UJI EFEKTIVITAS IN VITRO OBAT SARIAWAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN Cassia alata Linn DALAM BASIS CMC Na (Terhadap Candida albicans)

Hilmah, FF (2008) UJI EFEKTIVITAS IN VITRO OBAT SARIAWAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN Cassia alata Linn DALAM BASIS CMC Na (Terhadap Candida albicans). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-hilmah-14591-kkbkk-2-u.pdf

Download (971kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Mulut adalah salah satu bagian tubuh yang cukup vital karena diperlukan untuk aktivitas keseharian, seperti berbicara, makan dan minum. Masalah mulut yang paling sering muncul adalah sariawan. Sariawan yang dalam istilah kedokteran disebut stomatitis aftosa rekuren atau lebih populer dengan oral thrush merupakan suatu infeksi superfisial dari lapisan atas epitelium mukosa mulut dan mengakibatkan terbentuknya plak atau flek putih pada permukaan mukosa. Candida albicans adalah jamur yang paling sering dijumpai dalam sariawan (Vernon, 1992). Nistatin merupakan preparat kimia yang bersifat fungistatik maupun fungisid terhadap jamur Candida albicans. Nistatin yang dijual di pasaran tersedia dalam berbagai macam bentuk sediaan, di antaranya adalah salep dengan dosis 100.000 UI/g salep atau 3,33% (Department of Pharmaceutical Sciences, 1982). Harga yang relatif tinggi dan efek samping yang dapat ditimbulkan membuat masyarakat mencari alternatif pengobatan yang lebih aman namun tetap efektif. Salah satu tanaman yang telah dimanfaatkan sebagai obat secara tradisional adalah ketepeng Gina (Cassia alata Linn). Ekstrak daun, bunga dan kulit kayu dari Cassia alata, Cassia sieberiana dan Cassia occidentalis telah diuji aktivitas antifungi terhadap Candida albicans. Pada konsentrasi 8%, 12% dan 16% ekstrak terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan jamur. Seluruh ekstrak memberikan aktivitas antifungi yang signifikan namun ekstrak Cassia alata adalah yang paling poten (Abo et al., 1998). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan efektivitas sediaan gel ekstrak etanol daun Cassia alata Linn dalam basis CMC Na sebagai antifungi secara in vitro terhadap Candida albicans. Pada penelitian ini dilakukan uji pendahuluan ekstrak etanol daun Cassia alata Linn dibandingkan dengan nistatin. Hasilnya menunjukkan bahwa nistatin pada konsentrasi 25, 100, 150, 200 dan 250 ppm memberikan daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, sedangkan ekstrak etanol daun Cassia alata Linn yang diuji pada konsentrasi 25-5000 ppm hanya efektif pada konsentrasi 160, 200 dan 250 ppm. Peningkatan konsentrasi mulai 300 ppm tidak efektif, diduga terjadi hambatan pelepasan bahan aktif (asam krisofonat) dari ekstrak. Ekstrak etanol daun Cassia alata Linn dengan konsentrasi 200 ppm memiliki diameter zona hambat (2,07 cm) yang hampir sama dengan nistatin pada konsentrasi 150 ppm (2,09 cm). Oleh karena itu, dalam pembuatan sediaan ekstrak etanol daun Cassia alata Linn dimulai pada konsentrasi 3,55% yang merupakan konsentrasi terendah yang diuji berdasarkan konversi kadar efektif ekstrak pada uji pendahuluan terhadap konsentrasi nistatin (3,33% b/b) yang beredar di pasaran. Konsentrasi ekstrak dalam sediaan selanjutnya (8, 12, 16, 20 dan 25% b/b) disesuaikan dengan hasil penelitian Abo et, al. Sebagai sediaan kontrol positif digunakan nistatin dengan konsentrasi 3,33% (b/b). Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji karakteristik sediaan (pengamatan organoleptis, pengukuran pH, pengukuran daya mucoadhesive) dan uji efektivitas. Uji efektivitas dilakukan secara in vitro dengan melihat daya hambat pertumbuhan mikroba menggunakan metode pencadang cetak lubang (sumur). Uji karakteristik fisik yang dilakukan pertama adalah pengamatan organoleptis. Dari pengamatan organoleptis diketahui bahwa sediaan mempunyai warna sesuai dengan bahan aktif yang ditambahkan. Penambahan nistatin memberikan warna kuning, sedangkan penambahan ekstrak memberikan warna hijau yang meningkat intensitasnya seiring dengan peningkatan kadar ekstrak yang ditambahkan. Sediaan mempunyai bau khas sesuai bahan aktifnya. Dari hasil pengukuran pH didapatkan hasil pH basis sebesar 6,82+0,02 dan pH kontrol positif 6,32+0,02; sedangkan nilai pH Formula I hingga Formula VIII secara berurutan adalah sebagai berikut: 6,21+0,01; 5,90+0,03; 5,74+0,02; 5,31+0,01; 5,25+0,01; 5,18+0,01; 5,14+0,01 dan 5,05+0,02. Keseluruhan formula memberikan nilai yang sesuai dengan pH oral mucous. Penambahan nistatin maupun ekstrak etanol dawn Cassia alata Linn menurunkan pH sediaan, tetapi penurunan pH oleh ekstrak lebih besar dibanding nistatin. Semakin besar konsentrasi ekstrak yang ditambahkan pada sediaan, secara umum membuat pH sediaan menjadi lebih asam. Dari hasil pengukuran didapatkan hasil daya mucoadhesive basis terhadap pembanding sebesar 90,49 ± 0,45 % dan kontrol positif sebesar 90,74 ± 0,45%. Daya mucoadhesive Formula I hingga Formula VIII terhadap pembanding secara berurutan adalah sebagai berikut : 85,86+0,89; 86,38+1,54; 89,20+1,18; 89,56+0,18; 86,99+0,56; 90,23+0,77; 86,63+0,45 dan 87,40+0,45%. Keseluruhan formula sediaan memberikan nilai daya mucoadhesive yang lebih kecil dibandingkan sediaan pembanding (Kenalog , suatu sediaan yang ditujukan untuk pengobatan lesi di daerah mukosa). Dan hasil uji efektivitas sediaan diketahui bahwa seluruh sediaan uji dan formula basis tidak efektif dalam menghambat jamur Candida albicans, sedangkan kontrol positif efektif. Basis, tween 80 maupun etanol 96% tidak mempengaruhi hasil karena pada uji efektivitas tidak memperlihatkan daya hambat. Hasil uji efektivitas sediaan nistatin (kontrol +) dengan konsentrasi 3,33% (bib) memberikan zona hambat (1,06 cm) yang lebih kecil bila dibandingkan dengan diameter zona hambat larutan nistatin (2,82 cm) pada konsentrasi 250 ppm (0,025%). Hasil tersebut menguatkan dugaan bahwa ada hambatan pelepasan bahan aktif oleh basis. Dari penelitian ini disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan melakukan penggantian basis yang memiliki afinitas terhadap bahan aktif dan viskositas yang lebih rendah dibandingkan CMC Na (5%), serta dapat pula dengan mengganti bentuk sediaan menjadi cairan agar tidak terjadi hambatan pelepasan bahan aktif

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 108-10 Hil u (fulltext tidak tersedia/Fulltext not available)
Uncontrolled Keywords: MEGAKARYOCYTES; MEDICINAL PLANTS; CASSIA (GENUS)
Subjects: Q Science
Q Science > QD Chemistry
Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsEmail
Hilmah, FFUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorNoorma Rosita, Dra., MSi., Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 30 Mar 2011 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 10:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9884
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item