Makna Kucing Bagi Pecinta Hewan Di Surabaya

P. Divya Fitrotulaziiz Zakiyah (2020) Makna Kucing Bagi Pecinta Hewan Di Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN AWAL)
1. HALAMAN AWAL.pdf

Download (709kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2. Abstrak.pdf

Download (149kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3. Daftar Isi.pdf

Download (124kB)
[img] Text (BAB I)
4. BAB 1 Pendahuluan.pdf

Download (265kB)
[img] Text (BAB II)
5. BAB 2 Gambaran Umum Setting Penelitian.pdf
Restricted to Registered users only until 28 September 2023.

Download (227kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6. BAB 3 Temuan Data .pdf
Restricted to Registered users only until 28 September 2023.

Download (316kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7. BAB 4 Interpretasi Data Dengan Teori.pdf
Restricted to Registered users only until 28 September 2023.

Download (179kB) | Request a copy
[img] Text (BAB V)
8. BAB 5 Kesimpulan dan Saran.pdf
Restricted to Registered users only until 28 September 2023.

Download (121kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. Daftar Pustaka.pdf

Download (123kB)
[img] Text (EMBARGO)
Permohonan Embargo.pdf
Restricted to Registered users only

Download (51kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Di Indonesia jumlah pemilik hewan terutama kucing sangat banyak pada saat ini. Banyak orang memilih kucing sebagai peliharaan di rumah. Kucing dipilih karena tingkah lakunya yang lucu, cantik, menggemaskan, dan bersahabat. Kucing yang dipelihara juga bermacam-macam, mulai dari kucing domestik, kucing ras pedigree hingga kucing ras non pedigree. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna kucing bagi pecinta hewan di Surabaya. Lokasi penelitian yang dilakukan di Kota Surabaya dengan subjek penelitian pecinta hewan yang memiliki hewan kucing sebagai peliharaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui Indepth Interview atau wawancara mendalam kepada 6 pecinta hewan yang ada di Kota Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah Teori Konstruksi Sosial milik Peter L. Berger dan Teori Interaksionisme Simbolik milik Herbert Blumer. Analisis data yang dilakukan menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menghasilkan bahwa kucing memiliki makna yang berbeda-beda bagi pecinta hewan dalam memaknai kucing. Makna yang pertama ialah dari segi sosial, dimana pecinta hewan memaknai kucing merupakan sebagian dari keluarganya. Makna yang kedua ialah dari segi ekonomi, dimana pecinta hewan memaknai kucing bisa sebagai sumber pengahasilan. Makna kucing yang terakhir ialah dari segi psikologi, dimana pecinta hewan memaknai kucing sebagai obat dari penghilang rasa stres dan kucing memberi kenyamanan tersendiri. Perbedaan usia pecinta hewan juga dapat membedakan dalam memaknai kucing. Pecinta hewan yang berusia 40 tahun keatas(post) memaknai kucing sebagai segi sosial dan psikis, dalam arti memelihara kucing karena sudah menganggap kucing sebagai bagian dari keluarga. Berbeda dengan pecinta hewan yang berumur 20-30tahun yang memaknai kucing dari segi ekonomi, kucing selain sebagai hewan peliharaan juga dianggap dapat memberi penghasilan atau profit untuk usaha.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS S.47/20 Zak m
Uncontrolled Keywords: Pecinta Hewan, Kucing, Pemaknaan, Interaksi Sosial
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture > SF411-459 Pets > SF441-450 Cats
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM
P. Divya Fitrotulaziiz ZakiyahNIM071611433002
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ContributorSudarso, '-NIDN0014056804
Depositing User: Guruh Haris Raputra
Date Deposited: 28 Sep 2020 03:00
Last Modified: 28 Sep 2020 03:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/99450
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item