PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING UNTUK MENGHITUNG HARGA POKOK BEDAH OPERASI CAESAR BESERTA KAMAR RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT MARDI WALUYO BLITAR

DHANI ANDIKA, 040630929 (2008) PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING UNTUK MENGHITUNG HARGA POKOK BEDAH OPERASI CAESAR BESERTA KAMAR RAWAT INAP PADA RUMAH SAKIT MARDI WALUYO BLITAR. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-andikadhan-16599-abstrak-p.pdf

Download (338kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-andikadhan-13949-a4810-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (756kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Dari hasil penelitian tersebut sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa penerapan metode ABC pada perhitungan bedah caesar dan kamar rawat inpa menghasilkan beberapa sumber aktivitas yang pada akhirnya memicu munculnya biaya. Aktivitas yang terjadi pada kamar rawat inap adalah aktivitas pendataan, aktivitas perawatan pasien oleh perawat, aktivitas kunjungan dokter, aktivitas pencucian, aktivitas pembersihan kamar, aktivitas pemberian fasilitas, aktivitas pemberian makan. Dan pada bedah caesar aktvitas yang terjadi adalah administrasi atau pendataan, aktivitas penanganan operasi dan aktivitas fasilitas. Pembebanan biaya dengan menggunakan metode ABC pada penentuan kamar rawat inap dan bedah operasi caesar menghasilkan tidak hanya satu cost driver. Pada kamar rawat inap terdapat cost driver antara lain : Jumlah pemakaian tempat tidur, jam perawat, jumlah pasien, luas lantai, Kwh dan Jumlah kamar dalam rawat inap. Tentu saja cost driver ini disesuaikan berdasarkan aktivitas-aktivitas yang terjadi. Hasil tarif harga pokok yang dihasilkan oleh metode ABC ternyata jauh lebih tinggi dibanding dengan tarif yang digunakan oleh Rumah Sakit. Tarif untuk kamar pavilion 1 jika dihitung dengan menggunakan metode ABC senilai Rp. 372,573.49. dan metode rumah sakit seharga Rp. 175.000, hasil perhitungan untuk metode abc dapat dilihat pada tabel 4.21. pada kelas pavilion 2 jika dihitung dengan metode ABC kamar tarif senilai Rp. 238,037.86 jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan metode Rumah Sakit yang menyajikan tarif senilai Rp. 125.000. perhitungan metode ABC dapat dilihat pada tabel sebelumnya yaitu pada tabel 4.21. Pada kelas pavilion 3 metode ABC menyajikan tarif kamar rawat inap seharga Rp. 169,478.85. dan metode rumah sakit seharga Rp. 100.000. pada kelas 1 metode ABC menghitung tarif sebesar Rp. 104,788 dan metode rumah sakit seharga Rp 60,000. Pada kelas 2 metode ABC menghitung tarif kamar seharga Rp. 85,552 sedangkan metode rumah sakit mematok harga sebesar Rp. 30.000. Dan untuk kelas 3 metode ABC memperhitungkan senilai Rp. 68,278 sedangkan metode Rumah Sakit senilai Rp. 15,000 Untuk operasi bedah caesar cost driver yang muncul adalah banyaknya keseluruhan operasi bedah dan dengan banyaknya operasi bedah caesar. Pada bedah caesar jika digunakan metode ABC maka hanya terdapat satu tarif saja. Yaitu sebesar Rp. 3,383,897.04. Hal ini terjadi karena sumber daya dan aktivitas yang dikonsumsi oleh semua kelas adalah sama. Sehingga menurut ABC tidak ada perbedaan tarif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 A 48/10 And p
Uncontrolled Keywords: ACTIVITY BASED COSTING MANAGEMENT HOSPITAL
Subjects: H Social Sciences
R Medicine
R Medicine > RD Surgery
R Medicine > RD Surgery > RD92-97.8 Emergency surgery. Wounds and injuries
T Technology > TH Building construction > TH900-915 Construction equipment in building
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Creators:
CreatorsEmail
DHANI ANDIKA, 040630929UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHABIBURROCHMAN, ,SE.,M.Si.,AK.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Shela Erlangga Putri
Date Deposited: 18 Mar 2011 12:00
Last Modified: 01 Jul 2016 01:17
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/988
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item