Penyebab Ketidakpatuhan Kongo Terhadap Konvensi Internasional Perlindungan Anak Di Pertambangan Kobalt

Nadaa Nabila (2020) Penyebab Ketidakpatuhan Kongo Terhadap Konvensi Internasional Perlindungan Anak Di Pertambangan Kobalt. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
1.HALAMAN JUDUL.pdf

Download (1MB)
[img] Text (ABSTRAK)
2.ABSTRAK.pdf

Download (529kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3.DAFTAR ISI.pdf

Download (475kB)
[img] Text (BAB I)
4.BAB I.pdf

Download (878kB)
[img] Text (BAB II)
5.BAB II.pdf
Restricted to Registered users only until 15 January 2024.

Download (777kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6.BAB III.pdf
Restricted to Registered users only until 15 January 2024.

Download (862kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7.BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only until 15 January 2024.

Download (465kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8.DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (495kB)
[img] Text (PERNYATAAN PUBLIKASI - Nabila Nadaa)
10-EMABRGO - Nabila Nadaa.pdf
Restricted to Registered users only

Download (276kB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Skripsi ini berusaha untuk menelaah penyebab ketidakpatuhan Kongo terhadap Konvensi Internasional khususnya child labour pada ILO 182. Penelitian ini didasari pada fakta yang menunjukkan bahwa adanya faktor-faktor iksternal seperti korupsi oleh pejabat pemerintahan bahkan presiden yang mampu mengganggu stabilitas dalam aspek bernegara baik pada bidang ekonomi, sosial dan politik. Selain itu adanya konflik perebutan sumber daya alam terutama sumber daya mineral oleh para pemberontak juga memperkeruh keadaan Kongo. Imbas dari segala praktik ketidakpatuhan tersebut berupa kemiskinan hingga adanya eksploitasi tenaga kerja anak. Meski adanya implementasi kebijakan pemerintahan dalam mengatasi eksploitasi pekerja anak, namun dalam praktiknya masih banyak pekerja anak bahkan mereka mengalami kekerasan dalam menjalankan pekerjaan tersebut. Anak-anak ini bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tidak jarang mereka bekerja karena dorongan orang tua yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Kongo juga dianggap sebagai failed state sebab kebergantungan Kongo terhadap bantuan luar negeri hingga pemerintahan yang tidak memihak kepentingan rakyatnya. Dengan menggunakan studi pustaka dan analisis data, kesimpulan yang diperolah dalam penelitian eksplanatif ini mendukung hipotesis bahwa ketidakpatuhan Kongo terhadap konvensi internasional disebabkan ada kesenjangan termasuk pemerintah yang otoriter hingga kurangnya koordinasi dari upaya pemerintah untuk memerangi pekerja anak. Sementara terdapat praktik korupsi yang dilakukan oleh petinggi negara termasuk Presiden. Yang kedua, adanya pekerja anak disebabkan oleh unsur dorongan dari keadaan ekonomi serta dorongan dari orang tua yang tidak mampu membiayain kehidupan anaknya. Terakhir, adanya konflik perebutan sumber daya alam yang juga memperparah adanya pelanggaran kovensi internasional.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.HI.55-20 Nab p
Uncontrolled Keywords: Ketidakpatuhan, Kongo, Kobalt, Eksploitasi Anak, Korupsi, Failed state
Subjects: A General Works > AS Academies and learned societies (General) > AS2.5-4 International associations, congresses, conferences, etc.
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsNIM
Nadaa NabilaNIM071611233093
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorIrfa PuspitasariNIDN0025038503
Depositing User: hardiansah pramana abdilah
Date Deposited: 14 Dec 2020 06:34
Last Modified: 28 May 2021 06:26
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/100717
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item