Novita Wanda Karwanti (2021) Potensi Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pediococcus Pentosaceus Secara In Vitro. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (184kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf Download (46kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf Download (43kB) |
|
|
Text (PENDAHULUAN)
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (50kB) |
|
|
Text (TINJAUAN PUSTAKA)
5. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA.pdf Restricted to Registered users only until 24 June 2024. Download (108kB) | Request a copy |
|
|
Text (MATERI DAN METODE)
6. BAB 3 MATERI DAN METODE.pdf Restricted to Registered users only until 24 June 2024. Download (107kB) | Request a copy |
|
|
Text (HASIL PENELITIAN)
7. BAB 4 HASIL PENELITIAN.pdf Restricted to Registered users only until 24 June 2024. Download (198kB) | Request a copy |
|
|
Text (PEMBAHASAN)
8. BAB 5 PEMBAHASAN.pdf Restricted to Registered users only until 24 June 2024. Download (38kB) | Request a copy |
|
|
Text (KESIMPULAN DAN SARAN)
9. BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN.pdf Restricted to Registered users only until 24 June 2024. Download (26kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (110kB) |
|
|
Text (LAMPIRAN)
11. LAMPIRAN.pdf Restricted to Registered users only until 24 June 2024. Download (439kB) | Request a copy |
|
|
Text (PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI)
12. PERNYATAANN KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf Restricted to Registered users only Download (57kB) | Request a copy |
Abstract
Pakan merupakan bahan yang diberikan kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi ternak. Pemberian Antibiotik Growth Promoter (AGP) pada pakan sering dilakukan oleh peternak di Indonesia untuk meningkatkan produksi, memacu pertumbuhan dan sebagai antibakteri (Isroli dkk., 2017). Larangan penggunaan AGP oleh pemerintah, memicu para peternak untuk mencari alternatif pengganti AGP. Alternatif pengganti antibiotik dalam bahan pakan dapat digunakan probiotik yang dikombinasikan dengan prebiotik (Haryati, 2011). Menurut Trisna (2012) bakteri yang dapat dijadikan sebagai probiotik adalah bakteri asam laktat. Pediococcus pentosaceus merupakan salah satu bakteri asam laktat. Selama pertumbuhannya bakteri Pediococcus pentosaceus menghasilkan asam laktat dan pediosin. Pertumbuhan bakteri Pediococcus pentosaceus memerlukan nutrisi berupa sumber karbon, nitrogen dan mineral. Pertumbuhan bakteri Pediococcus pentosaceus dapat ditingkatkan dengan penambahan prebiotik, yaitu bahan yang tidak dapat dicerna, namun dapat digunakan oleh bakteri probiotik untuk meningkatkan sistem pencernaan inangnya (Ringo et al., 2010). Prebiotik umumnya berasal dari bahan-bahan kaya karbohidrat yang mengandung monosakarida, oligosakarida, dan polisakarida yang mampu memberikan asupan makanan bagi pertumbuhan bakteri (Sumerah dkk., 2020). Tanaman yang mengandung karbohidrat salah satunya adalah daun kelor (Moringa oleifera Lam.). Karbohidrat daun kelor sekitar 38.2 g dalam 100 g tepung daun kelor (Gopalakrishnan et al., 2016). Karbohidrat daun kelor mengandung monosakarida antara lain mannose, arabinosa, xilosa dan oligosakarida antara lain rafiinosa, stakiosa (Caicedo-Lopez et al., 2019). Kandungan oligosakarida tersebut dapat digunakan sebagai nutrisi untuk pertumbuhan bakteri. Bakteri Pediococcus pentosaceus termasuk dalam bakteri amilolitik yang dapat menghasilkan enzim amilase dan mampu menghidrolisis karbohidrat menjadi glukosa. Glukosa merupakan sumber karbon yang digunakan bakteri sebagai energi selama pertumbuhan dan bahan pembuatan asam laktat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji potensi ekstrak daun kelor terhadap pertumbuhan bakteri probiotik Pediococcus pentosaceus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2020. Penelitian ini menggunakan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dan bakteri Pediococcus pentosaceus kemudian dibagi 4 kelompok yang terdiri dari perlakuan kontrol (P0), perlakuan P1 ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dosis 0,1%, perlakuan P2 ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dosis 0,2%, perlakuan P3 ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dosis 0,3%. Pada akhir perlakuan, masing-masing dihitung koloninya dengan metode Total Plate Count. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilanjutkan uji Duncan. Berdasarkan hasil uji ANOVA menunjukkan hasil yang signifikan (p< 0,05). Hasil uji lanjutan Duncan pada pertumbuhan bakteri Pediococcus pentosaceus terdapat perbedaan nyata pada perlakuan P0 dengan P1, P2, dan P3. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun kelor dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri Pediococcus pentosaceus
| Item Type: | Thesis (Skripsi) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Additional Information: | KKC KK KH. 47 / 21 Kar p | |||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Moringa Oleifera Leaf Extract , Prebiotic, Pediococcus Pentosaceus | |||||||||
| Subjects: | S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF780.2-780.7 Veterinary microbiology, bacteriology, virology, mycology S Agriculture > SF Animal culture > SF600-1100 Veterinary medicine > SF811-909 Veterinary medicine of special organs, regions, and systems |
|||||||||
| Divisions: | 17. Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam > Kedokteran Hewan | |||||||||
| Creators: |
|
|||||||||
| Contributors: |
|
|||||||||
| Depositing User: | Dewi Puspita | |||||||||
| Date Deposited: | 25 Jun 2021 09:19 | |||||||||
| Last Modified: | 25 Jun 2021 09:19 | |||||||||
| URI: | http://repository.unair.ac.id/id/eprint/108184 | |||||||||
| Sosial Share: | ||||||||||
Actions (login required)
![]() |
View Item |


