ANALISIS TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS EMPAT FDC (FIXED DOSECOMBINATIOM (Studi Pada Pasien Tuberkulosis Rawat Jalan di Poli Paru RSUD Kabupaten Nganjuk)

Apriani, Ranti Martha, NIM. 050212580 (2008) ANALISIS TERHADAP FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS EMPAT FDC (FIXED DOSECOMBINATIOM (Studi Pada Pasien Tuberkulosis Rawat Jalan di Poli Paru RSUD Kabupaten Nganjuk). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK FF 190_07 Apr a.pdf

Download (458kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2008-aprianiran-5735-ff19007-min.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan suatu penyakit kronis yang diperkirakan telah menginfeksi sepertiga penduduk dunia dan merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Diperkirakan 95% penderita TB berada di negara berkembang yang 75% diantaranya adalah kelompok usia produktif yaitu pada kelompok usia 15-50 tahun. Penyakit ini menular dari satu individu ke individu lain melalui terhirupnya droplet nuclei (percikan dahak) dari individu yang telah terinfeksi dengan perantara udara. Hal yang menjadi pusat pemberantasan penyakit TB adalah rentannya kuman TB resisten dengan obat anti TB. Ini akan menyebabkan penyakit TB semakin sulit disembuhkan. Sementara pengobatan TB merupakan pengobatan yang terdiri dari 2 fase, yaitu fase intensif (selama 2 bulan) dan fase lanjutan (4 sampai 6 bulan). Dimana dalam jangka waktu pengobatan ini pengontrolan dan pengawasan penggunaan obat jangka panjang mutlak dibutuhkan. Dan dari sisi pasien diharapkan suatu perilaku kepatuhan dalam penggunaan obatnya untuk menjamin efektifitas pengobatan. Sehingga dalam penelitian ini dilakukan analisis pengaruh faktor terkait pasien, yaitu faktor pengetahuan pasien, sikap pasien, dan persepsi pasien, terhadap perilaku kepatuhan penggunaan obat anti TB (OAT) empat FDC (Fixed Dose Combinations). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah faktor pengetahuan pasien, sikap pasien, dan persepsi pasien, berpengaruh terhadap perilaku kepatuhan penggunaan obat anti TB empat FDC. Selain itu juga bertujuan untuk melihat distribusi frekuensi kepatuhan penggunaan obat anti TB empat FDC pada pasien TB di tempat penelitian. Empat FDC (Fixed Dose Combinations) merupakan obat anti TB kombinasi dari empat (4) obat anti TB lini pertama (first line drugs) dalam satu formulasi tablet yang masing-masing tablet terdiri dari rifampisin 150 mg, isoniasid 75 mg, pirasinamid 400mg, dan etambutol 275 mg. Obat anti TB empat FDC merupakan regimen yang paling direkomendasikan sebagai salah satu kombinasi obat anti TB di dalam program pemberantasan penyakit TB di Indonesia. Dan juga regimen obat anti TB yang digunakan di tempat penelitian paling banyak merupakan obat anti TB empat FDC. Penelitian ini dilakukan di Poli Paru RSUD Kabupaten Nganjuk. Dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian yang terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Populasi dari penelitian ini adalah pasien TB rawat jalan pada poli paru per-September sampai Oktober 2006 di Rumah Sakit Umum Daerah kota Nganjuk yang menggunakan obat anti TB empat FDC dan telah memenuhi kriterian penelitian, yaitu pasien yang sedang menggunakan obat anti TB empat FDC minimal satu (1) bulan sejak dimulainya penelitian dan pasien tersebut merupakan pasien dengan riwayat pengobatan kasus baru. Dan populasi tersebut akan diambil sejumlah tertentu responden sebagai sampel dengan metode random sampling. Dari populasi 67 pasien, diperoleh sampel 40 pasien untuk dilakukan analisis pengaruh variabel pengetahuan, sikap, dan persepsinya terhadap kepatuhan penggunaan obat anti TB empat FDC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan dan persepsi pasien berpengaruh terhadap variabel kepatuhan penggunaan obat anti TB empat FDC (nilai signifikansi < 0,05). Sedangkan faktor sikap pasien tidak memberikan pengaruh terhadap kepatuhan penggunaan obat anti TB empat FDC (nilai signifikansi > 0,05). Dan hasil penelitian pada distribusi frekuensi responden untuk variabel kepatuhan penggunaan obat anti TB empat FDC menunjukkan bahwa 85% responden termasuk dalam kategori kepatuhan penggunaan obat anti TB sangat tinggi dan 15% responden termasuk dalam ketegori kepatuhan penggunaan obat anti TB tinggi. Sedangkan untuk kategori kepatuhan penggunaan obat anti TB empat FDC sedang, rendah, dan sangat rendah adalah 0% responden.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF 190/07 Apr a
Uncontrolled Keywords: TUBERCULOSIS � CHEMOTHERAPY; ANTITUBECULAR AGENTS
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC306-320.5 Tuberculosis
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS1-441 Pharmacy and materia medica
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Apriani, Ranti Martha, NIM. 050212580UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorFASICH, Prof. Dr., H., AptUNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 07 Jan 2008 12:00
Last Modified: 09 Jul 2017 18:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9986
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item