AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK METANOL DAN FRAKSI HASIL PEMISAHAN EKSTRAK METANOL KULIT BATANG ARTOCARPUS SPRENG. TERHADAP PLASMODIUM FALCIPARUM IN VITRO

KHARISMAWATI,RISTIN, NIM. 050110015 E (2006) AKTIVITAS ANTIMALARIA EKSTRAK METANOL DAN FRAKSI HASIL PEMISAHAN EKSTRAK METANOL KULIT BATANG ARTOCARPUS SPRENG. TERHADAP PLASMODIUM FALCIPARUM IN VITRO. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
ABSTRAK FF. 113_07 Kha a.pdf

Download (352kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-kharismawa-4487-ff11307-min.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Malaria merupakan salah satu penyakit infeksi yang sangat mematikan yang tersebar di seluruh dunia utamanya di negara-negara tropis dan subtropis. Adanya resistensi dari Plasmodium falciparum terhadap obat antimalaria dan juga adanya resistensi dari vektor nyamuk Anopheles terhadap pestisida menyebabkan meningkatnya pencarian senyawa baru sebagai obat malaria baik dari alam maupun hasil sintesis oleh para peneliti. Cempedak (Artocarpus champeden Spreng.) telah digunakan secara tradisional sebagai obat antimalaria. Dari penelitian terdahulu/Hakim menunjukkan bahwa cempedak mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid yang mempuyai aktivitas sebagai antimalaria. Pada penelitian ini dilakukan uji aktivitas antimalaria terhadap ekstrak metanol dan fraksi hasil pemisahan ekstrak metanol. Untuk memperoleh ekstrak metanol, serbuk kering kulit batang cempedak di maserasi dengan metanol sehingga didapatkan ekstrak metanol. Ekstrak metanol ini kemudian di fraksinasi dengan pelarut kloroform:metanol:air dengan gradien 5% sehingga didapatkan 12 fraksi yaitu fraksi (F 1 M) sampai (F 12M). Dari ekstrak metanol dan fraksi metanol dilakukan uji pendahuluan dengan satu macam dosis yaitu 100 µg/ml menggunakan Plasmodium falciparum strain G2300 pada inkubasi selama 48 jam. Hal ini ditujukan untuk mencari fraksi metanol yang paling aktif sebagai antimalaria. Dari hasil uji pendahuluan didapatkan bahwa fraksi (F5M) metanol mempunyai persen hambatan yang paling besar yaitu 84,18%. Berdasarkan hal tersebut diatas maka dilakukan uji aktivitas antimalaria ekstrak metanol dan fraksi (F5M) metanol dengan lima dosis yaitu 100, 10, 1, 0.1 dan 0.01 µg/ml menggunakan Plasmodium falciparum strain G2300 pada waktu inkubasi 48 dan 72 jam. Setelah di inkubasi, dibuat hapusan darah tipis dengan di cat menggunakan pewarna Giemsa dan diamati jumlah eritrosit yang terinfeksi parasit malaria dan dibandingkan kontrol negatif. Pengamatan dibantu dengan mikroskop dengan pembesaran 1000 kali. Perhitungan aktivitas antimalaria digunakan analisis probit dan kemudian di dapatkan harga IC50. Hasil penelian ini menunjukkan bahwa ekstrak metanol mempunyai hambatan pertumbuhan parasit dengan nilai IC50 sebesar 17,85 1.tg/m1 pada inkubasi 48 jam dan 11,48 µg/ml pada inkubasi 72 jam sedangkan fraksi (F5M) metanol mempunyai hambatan pertumbuhan parasit dengan IC50 sebesar 4,276 .ig/ml pada inkubasi 48 jam dan 1,575 µg/ml pads inkubasi 72 jam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 113/07 Kha a
Uncontrolled Keywords: ANTIMALARIALS; PLASMODIUM FALCIPARUM
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
R Medicine > RV Botanic, Thomsonian, and eclectic medicine
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmakognosi Fitokimia
Creators:
CreatorsEmail
KHARISMAWATI,RISTIN, NIM. 050110015 EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWiwied Ekasari, Dra., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 02 May 2007 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 23:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9970
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item