Aspek Hukum Pidana Terhadap Pelaku Persetubuhan Mayat di Indonesia

M. Farakhan Maghriby Abdullah (2021) Aspek Hukum Pidana Terhadap Pelaku Persetubuhan Mayat di Indonesia. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf

Download (970kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf

Download (611kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (645kB)
[img] Text (BAB I)
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (1MB)
[img] Text (BAB II)
5. BAB II Konsep Persetubuhuan Terhadap Mayat di Indonesia.pdf
Restricted to Registered users only until 2 July 2024.

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6. BAB III Klasifikasi dan Akibat Hukum Tindakan Persetubuhan Terhadap MayatMenurut Hukum yang Berlaku di Indonesia.pdf
Restricted to Registered users only until 2 July 2024.

Download (970kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7. BAB IV PENUTUP.pdf
Restricted to Registered users only until 2 July 2024.

Download (744kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA)
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (886kB)
[img] Text (KESEDIAAN PUBLIKASI)
9. KESEDIAAN PUBLIKASI .pdf
Restricted to Registered users only

Download (118kB) | Request a copy
Official URL: http://www.lib.unair.ac.id

Abstract

Didunia yang mulai modern ini, sudah banyak hal-hal yang tidak terduga terjadi dikalangan masyarakat. Banyak erjadi fenomena-fenomena diluar nalar manusia yang mungkin tidak banyak yang tau dengan fenomena yang tidak terduga. Pandangan tindak pidana terhadap pemerkosaan awalnya hanya terbatas dilakukan oleh sesama manusia saja. Namun seiring berkembangnya jaman dan teknologi, tindak pemerkosaan dapat dilakukan kepada seseorang yang sudah tidak bernyawa (mayat). Namun demikian, hukum pidana di Indonesia pun masih belum mengatur mengenai hal tersebut. Hal ini tentu saja dapat menjadi isu yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dan menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konsep. Hasil dari penelitin ini ialah perbuatan menyetubuhi mayat bukan tindak pidana pemerkosaan sebagaimana diatur dalam KUHP, namun keluarga korban persetubuhan terhadap mayat dapat melakukan upaya hukum

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FH.95-21 Abd a
Uncontrolled Keywords: Pelaku Tindak Pidana, Pemerkosaan, Persetubuhan, Mayat
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ12-449 Sexual life > HQ71-72 Sexual deviations
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K970 Compensation to victims of crime. Reparation
Divisions: 03. Fakultas Hukum
Creators:
CreatorsNIM
M. Farakhan Maghriby AbdullahNIM: 031611133225
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorBambang SuheryadiNIDN0028096801
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 02 Jul 2021 04:32
Last Modified: 02 Jul 2021 04:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/108383
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item