Salsabila (2021) Pengaruh Pemberian Astaxanthin Terhadap Perbaikan Gambaran Histopatologi Tubulus Proksimal Ginjal Tikus Putih (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Dengan Deksametason. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (308kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf Download (126kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf Download (196kB) |
|
|
Text (PENDAHULUAN)
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (132kB) |
|
|
Text (TINJAUAN PUSTAKA)
5. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only until 11 June 2024. Download (587kB) | Request a copy |
|
|
Text (METODE PENELITIAN)
6. BAB 3 METODE PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only until 11 June 2024. Download (167kB) | Request a copy |
|
|
Text (HASIL PENELITIAN)
7. BAB 4 HASIL PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only until 11 June 2024. Download (583kB) | Request a copy |
|
|
Text (PEMBAHASAN)
8. BAB 5 PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 11 June 2024. Download (58kB) | Request a copy |
|
|
Text (KESIMPULAN DAN SARAN)
9. BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only until 11 June 2024. Download (47kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (207kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
11. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only until 11 June 2024. Download (566kB) | Request a copy |
|
|
Text (EMBARGO)
12. EMBARGO.pdf Restricted to Registered users only Download (159kB) | Request a copy |
|
|
Text (PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI)
13. PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Registered users only Download (150kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini berjudul Pengaruh Pemberian Astaxanthin terhadap Perbaikan Gambaran Histopatologi Tubulus Proksimal Ginjal Tikus Putih (Rattus norvegicus) yang Diinduksi dengan Deksametason, dibawah bimbingan Dr. Iwan Sahrial Hamid, drh., M.Si. dan Faisal Fikri, drh., M.Vet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbaikan gambaran histopatologi tubulus proksimal ginjal tikus putih setelah diberikan induksi dengan Deksametason dan mengetahui dosis terbaik Astaxanthin diantara tiga dosis yang diberikan. Tikus putih yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 25 ekor berdasarkan rumus Federer. Tikus putih dibagi ke dalam 5 kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok kontrol negatif (K-), kelompok kontrol positif (K+), kelompok P1, kelompok P2, dan kelompok P3, yang masing-masing kelompok perlakuan terdiri dari 5 ekor tikus putih. Sebelum diberikan perlakuan, tikus putih diberikan masa adaptasi selama 7 hari, selanjutnya pada hari ke-8 tikus putih mulai diberikan perlakuan dengan pembagian sebagai berikut : kelompok K(-) merupakan kelompok yang tidak diberikan perlakuan Deksametason dan Astaxanthin, kelompok K(+) yaitu kelompok yang diberikan Deksametason dengan dosis 0,75 mg/ekor, serta kelompok P1 adalah kelompok dengan pemberian Deksametason dengan dosis 0,75 mg/ekor dan Astaxanthin dengan dosis 2 mg/ekor, kelompok P2 diberikan Deksametason dengan dosis 0,75 mg/ekor dan Astaxanthin dengan dosis 6 mg/ekor , dan kelompok P3 diberikan Deksametason dengan dosis 0,75 mg/ekor dan Astaxanthin dengan dosis 12 mg/ekor. Perlakuan diberikan selama 10 hari. Hari ke-11 tikus putih di euthanasia kemudian organ ginjal diambil untuk dijadikan preparat dengan pewarnaan Hematoxilin-Eosin. Pemeriksaan gambaran histopatologi dilakukan menggunakan mikroskop trinokuler (Nikon Eclipse E200) dengan menghitung jumlah tubulus proksimal yang mengalamai kerusakan pada lima lapang pandang. Hasil penelitian dianalisis data menggunakan uji One Way ANOVA mendapatkan hasil yang signifikan yaitu p=0.000 atau p<0,05. Selanjutnya dilakukan uji lanjutan untuk melihat adanya perbedaan antara kelompok perlakuan dengan menggunakan uji Post Hoc Duncan sehingga di peroleh Kelompok K (-) tidak berbeda nyata atau tidak signifikan terhadap kelompok P3, namun berbeda nyata atau signifikan terhadap kelompok K (+), P1, dan P2. Kelompok K (+) tidak berbeda nyata atau tidak signifikan terhadap kelompok P1, namun berbeda nyata atau signifikan terhadap kelompok P2. Kelompok P2 didapatkan berbeda nyata atau mengalami perubahan yang signifikan terhadap kelompok lainnya yaitu, K (-), K (+), P1, dan P3. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pemberian Astaxanthin memiliki pengaruh terhadap perbaikan gambaran histopatologi tubulus proksimal ginjal tikus putih yang diinduksi dengan Deksametason. Dosis Astaxanthin terbaik diantara tiga dosis yang diberikan yaitu 12 mg/ekor.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK KH. 36 / 21 Sal p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Astaxanthin, Dexamethasone, proximal tubule | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF811-909 Veterinary medicine of special organs, regions, and systems S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF915-919.5 Veterinary pharmacology |
|||||||||
| Divisions: | 17. Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam > Kedokteran Hewan | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 11 Jun 2021 02:55 | |||||||||
| Last Modified: | 11 Jun 2021 02:55 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/107731 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


