VALIDASI METODE BIOAUTOGRAFI UNTUK PENETAPAN KADAR KLORAMFENIKOL

Meliana Susanti, FF (2008) VALIDASI METODE BIOAUTOGRAFI UNTUK PENETAPAN KADAR KLORAMFENIKOL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-susantimel-14585-kkbkk-2-v.pdf

Download (733kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penggunaan kloramfenikol pada sampel produk pertanian dan peternakan ditujukan untuk mencegah penyakit yang disebabkan bakteri. Kandungan residu kloramfenikol yang tinggi dalam produk-produk tersebut dapat membahayakan kesehatan konsumen. Kontrol terhadap residu kloramfenikol dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif, baik itu dengan metode kimia atau metode mikrobiologi. Metode kimia yang sering digunakan untuk analisis kloramfenikol adalah KLT (Kromatografi Lapis Tipis) dan HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Secara mikrobiologi dilakukan uji aktivitas. Tetapi dengan metode kimia tersebut hanya akan diperoleh jumlah kandungan kloramfenikol saja, sedangkan uji aktivitas hares dilakukan tersendiri. Metode alternatif yang sederhana dan murah untuk menetapkan kadar residu kloramfenikol adalah bioautografi. Metode bioautografi merupakaan metode gabungan antara KLT dengan uji aktivitas. Dengan bioautografi dapat ditentukan jumlah residu sekaligus diketahui bagaimana aktivitas kloramfenikol. Dari kromatogram KLT dapat diketahui jumlah komponen dalam sampel berdasarkan jumlah noda. Sedangkan dari bioautogram dapat diketahui informasi jumlah komponen yang memiliki aktivitas daya hambat terhadap mikroba uji, baik kualitatif maupun kuantitatif. Untuk dapat diaplikasikan pada produk pertanian dan petemakan, metode bioautografi untuk determinasi kloramfenikol perlu divalidasi. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan metode bioautografi untuk penetapan kadar kloramfenikol mempunyai harga parameter validasi memenuhi syarat yang ditentukan. Parameter validasi yang digunakan meliputi linearitas, akurasi, presisi, dan limit deteksi. Pada uji bioautografi digunakan larutan kloramfenikol p.a. dalam aseton, ditotolkan pada fase diam silika gel F254 sebanyak 6 µL. Fase gerak yang digunakan adalah kloroform : metanol (80 : 20). Sedangkan bakteri uji yang digunakan adalah Escherichia coli ATCC 25922, dengan media pertumbuhan Nutrient Agar dan suhu inkubasi 37°C. Hasil uji validasi didapatkan hubungan linear antara logaritma konsentrasi dengan diameter zona hambat pada konsentrasi kloramfenikol antar 100 ppm hingga 200 ppm. Persamaan regresi linear yang dihasilkan adalah Y = 2.8468X – 4.3655, dengan harga r = 0.9615, dan Vxo = 1.8129%. Harga akurasi dan presisi berturut-turut adalah 96.2348% ± 4.7746 dan 2.8939% ± 2.3477. Harga limit deteksi adalah 0.06 µg. Harga parameter-parameter validasi tersebut memenuhi persyaratan yang ditentukan, sehingga dapat disimpulkan metode bioautografi dapat diaplikasikan untuk penetapan kadar kloramfenikol. Untuk memudahkan pengukuran diameter zona hambat pada uji bioautografi, diperlukan ukuran koloni mikroba uji yang homogen, sehingga batas zona hambat dapat diamati dengan jelas. Oleh karena itu, disarankan agar media perbenihan bioautografi divortex lebih lama sehingga homogen, tetapi tidak sampai memadat kembali.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 106-10 Sus v (Fulltext tidak tersedia/Fulltext not available)
Uncontrolled Keywords: CHLORAMPHENICOL
Subjects: Q Science
Q Science > QD Chemistry
Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Meliana Susanti, FFUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHj. Isnaeni, Dr., Apt., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 30 Mar 2011 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 09:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9882
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item