STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS ANAK (Studi di SMF limn Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya)

Evy Sari Sutrisnaningsih, FF (2008) STUDI PENGGUNAAN OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS ANAK (Studi di SMF limn Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-sutrisnani-14668-kkbkk-2-s.pdf

Download (767kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TB) pada anak di Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah Cina dan India. Sampai saat ini TB masih merupakan masalah kesehatan sehingga disebut the reemerging disease. Permasalahan TB anak di bidang farmasi meliputi regimentasi dosis, jenis/macam obat yang diberikan, terjadinya efek samping obat serta interaksi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Oleh karena itu, perlu adanya studi awal pengunaan obat yang berguna untuk mengetahui profil terapi tuberkulosis pads anak. (Rahajoe, 2007, WHO, 2007). Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pola penggunaan obat pada pasien TB anak, mempelajari keterkaitan terapi obat dengan data laboratorium, data radiologis, data mikrobiologi, dan data klinis serta mengidentifikasi Drug Related Problems meliputi efek samping, interaksi obat. Penelitian dilakukan secara retrospektif pada pasien TB anak yang menjalani rawat inap di SMF Ilmu Kesehatan Anak RSU Dr. Soetomo Surabaya dengan periode KRS (Keluar Rumah Sakit) antara 1 Juli 2007 hingga 29 Februari 2008 dan didapatkan 36 pasien TB anak dengan pasien laki-laki (53%) dan perempuan (47%). Diagnosis pads pasien TB anak ialah TB pare (25%), TB milier (17%), dan Spondilitis TB (14%). Macam kombinasi OAT yang digunakan pada penelitian ini adalah kombinasi Isoniazid + Rifampisin + Pirazinamid + Streptomisin (HRZS) (58%), kombinasi Isoniazid + Rifampisin + Pirazinamid (HRZ) (21%), kombinasi (Isoniazid + Rifampisin + Pirazinamid + Ethambutol) HRZE (6%), HR (6%), kombinasi HRS (3%), penggantian kombinasi HRZE menjadi HRZS (3%) serta penggantian kombinasi HRZS menjadi HRZE (3%). Penyakit penyerta dari tuberkulosis ialah gizi kurang (9 pasien), gizi buruk (8 pasien), sedangkan komplikasi penyakit tuberkulosis ialah edema cerebri (2 pasien). Dosis yang digunakan pada terapi OAT didapatkan pads pedoman nasional tuberkulosis anak dengan acuan dasar pedoman WHO yaitu berdasarkan berat badan, diberikan sekali setiap hari. Drug Related Problems yang teridentifikasi potensial terjadi pada penelitian ini adalah efek samping dan interaksi obat, sedangkan resistensi obat tidak dapat diketahui karena keterbatasan data yang tersedia. Oleh sebab itu, perlu adanya penelitian lebih lanjut saat pasien telah keluar rumah sakit dan menjalani rawat jalan pada poli paru untuk mengetahui hasil akhir dari terapi OAT yang telah diberikan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 45-10 Sut s (Fulltext tidak tersedia/Fulltext not available)
Uncontrolled Keywords: TUBERCULOSIS IN CHILDREN; DRUG USE
Subjects: R Medicine
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM300-666 Drugs and their actions
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmasi Klinis
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Evy Sari Sutrisnaningsih, FFUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorYulistiani, Dra, MSi, Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 31 Mar 2011 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 01:39
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9892
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item