STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN UROLITIASIS DI SMF BEDAH UROLOGI RSU DR. SAIFUL ANWAR MALANG

Chriswandi, Cecilia, NIM. 050312698 (2009) STUDI PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA PADA PASIEN UROLITIASIS DI SMF BEDAH UROLOGI RSU DR. SAIFUL ANWAR MALANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK FF. 48_08 Chr s.pdf

Download (262kB) | Preview
[img]
Preview
Text (fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2009-chriswandi-8548-ff4808-s-min.compressed.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Urolitiasis adalah proses pembentukan batu di dalam ginjal, kandung kemih, dan/atau uretra (saluran kemih). Meskipun jarang berakibat fatal, urolitiasis menyebabkan morbiditas yang cukup tinggi, membutuhkan biaya pengobatan yang cukup besar, dan penurunan produktivitas kerja. Urolitiasis termasuk dalam tiga besar penyakit di bidang urologi. Pada umumnya untuk menangani kasus urolitiasis memerlukan terapi kombinasi antara terapi farmakologis (analgetika, antibiotika, dan lain-lain) dan tindakan pembedahan. Antibiotika pada kasus urolitiasis diperlukan untuk eradikasi mikroorganisme penyebab batu atau mengatasi infeksi yang diakibatkan oleh batu, karena infeksi pada kasus batu saluran kemih. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis jenis antibiotika yang diberikan, rute pemberian, dosis, lama penggunaan, dan problema terkait obat atau drug related problem (DRP) yang mungkin terjadi pada pasien urolitiasis di RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian non eksperimental, bersifat analisis deskriptif, dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif (9 November 2006 sampai 5 Februari 2007) dan prospektif (1 Maret 2007 sampai 18 Mei 2007). Populasi penelitian adalah pasien dengan diagnosis akhir urolitiasis dengan atau tanpa komorbid, yang dirawat di IRNA II RSU Dr. Saiful Anwar Malang. Pada penelitian ini, pasien yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotika yang digunakan pada pasien urolitiasis (N = 32 pasien) adalah sefalosporin generasi ketiga (71,9%), sefalosporin generasi kedua (46,9%), sefalosporin generasi keempat (37,5%), florokuinolon (25,0%), fosfomisin (21,9%), penisilin (12,5%), dan metronidazol (6,2%). Pemilihan antibiotika berdasarkan pada hasil kultur urin dan uji kepekaan antibiotika, data laboratorium (leukosit dan LED), dan data klinik (suhu tubuh). Pemilihan antibiotika 21,9% sesuai dengan hasil kultur urin dan uji kepekaan antibiotika sedangkan sisanya diberikan secara empiris. Efektivitas antibiotika dapat dilihat dengan monitoring suhu tubuh, nilai leukosit dan LED, serta terjadinya ILO.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FF. 48/08 Chr s
Uncontrolled Keywords: ANTIBIOTICS; DRUG UTILIZATION; URINARY ORGANS � CALCULI
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine > RC870-923 Diseases of the genitourinary system. Urology
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica > RS200-201 Pharmaceutical dosage forms
Divisions: 05. Fakultas Farmasi
Creators:
CreatorsEmail
Chriswandi, Cecilia, NIM. 050312698UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYulistiani, Dra., Apt., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Sulistiorini
Date Deposited: 23 Jan 2009 12:00
Last Modified: 12 Jul 2017 22:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/9996
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item