PENGARUH KONSENTRASI NH4C1 TERHADAP PRODUKSI ENZIM PROTEOLITIK TERMOSTABIL ISOLAT Al LUMPUR LAPINDO

Febryna Hargyanti, FF (2008) PENGARUH KONSENTRASI NH4C1 TERHADAP PRODUKSI ENZIM PROTEOLITIK TERMOSTABIL ISOLAT Al LUMPUR LAPINDO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-hargyantif-14674-kkbkk-2-p.pdf

Download (860kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Enzim merupakan katalisator pilihan yang diharapkan dapat mengurangi dampak pencemaran dan pemborosan energi karena reaksinya tidak membutuhkan energi tinggi, bersifat spesifik, dan tidak beracun. Salah satu enzim dengan aplikasinya yang sangat luas dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi adalah enzim proteolitik. Dengan ditemukannya bakteri termofil Thermus thermophillus yang dapat hidup pada suhu di atas 80°C semakin membuka peluang untuk mendapatkan enzim proteolitik termostabil yaitu enzim proteolitik yang stabil pada suhu tinggi. Jika dibandingkan dengan enzim proteolitik dari tanaman, hewan, jamur, ataupun bakteri golongan lain, enzim proteolitik termostabil yang dihasilkan oleh bakteri termofil memiliki beberapa keuntungan antara lain: menghasilkan reaksi yang lebih cepat, menurunkan kontaminasi mikroba lain, dan enzim akan tetap stabil pada temperatur tinggi. Dalam penelitian ini, lumpur Lapindo yang berapa di Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo menjadi objek terpilih pengambilan isolat bakteri termofil karena spesifikasinya yang sesuai dengan habitat bakteri termofil. Salah satu faktor yang mempengaruhi produksi enzim proteolitik termostabil adalah sumber nitrogen sebagai salah satu suplai nutrisi yang diperlukan, sehingga konsentrasi sumber nitrogen terpilih diharapkan dapat mempengaruhi produksi enzim proteolitik termostabil. Sumber nitrogen terpilih yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah sumber nitrogen anorganik NH4C1 dengan alasan penggunaan nitrogen anorganik dapat menghindari variasi komposisi seperti yang terdapat dalam sumber nitrogen organik, membdahkan pengontrolan dalam proses produksi, dan diketahui bahwa NH4C1 memberikan aktivitas yang tinggi. NH4C1 yang digunakan diberikan dalam 4 konsentrasi yang berbeda, yaitu: 0,5%, 1%, 1,5%, 2%. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana produksi enzim proteolitik termostabil isolat Al Lumpur Lapindo yang dipengaruhi oleh konsentrasi NH4C1 dan berapa konsentrasi NH4C1 yang mampu menghasilkan enzim proteolitik termostabil maksimal dari isolat All lumpur Lapindo. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh konsentrasi NH4C1 terhadap produksi enzim proteolitik termostabil isolat Al lumpur Lapindo dan menentukan konsentrasi NH4C1 yang mampu menghasilkan enzim proteolitik termostabil maksimal dari isolat Al lumpur Lapindo. Dalam penelitian ini dilakukan pemilihan isolat uji yaitu isolat Al dengan indeks proteolitik yang terbesar, penentuan kurva pertumbuhan, kurva produksi, dan penentuan aktivitas enzim proteolitik yang dipengaruhi oleh NH4C1. Berdasarkan basil penelitian pada 5 media (media pepton, media NH4C1 dengan konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5%, 2%) yang berbeda dapat dilihat bahwa fase log dalam media pepton terjadi lebih cepat dibandingkan dalam media dengan 4 macam konsentrasi NH4C1 yang berbeda. Hal ini dimungkinkan karena kandungan sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh bakteri pada media pepton lebih kompleks jika dibandingkan dengan NH4C1. Kebutuhan nutrisi yang cukup rnenyebabkan bakteri dapat tumbuh dengan lebih cepat tanpa harus mengalami fase adaptasi yang cukup lama. Dengan bertambahnya konsentrasi NH4C1, bakteri akan beradaptasi dalam waktu yang lebih lama. Pengamatan produksi enzim dilakukan dengan mengukur aktivitas enzim setiap interval waktu inkubasi dengan metode CDU (Casein Digestion Unit). Metode ini didasarkan atas hidrolisis enzimatis oleh protease yang diuji dengan menggunakan substrat casein 1% pada pH 7, dan diikuti dengan pengendapan substrat yang tidak terhidrolisis menggunakan asam trikloroasetat (TCA) 0,2 N. Hasil hidrolisis terlarut diukur menggunakan spektrofotometer pada X 266,4 nm, ? terpilih larutan standar tirosin. Berdasarkan profil pengaruh konsentrasi NH4C1 terhadap produksi enzim proteolitik termostabil dapat diketahui bahwa aktivitas protease isolat Al pada media dengan 4 macam konsentrasi yang berbeda dari NH4C1 tidak lebih tinggi dibandingkan media pepton. Berdasarkan uji statistik yang dilakukan dengan metode Two Way ANOVA, aktivitas protease dalam media NH4C1 dengan konsentrasi 2% berbeda secara bermakna dengan aktivitas protease dalam media NH4C1 pada konsentrasi 0,5% dan 1%, namun tidak berbeda secara bermakna jika dibandingkan dengan media NH4C1 dalam konsentrasi 1,5%. Dengan mempertimbangkan cost-effective jika diaplikasikan dalam dunia industri, maka dipilih media produksi NH4C1 dengan konsentrasi 1,5%, namun untuk hasil yang lebih maksimal, media produksi NH4C1 dengan konsentrasi 1,5% dapat dikombinasikan dengan media basal pepton dengan konsentrasi yang lebih rendah.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 49-10 Har p (Fulltext tidak tersedia/Fulltext not available)
Uncontrolled Keywords: PROTEOLYTIC ENZYMES
Subjects: Q Science
Q Science > QD Chemistry
Q Science > QD Chemistry > QD1-999 Chemistry
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Febryna Hargyanti, FFUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorIsnaeni, Dr., MS, Apt.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 31 Mar 2011 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 02:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9896
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item