (107kB)
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only until 1 September 2023.

Download (149kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only until 1 September 2023.

Download (146kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only until 1 September 2023.

Download (50kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR BACAAN.pdf

Download (65kB)
[img] Text (KESEDIAAN PUBLIKASI)
Pernyataan Kesediaan Publikasi.pdf

Download (243kB)
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tipe penelitian yang digunakan dalam tesis ini adalah yuridis normatif (legal research), dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach). Permasalahan dalam tulisan ini yaitu: Bentuk-bentuk penegakan disiplin siswa di sekolah yang berimplikasi pidana, Ratio Decidendi putusan pengadilan yang menjatuhkan pidana terhadap guru dalam mengakkan disiplin siswa di sekolah. Terdapat beberapa contoh jenis tindakan kekerasan yang sering terjadi di sekolah sebagaimana diatur didalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, yaitu: kekerasan fisik adalah perbuatan yang mengakibatkan rasa sakit atau luka berat. Kekersan fisik diatur dalam Pasal 76C dan 76E Undang-Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Beberapa contoh yang dikategorikan sebagai kekerasan fisik, seperti: memukul, menimpuk, menampar, membuat memar, membuat luka ringan maupun berat dan sebagainya. Kekerasan psikis merupakan perbuatan yang mengakibatkan kerugian, baik materil maupun moril sehingga menghambat fungsi sosial terhadap anak. Kekerasan psikis ini biasanya menyerang emosional dari diri korban, yang ditandai dengan kecaman atau kata-kata yang merendahkan korban (Anak), pada umumnya kekerasan psikis selalu diikuti bentuk kekerasan lainnya. Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76A huruf a dan b Undang-Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Kekerasan seksual. Perbuatan yang didakwakan kepada terdakwa telah terbukti, namun tidak masuk dalam lingkup hukum pidana Oleh sebab itu hakim menjatuhkan putusan lepas dari segala tuntutan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 191 ayat (2) KUHAP. Didalam persidangan memang terungkap bahwa terdakwa benar-benar melakukan tindak pidana, tetapi oleh hukum yang bersangkutan tidak dapat dipidana. Terdapat keadaan-keadaan istimewa yang menyebabkan terdakwa tidak dipidana Undang-undang. Terdapat alasan pemaaf sehingga guru tidak dapat dihukum yaitu sebab menjalankan perintah undang-undang dalam hal melakukan kegiatan mendidik siswa. Dimana dalam melakukan kegiatan mendidik ini, guru diberikan perlindungan hukum oleh undang-undang bahkan didalam uu guru dan dosen, guru diberi kebebasan untuk memberikan sanski kepada peserta didiknya.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK2 TH 43/20 Her P
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum, Guru, Pengakan Disiplin
Subjects: K Law
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K3740-3762 Education
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Ilmu Hukum
Creators:
CreatorsNIM
Erick HerlambangNIM031814153066
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ContributorSarwirini,NIDN'0029096007
Depositing User: Ani Sistarina
Date Deposited: 01 Sep 2020 05:25
Last Modified: 01 Sep 2020 05:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/98266
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item