Decky Restyawan (2014) Gambaran Learning Agility (Agilitas Belajar) Pada Pemilik Studio Rekaman. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (912kB) |
|
Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf Download (594kB) |
|
Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf Download (598kB) |
|
Text (BAB I)
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf Download (768kB) |
|
Text (BAB II)
5. BAB II PERSPEKTIF TEORITIS.pdf Restricted to Registered users only Download (705kB) | Request a copy |
|
Text (BAB III)
6. BAB III METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only Download (683kB) | Request a copy |
|
Text (BAB IV)
7. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only Download (870kB) | Request a copy |
|
Text (BAB V)
8. BAB V SIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only Download (595kB) | Request a copy |
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (806kB) |
Abstract
Berkembangnya metode home recording dengan segala keunggulannya dibanding studio rekaman, yaitu; murah, mudah dioperasikan dan diakses tentunya akan mengancam keberadaan studio rekaman. Keadaan tersebut akan menuntut pemilik studio rekaman untuk lebih cekatan dalam mempelajari masalah yang ada (learning agility). Penelitian mengenai learning agility (agilitas belajar) telah beberapa kali dilakukan sebelumnya, khususnya pada organisasi formal. Akan tetapi belum ada penelitian yang dilakukan pada organisasi pada konteks industri non-formal seperti misalnya industri kreatif, khususnya pada sektor musik. Oleh karena itu penelitian ini berupaya melihat bagaimana gambaran learning agility (agilitas belajar) pemilik usaha pada industri kreatif, khususnya industri rekaman (studio rekaman) sebagai upaya mereka mempertahankan lapangan pekerjaan yang mereka ciptakan sendiri. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan definisi dan dimensi teori learning agility (agilitas belajar) yang mengacu pada Lombardo & Eichinger (2000), yaitu: keinginan dan kemampuan untuk belajar kompetensi baru agar dapat bekerja dalam kondisi baru, sulit, atau berbeda. Adapun dimensi yang digunakan adalah people agility, result agility, mental agility, dan change agility. Penelitian dilakukan pada 2 pemilik studio rekaman di Surabaya. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukan kedua partisipan para pemilik studio rekaman tidak merasa takut dengan berkembangnya teknologi alternatif rekaman home studio recording. Keduanya membangun studio rekaman berdasarkan pengalaman yang berbeda, sehingga keduanya membentuk organisasi yang berbeda.
Item Type: | Thesis (Skripsi) | ||||||
---|---|---|---|---|---|---|---|
Uncontrolled Keywords: | Learning Agility (Agilitas Belajar), Studio Rekaman | ||||||
Subjects: | L Education > LB Theory and practice of education > LB5-3640 Theory and practice of education > LB1050.9-1091 Educational psychology | ||||||
Divisions: | 11. Fakultas Psikologi | ||||||
Creators: |
|
||||||
Contributors: |
|
||||||
Depositing User: | Novita | ||||||
Date Deposited: | 04 May 2021 13:02 | ||||||
Last Modified: | 04 May 2021 13:02 | ||||||
URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/106700 | ||||||
Sosial Share: | |||||||
Actions (login required)
View Item |