PRODUKSI ANTIBIOTIK DARI Streptomyces sp-1 AMOBIL PADA VARIASI KONSENTRASI MATRIKS K-KARAGENAN

MUSTAIN, NIM. 05011085 E (2007) PRODUKSI ANTIBIOTIK DARI Streptomyces sp-1 AMOBIL PADA VARIASI KONSENTRASI MATRIKS K-KARAGENAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK FF. 111_07 Mus p.pdf

Download (485kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-mustain-4494-ff11107.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Adanya peningkatan penggunaan antibiotik untuk pengobatan infeksi, maka timbul masalah resistensi bakteri terhadap antibiotik. Untuk itu banyak dilakukan usaha untuk menemukan antibiotik Baru yang mempunyai produksi lebih baik dari disisi lain mempunyai efek samping minimun. Dalam penelitian ini, digunakan metode amobilisasi sel karena berdasarkan penelitian terdahulu dapat diketahui bahwa terdapat beberapa keuntungan menggunakan amobilisasi dalam memproduksi antibiotik. Diantaranya dapat digunakan kembali sehingga memungkinkan untuk membuat proses yang berlanjut untuk memelihara populasi sel yang banyak agar tercapai kecepatan reaksi yang tertinggi (Smith, 1990). Selain itu, metode amobilisasi sel juga mempunyai keuntungan lain yakni dapat meningkatkan densitas sel dibandingkan dengan sel bebas sehingga dapat meningkatkan produksinya (Norton dan Vuillemard, 1994). Sedangkan sebagai matrik digunakan k-karagenan dengan variasi konsentrasi 2%, 3%, 4% dan 5%. Digunakan K-karagenan karena efek dari gel K-karagenan lebih stabil dari gel yang mengandung alginat (Cardin et al., 1992). Diharapkan dengan metode amobilisasi sel, dapat terjadi peningkatan aktivitas antibiotik yang dihasilkan Streptomyces sp-1 dan dengan adanya variasi konsentrasi K-karagenan 2%,3%, 4% dan 5% dapat diketahui konsentrasi maksimum dari K-karagenan dalam memproduksi antibiotika sehingga dalam penelitian ini digunakan penerapan teknologi amobilisasi sel untuk mengetahui dan membandingkan produksi antibiotik dari Streptomyces sp- 1 dengan konsentrasi K-karagenan yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan pembiakan Streptomyces sp-1 dalam media ISP-4 padat, kemudian dilakukan perbanyakan sel dengan memindahkan koloni Streptomyces sp-1 dari media ISP-4 padat kemedia ISP-4 cair. Selanjutnya dilakukan amobilisasi sel dengan mensuspensikan sel kedalam larutan K-karagenan dengan konsentrasi 2%, 3%, 4% dan 5%, lalu suspensi tersebut diteteskan ke dalam larutan KC1 dingin sehingga terbentuk manik-manik. Kemudian manik-manik tersebut difermentasikan kedalam media ISP-4 cair dan diinkubasi selama 4 hari. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan ulang sel amobil, dilakukan penggantian media ISP-4 cair yang dilakukan tiap 4 hari. Uji daya hambat antibiotik dilakukan untuk mengetahui aktivitas daya hambat antibiotik hasil fermentasi Streptomyces sp-1 amobil dalam matrik K-karagenan dengan konsentrasi 2%, 3%, 4% dan 5% terhadap mikroba uji gram positif yang dalam penelitian ini diwakili oieh Staphylococcus aureus ATCC 29293. Berdasarkan profil kurva diameter zena hambatan hasil uji daya hambat antibiotik terhadap pertumbuhan mikroba uji Staphylococcus aureus ATCC 29293, dapat diketahui bahwa pada sel amobil dengan konsentrasi N-karagenan 2% menghasilkan antibiotik dengan aktivitas tertinggi daripada sel amobil dengan konsentrasi 3%, 4% dan 5%. Pada penggunaan ulang, produksi antibiotik yang dihasilkan oleh Streptomyces sp-1 amobil aktivitasnya masih mengalami peningkatan yang cukup signifikan sampai pengulangan ketiga. Hal ini berlaku untuk semua konsentrasi K-karagenan 2%, 3%, 4% dan 5%, kemudian setelah itu mengalami penurunan secara perlahan. Pada uji statistik dengan SPSS yaitu pair t test didapatkan p < 0,01 hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan produksi antibiotik basil fermentasi Streptomyces .sp-1 amobil dalam matrik ic-karagenan dengan variasi konsentrasi 2%, 3%, 4% dan 5%, masing-masing pada lima kali penggunaan ulang. Dan produksi antibiotik hasil fermentasi Streptomyces sp-1 dengan metode amobilisasi sel dalam matrik ic-karagenan diperoleh hasil yang maksimurn pada konsentrasi 2%. Sedangkan pada uji statistik dengan SPSS yaitu : anova dua arah (two way) diperoleh hasil yang maksimum pada hari ke-10 dan ke-12 (penggunaan ulang ke-3), pada hari ke-14 dan ke-16 (penggunaan ulang ke-4) serta pada hari ke-18 (penggunaan ulang ke-4). Oleh karena itu, pada penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan produksi antibiotik menggunakan metode amobilisasi sel dengan matrik K-karagenan pada konsentrasi 2%. Serta perlunya dilakukan pemurnian antibiotik yang dihasilkan oleh Streptomyces sp-1 mobil dalam matrik K-karagenan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 111/07 Mus p
Uncontrolled Keywords: ANTIBIOTICS; STREPTOMYCES
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology > RM300-666 Drugs and their actions
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Kimia Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
MUSTAIN, NIM. 05011085 EUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorA. Toto Poernomo, Drs. Apt., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 02 May 2007 12:00
Last Modified: 28 Jul 2016 07:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9972
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item