PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKSIPROPIL SELULOSA 8 CPS (HPC-L) TERHADAP PELEPASAN TABLET LEPAS LAMBAT NATRIUM DIKLOFENAK DENGAN MATRIKS ETIL SELULOSA

HAPSARI, INDRI, NIM. 050212555 (2007) PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKSIPROPIL SELULOSA 8 CPS (HPC-L) TERHADAP PELEPASAN TABLET LEPAS LAMBAT NATRIUM DIKLOFENAK DENGAN MATRIKS ETIL SELULOSA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRACT)
ABSTRAK FF. 110_07 Hap p.pdf

Download (282kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2007-hapsariind-4498-ff1100-a.compressed.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan Hidroksipropil selulosa 8 cps ( HPC-L ) dengan kadar 20 %, 25 % dan 30 % terhadap pelepasan Natrium Diklofenak yang meliputi parameter Efisiensi Disolusi dan order pelepasan dari tablet lepas lambat dengan matriks Etil selulosa yang dibuat dengan metode granulasi basah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam formulasi sediaan tablet lepas lambat dengan menggunakan matriks kombinasi Etil selulosa dan Hidroksipropil selulosa 8 cps ( HPC-L ) yang dibuat dengan metode granulasi basah Uji pelepasan dilakukan dalam media dapat fosfat pH 6,8 pada suhu 37 ± 0,5°C selama 4 jam. Dan hasil uji disolusi diketahui harga Efisiensi Disolusi ( ED240 ) untuk formula I ( kontrol ), formula II ( HPC-L 20 % ), formula III ( HPC-L 25 % ) dan formula IV ( HPC-L 30 % ) berturut-turut adalah 23,41 ± 0,22; 25,06 ± 0,09; 30,42 ± 0,15 dan 17,10 ± 0,30. Hasil uji statistik Efisiensi Disolusi (ED240) antar formula menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada ED240 antar formula yang disebabkan adanya penambahan HPC-L. Penambahan HPC-L sebesar 20 % dan 25 % dapat meningkatkan jumlah Natrium Diklofenak yang dilepaskan dari tablet lepas lambat, tapi penambahan HPC-L sebesar 30 % justru menurunkan pelepasan Natrium Diklofenak. Dari uji HSD dapat dilihat adanya perbedaan ED240 secara bermakna pada derajat kepercayaan (a) = 0,05 antara formula I dan II, I dan III, I dan IV, II dan III, II dan IV, serta formula III dan IV. Berdasarkan persyaratan umum dari sediaan lepas lambat ( Welling, 1988 ) diketahui bahwa kecenderungan durasi penggunaan tablet lepas lambat yang dihasilkan adalah selama 10 jam dan 12 jam karena pelepasan Natrium Diklofenak dari tablet yang dihasilkan memenuhi persyaratan untuk 0,25 D. Pelepasan Natrium Diklofenak dari tablet formula III dan IV mengikuti kinetika pelepasan order nol dengan nilai r2 berturut-turut adalah 0,9971 dan 0,9986. Dan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penambahan HPC-L sebesar 25 % dan 30 % menyebabkan pelepasan Natrium Diklofenak dari tablet lepas lambat dengan matriks Etil selulosa mengikuti kinetika pelepasan order nol, dan penambahan HPC-L sebesar 20 % dan 25 % dapat meningkatkan Efisiensi Disolusi ( ED240 ) tablet lepas lambat Natrium Diklofenak dengan matriks Etil selulosa. Untuk dapat melihat lebih jelas profil pelepasan Natrium Diklofenak dari tablet lepas lambat yang dihasilkan, diperlukan waktu pengujian pelepasan yang lebih lama dari 4 jam. Perlu dilakukan pula pengujian pelepasan Natrium Diklofenak dan tablet lepas lambat dengan matriks kombinasi Etil selulosa dan penambahan HPC-L sebesar 25 % secara in vivo.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 110/07 Hap p
Uncontrolled Keywords: SOLUBILITY
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi > Farmastika
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
HAPSARI, INDRI, NIM. 050212555UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSugiyartono, Drs., MS.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 02 May 2007 12:00
Last Modified: 06 Jul 2017 23:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9973
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item