PENENTUAN PARAMETER BIOAVAILABILITAS ANDROGRAFOLIDA DAN KURKUMIN DARI CAMPURAN EKSTRAK HERBA SAMBILOTO (Andrographi.s paniculata Nees.) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DALAM SERUM KELINCI MENGGUNAKAN HPLC

Krisyanti Budipramana, FE (2009) PENENTUAN PARAMETER BIOAVAILABILITAS ANDROGRAFOLIDA DAN KURKUMIN DARI CAMPURAN EKSTRAK HERBA SAMBILOTO (Andrographi.s paniculata Nees.) DAN RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica Val.) DALAM SERUM KELINCI MENGGUNAKAN HPLC. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-budipraman-14456-kkbkk-2-p.pdf

Download (778kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) memiliki senyawa utama yaitu andrografolida dapat digunakan sebagai antikanker melalui mekanisme protein linked DNA breaks sehingga menahan proses replikasi sel pada fase GO/G1. Rimpang kunyit yang mengandung senyawa kurkumin memiliki efek antikarsinogenik melalui pengaktifan jalur kapase 9 dan kapase 3 yang dapat menginduksi apoptosis.\ Pada penelitian terdahulu tentang campuran sambiloto dan kunyit secara in vitro telah terbukti memiliki aktivitas antikanker terhadap sel kanker payudara tipe TD47. Penelitian ini melanjutkan penelitian in vitro berupa studi in vivo untuk menentukan parameter bioavailabilitas (Cmax, tmax, AUC) andrografolida dan kurkumin dari ekstrak etanol herba sambiloto (Andrographis paniculata Nees.) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) dalam serum kelinci pada interval waktu tertentu setelah pemberian per oral. Hewan coba yang digunakan pada penelitian ini, yaitu 3 ekor kelinci jantan, ras New Zealand yang berumur 4 bulan. Setiap ekor kelinci diberi kapsul yang mengandung ekstrak sambiloto setara dengan 6,3 mg andrografolida dan ekstrak kunyit yang setara dengan 6,3 mg kurkumin, langsung ke dalam lambung kelinci melalui feeding tube dan dicuci dengan aqudes 5 ml. Sampel darah diambil melalui vena marginal telinga pada interval waktu ke 15, 30, 45, 60, 90, 120, 240, 480 menit setelah pemberian obat dan dilakukan preparasi sampel kemudian disuntikkan ke HPLC. HPLC yang digunakan adalah tipe Agilent 1100 series dengan kolom Nucleodur C18 (150 x 4,0 mm x 5µm); detektor Diode Array; fase gerak metanol : air = 60:40; a. 230 nm untuk penentuan andrografolida sedangkan untuk penentuan kurkumin digunakan fase gerak asetonitril : asam asetat 1% = 50:50, ?. 425 nm. Parameter bioavailabilitas yang diperoleh untuk andrografolida, yaitu tmaks= 60-90 menit, Cmaks = 3,060 - 4,410 ppm, AUC 0.480 = 541,0575-684,8413 p.g.ml/menit. Setelah pemberian andrografolida dan kurkumin dalam bentuk ekstrak sambiloto dan kunyit, andrografolida masuk dalam sirkulasi sistemik dan menghasilkan profil kadar dalam serum kelinci sedangkan kurkumin tidak dapat dideteksi di dalam darah sehingga tidak dapat ditentukan parameter bioavailabilitas kurkumin. Perlu penelitian lebih lanjut berupa peineriksaan kurkumin dalam bentuk campuran dari ekstrak sambiloto dan rimpang kunyit dalam jaringan tubuh dan dalam rangka meningkatkan bioavailabiltas kurkumin dapat digunakan piperin untuk meningkatkan kelarutan kurkwnin, liposomal kurkwnin, kurkumin dengan ukuran nano partikel, fosfolipid kompleks, dan struktur yang serupa dengan kurkumin (EF-24).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 199-10 Bud p (Fulltext tidak tersedia/Fulltext not available)
Uncontrolled Keywords: CURCUMIN; DENSITOMETRY
Subjects: R Medicine
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmakognosi Fitokimia
Creators:
CreatorsEmail
Krisyanti Budipramana, FEUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAty Widyawaruyanti, Dr., M. Si.UNSPECIFIED
ContributorSukardiman, Prof. Dr., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 29 Mar 2011 12:00
Last Modified: 29 Jul 2016 02:45
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9857
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item