PENGARUH SISTEM NIOSOM SPAN 60 KOLESTEROL TERHADAP KARAKTERISTIK SEDIAAN DAN PENETRASI NATRIUM DIKLOFENAK DALAM BASIS GEL HEC

Aglifah Adharisma, FF (2008) PENGARUH SISTEM NIOSOM SPAN 60 KOLESTEROL TERHADAP KARAKTERISTIK SEDIAAN DAN PENETRASI NATRIUM DIKLOFENAK DALAM BASIS GEL HEC. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-adharismaa-14685-kkbkk-2-p.pdf

Download (876kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Natrium diklofenak merupakan bahan obat yang sukar larut dalam air dan bersifat hidrofob, maka dispersinya pada basis gel kurang merata dan sulit berdifusi sehingga mempengaruhi pelepasannya dan penetrasinya kurang optimal. Oleh karena itu, natrium diklofenak dibuat dalam bentuk sistem niosom campuran Span 60 dan kolesterol. Penelitian ini bertujuan menentukan pengaruh sistem niosom natrium diklofenak : Span 60 : kolesterol (1 : 6 : 6) terhadap karakteristik sediaan dan penetrasi natrium diklofenak dalam basis gel HEC. Evaluasi yang dilakukan adalah uji karakteristik sediaan, yang meliputi organoleptis dan pH, serta uji penetrasi dengan parameter fluks dan permeabilitas. Sebagai kontrol adalah sediaan gel natrium diklofenak tanpa bahan penyusun niosom, kemudian sediaan I yaitu sediaan gel natrium diklofenak dengan penambahan bahan penyusun niosom pada basis tanpa dibentuk sistem niosom, dan sediaan II yaitu sediaan gel natrium diklofenak dengan sistem niosom Span 60 – kolesterol. Data hasil pemeriksaan diuji statistika menggunakan one way ANOVA untuk melihat adanya perbedaan bermakna antar sediaan. Apabila harga F hitung ? F tabel maka menunjukkan adanya perbedaan bermakna minimal satu pasang data. Untuk mengetahui data yang mengalami perbedaan bermakna, dilakukan uji Honestly Significant Difference (HSD). Dari uji karakteristik niosom, didapatkan bahwa niosom yang dihasilkan memiliki konsistensi encer, berwarna putih susu dengan bau khas Span 60. Pada pemeriksaan basil pengamatan partikel niosom dengan menggunakan SEM, tidak terlihat adanya bulatan. Kemudian pada uji penjebakan niosom didapatkan rata-rata efisiensi penjebakan sebesar (74,33 ± 8,81)%. Hal ini menunjukkan bahwa niosom telah terbentuk namun preparasi SEM tidak sesuai untuk niosom. Berdasarkan hasil pemeriksaan homogenitas dan reprodusibilitas sediaan diperoleh seluruh harga % KV rerata kadar natrium diklofenak antar cuplikan dalam satu sediaan dan antar replikasi dalam satu formula < 6% sehingga memenuhi persyaratan yang ditentukan. Jadi dapat disimpulkan bahwa sediaan yang dibuat telah homogen dan reprodusibel. Berdasarkan pemeriksaan organoleptis sediaan gel natrium diklofenak didapatkan bahwa sediaan II memiliki konsistensi yang lebih encer dibandingkan dengan kontrol dan sediaan I, juga adanya Span 60 dan kolesterol dapat mempengaruhi warna dan bau sediaan. Pada pengukuran pH sediaan gel natrium diklofenak diperoleh pH sediaan kontrol sebesar 6,71 + 0,028, sediaan I sebesar 6,76 + 0,068, dan sediaan II sebesar 7,30 + 0,005. Dari uji statistik didapatkan bahwa hanya ada perbedaan bermakna antara sediaan II dengan kontrol dan sediaan I, sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem niosom dapat mempengaruhi pH sediaan. Pada penentuan parameter penetrasi digunakan sel difusi yang dilengkapi dengan membran Millipore µg/mL tipe HA dengan ukuran diameter 0,45 µm yang chimp-rep-Iasi dengan isopropil miristat. Sebagai media disolusi digunakan larutan dapar fosfat salin pH 7,4 + 0,05. Penetapan kadar natrium diklofenak yang berpenetrasi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV–Vis pads panjang gelombang maksimum natrium diklofenak yaitu 276 nm. Dari hasil uji penetrasi didapatkan harga rerata fluks untuk masing-masing sediaan adalah kontrol sebesar 0,5613 ± 0,049, sediaan I sebesar 1,3799 ± 0,034, dan sediaan II sebesar 1,4610 ± 0,070. Dan dari uji statistik didapatkan bahwa adanya perbedaan bermakna hanya untuk kontrol dengan sediaan I dan II. Sedangkan harga rerata permeabilitas untuk masing-masing sediaan adalah kontrol sebesar 5,23.10"5 ± 3,14.10, sediaan I sebesar 1,29.104 ± 7,50.10-6, dan sediaan II sebesar 1,37.104 ± 1,25.10"5 Dari uji statistik didapatkan bahwa ada perbedaan bermakna hanya untuk kontrol dengan sediaan I dan II. Hal ini menunjukkan bahwa sistem niosom dapat meningkatkan penetrasi natrium diklofenak dalam basis gel HEC bila dibandingkan dengan kontrol, tetapi penetrasinya tidak berbeda dengan sediaan gel natrium dildofenak tanpa sistem niosom.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 185-10 Adh p (Fulltext tidak tersedia/Fulltext not available)
Uncontrolled Keywords: DICLOFENAC; CHOLESTEROL
Subjects: R Medicine
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM300-666 Drugs and their actions
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Aglifah Adharisma, FFUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorTutiek Purwanti, Dra., Apt., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 31 Mar 2011 12:00
Last Modified: 02 Aug 2016 08:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9903
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item