PENGARUH KADAR PVP K-30 TERHADAP PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DARI TABLET LEPAS LAMBAT DENGAN MATRIK ETILSELULOSE

NOVITARINI, NISIDA, NIM. 050212573 (2007) PENGARUH KADAR PVP K-30 TERHADAP PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DARI TABLET LEPAS LAMBAT DENGAN MATRIK ETILSELULOSE. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
gdlhub-gdl-s1-2007-novitarini-4445-ff3207-k.pdf

Download (373kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-novitarini-4445-ff3207-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh kadar PVP K-30 terhadap pelepasan Natrium diklofenak dari tablet lepas lambat dengan matrik etilselulose. FI merupakan kontrol tanpa penambahan PVP K-30, sedangkan FII, FIII dan FIV dengan penambahan PVP K-30 berturut-turut sebanyak 1%, 2% dan 3%. Pembuatan tablet dilakukan dengan metode granulasi basah dengan etanol sebagai larutan pembentuk granul Dari hasil pemeriksaan mutu granul yang meliputi kadar lengas granul dan keseragaman kadar Natrium diklofenak dalam granul menunjukkan bahwa semakin besar jumlah PVP K-30 yang ditambahkan maka kadar lengas semakin tinggi. Dari evaluasi keseragaman kandungan Natrium diklofenak dalam granul diperoleh bahwa granul yang dibuat homogen. Hal ini dapat dilihat harga simpangan baku relatif yang kecil yaitu kurang dari 6%. Granul yang dibuat dicetak menjadi tablet kemudian diuji kekerasan, kerapuhan, dan keseragaman kadar Natrium diklofenak dalam tablet. Dan hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar PVP K-30 maka kekerasannya semakin meningkat dan kerapuhannya semakin menurun. Hasil uji keseragaman kadar dalam tablet menunjukkan keempat formula yang dibuat berada dalam rentang 90-110%. Dari keempat formula tersebut didapatkan harga simpangan baku relatif kurang dari 6% (Depkes RI, 1995). Hal tersebut menunjukkan bahwa Natrium diklofenak telah terdistribusi merata dalam tablet. Dari uji pelepasan diketahui bahwa pelepasan Natrium diklofenak FII > FIII> FIV> FI. Sedangkan hasil analisis kesesuaian pelepasan Natrium diklofenak dengan persyaratan Welling pada kriteria 1/4D menunjukkan bahwa FI,FIII, dan FIV mempunyai kecenderungan untuk digunakan dengan durasi 10, 12, dan 16 jam. FII mempunyai kecenderungan untuk digunakan dengan durasi 8, 10, 12, dan 16 jam. Pelepasan Natrium diklofenak untuk semua formula selama 4 jam mengikuti kinetika order satu. Dari uji analisis statistik dengan metode anava pada derajat kepercayaan 0,95 (a = 0,05) diketahui bahwa Efisiensi Disolusi menunjukkan ada perbedaan bermakna antara Fl dan FII, Fl dan Fill, FI dan FIV, FII dan FIII,dan FII dan FIV. Sedangkan hasil statistik pelepasan Natrium diklofenak tiap waktu sampling menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada menit ke-60 dan menit ke-90 antara FI dan FII. Pada menit ke- 120, 150, dan 180 menunjukkan adanya perbedaan antara FI dan FII, FI dan FIII, dan FI dan FIV. Pada menit ke-240 terdapat perbedaan bermakna antara FI dan FII, FI dan FIII, FI dan FIV, FII dan FIII, dan FII dan FIV.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 32/07 Nov p
Uncontrolled Keywords: PHARMACOLOGY; TABLETS
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
NOVITARINI, NISIDA, NIM. 050212573UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSugiyartono, Drs., Apt., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 30 Apr 2007 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 22:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9960
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item