Pengukuran Optical Nerve Sheath Diameter (ONSD) Untuk Monitoring Tekanan Intrakranial (TIK) Di Unit Perawatan Intensif (UPI)

Muhammad HusniThamrin (2019) Pengukuran Optical Nerve Sheath Diameter (ONSD) Untuk Monitoring Tekanan Intrakranial (TIK) Di Unit Perawatan Intensif (UPI). Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
1. HALAMAN DEPAN .pdf

Download (792kB)
[img] Text
2. ABSTRAK .pdf

Download (106kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (71kB)
[img] Text
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (153kB)
[img] Text
5. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only until 6 October 2023.

Download (586kB) | Request a copy
[img] Text
6. BAB III KERANGKA KONSEPTUAL.pdf
Restricted to Registered users only until 6 October 2023.

Download (70kB) | Request a copy
[img] Text
7. BAB IV MATERI DAN METODE.pdf
Restricted to Registered users only until 6 October 2023.

Download (127kB) | Request a copy
[img] Text
8. BAB V ANALISIS HASIL.pdf
Restricted to Registered users only until 6 October 2023.

Download (586kB) | Request a copy
[img] Text
9. BAB VI PEMBAHASAN.pdf
Restricted to Registered users only until 2023.

Download (51kB) | Request a copy
[img] Text
10. BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN.pdf
Restricted to Registered users only until 6 October 2023.

Download (44kB) | Request a copy
[img] Text
11. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (201kB)
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Peningkatan tekanan intrakranial (TIK) adalah kegawatan pada sistem neurologis yang dapat menyebabkan kematian, akobat keganasan di otak, cedera kepala tertutup, gangguan aliran liquor cerebro spinal (LCS), sumbatan pada sinus venosus utama dan idiopatik. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa monitoring TIK dapat meningkatkan kualitas dan kelangsungan hidup pasien-pasien yang mengalami peningkatan TIK. Metode pengukuran TIK non invasif seperti pengukuran optical nerve sheath diameter (ONSD) jarang dilakukan di Indonesia meskipun memiliki nilai manfaat yang besar bagi penatalaksanaan pasien di ICU. Kami laporkan 4 kasus ICU di RSUD Dr Moewardi, Solo, Jawa Tengah: laki-laki, 54 tahun dengan cedera kepala berat (CKB), ICH regio temporal dan edema cerebri, mendapatkan terapi konservatif; wanita 52 tahun, dengan CKB, SDH regio frontotempororo parietal, ICH regio temporo parietal dekstra dan edema cerebri; wanita 44 tahun mengalami cedera kepala akibat kecelakaan lalulintas dengan EDH regio parieto temporal dextra, closed fracture clavicula dextra dan dilakukan craniotomy evakuasi EDH; laki-laki 45 tahun dengan stroke hemoragik,dekstra, patah tulang tertutup, klavikula kanan dan dilakukan evakuasi EDH pasca operasi ICH. Pada keempat pasien diatas kami lakukan pengukuran ONSD pada kedua bola mata dengan hasil yang berbeda-beda. ONSD > 5 mm kami anggap pasien mengalami peningkatan TIK, TIK > 20 mmHg, dan terapi di ICU disesuaikan dengan hasil ini untuk menurunkan TIK nya. Ini adalah laporan pertama di unit perawatan intensif kami berkenaan dengan metode pengukuran TIK non invasif. Diperlukan penelitian prospektif mengenai akurasi hasil antara pemeriksa, dan kegunaannya pada fase awal pasien trauma kepala (di ruang resusitasi) atau pasien yang beresiko mengalami peningkatan TIK.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKA KK PPDS AT 11/20 Tha a
Uncontrolled Keywords: cedera otak, monitoring TIK, optical nerve sheath diameter (ONSD)
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA645.5-645.9 Emergency medical services
Divisions: 01. Fakultas Kedokteran > Anestesiologi dan Reanimasi
Creators:
CreatorsNIM
Muhammad HusniThamrinNIM011619019301
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
ContributorEddy Rahardjo., -NIDN0031054803
Depositing User: mrs siti muzaroh
Date Deposited: 06 Oct 2020 13:49
Last Modified: 06 Oct 2020 13:49
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/99781
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item