NENY SETYORENI
(2008)
EVALUASI PELAKSANAAN GUGUS KENDALI MUTU SEBAGAI UPAYA MEMINIMALISASI TERJADINYA PRODUK CACAT PADA PT. WARAHMA BIKI MAKMUR (MPS TUBAN) MPS PT. HM SAMPOERNA Tbk.
Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Abstract
Penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan GKM sebagai upaya meminimalisasi terjadinya produk cacat pada MPS Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian deskriptif karena sesuai dengan konteks penelitian yang dilakukan, yaitu penelitian difokuskan untuk meneliti pelaksanakan Gugus Kendali Mutu dalam meminimalasasi terjadinya produk cacat.
Hasil penelitian menggambarkan bahwa pelaksanaan GKM pada MPS Tuban telah mencapai sasaran yaitu menurunkan terjadinya produk cacat, khususnya rokok dengan defect kurang lem. Hal ini dapat dilihat dari terjadinya penurunan jumlah rokok dengan defect kurang lem yaitu sebelum perbaikan pada minggu ke-9 sampai dengan minggu ke-24 tahun 2004, pada proses giling gunting dari sampel yang diambil untuk diuji terdapat rokok dengan defect kurang lem sebanyak 5.782 batang dengan prosentase sebesar 10,57%. Kemudian sesudah dilakukan perbaikan pada minggu ke-39 sampai dengan minggu ke-48 dari sampel yang diambil untuk diuji diperoleh hasil bahwa jumlah rokok dengan defect kurang lem turun menjadi 418 batang dengan prosentase 1,56%.
Melalui pelaksanaan GKM metode, material, alat dan manusia dianalisis kontribusinya dalam hal peningkatan kualitas serta kelemahannya dan untuk selanjutnya dicari penyelesaiannya. Untuk mencapai zero defect, faktor-faktor tersebut haruslah sempurna sehingga proses produksi dapat berjalan dengan baik tanpa ada kesalahan. Salah satu faktor yang sering melakukan kesalahan adalah manusia, karena itu melalui pelaksanaan GKM, karyawan dilibatkan dan diminta memberi masukan sesuai dengan pengalaman kerja di bidangnya masing-masing, agar mereka mengerti pentingnya peningkatan kualitas yang berkesinambungan dan bersama-sama melakukan upaya yang terpadu untuk mencapai hasil produksi yang mendekati zero defect. Secanggih apapun metode, material, alat dan bahan yang dimiliki perusahaan tidak akan dapat berhasil tanpa SDM yang baik
Actions (login required)
|
View Item |