Eko Surya Prasetyo (2021) Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Terhadap Korban Lubang Bekas Tambang. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.
|
Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf Download (353kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf Download (109kB) |
|
|
Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf Download (88kB) |
|
|
Text (BAB 1)
4. BAB 1 PENDAHULUAN.pdf Download (340kB) |
|
|
Text (BAB 2)
5. BAB 2 PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI ATAS MENINGGALNYA KORBAN AKIBAT LUBANG BEKAS TAMBANG.pdf Restricted to Registered users only until 23 August 2024. Download (328kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 3)
6. BAB 3 PEMIDANAAN TINDAKAN KORPORASI YANG MENYEBABKAN LUBANG BEKAS TAMBANG DAN MENINGGALNYA KORBAN.pdf Restricted to Registered users only until 23 August 2024. Download (377kB) | Request a copy |
|
|
Text (BAB 4)
7. BAB 4 PENUTUP.pdf Restricted to Registered users only until 23 August 2024. Download (84kB) | Request a copy |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
8. DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (122kB) |
|
|
Text (PERMOHONAN EMBARGO)
9. PERMOHONAN EMBARGO.pdf Restricted to Registered users only Download (333kB) | Request a copy |
Abstract
Peran korporasi, khususnya dalam pembangunan ekonomi, tidak dapat lagi diragukan, baik bagi negara maupun masyarakat. Namun, di sisi lain, korporasi dapat mengakibatkan dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat, misalnya, korporasi di bidang pertambangan. Aktivitas pertambangan yang dilakukan korporasi membawa perubahan bentang alam hingga meninggalkan bekas lubang tambang. Lubang bekas tambang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi telah ditemukan banyak korban meninggal akibat lubang bekas tambang yang dibiarkan terbuka, tanpa dilakukan reklamasi. Penelitian ini menganalisis dua isu hukum, yakni, pertama, kekosongan pertanggungjawaban pidana korporasi terhadap tindakan korporasi yang menyebabkan meninggalnya korban akibat lubang bekas tambang, dan kedua, kebijakan kriminal terhadap tindakan korporasi yang menyebabkan meninggalnya korban akibat lubang bekas tambang. Isu hukum tersebut akan dijawab menggunakan metode penelitian yuridis dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa, pertama, dalam peraturan perundang-undangan saat ini, korporasi tidak dapat dibebani pertanggungjawaban pidana atas meninggalnya korban akibat lubang bekas tambang. Kedua, tindakan korporasi yang menyebabkan lubang bekas tambang dan meninggalnya korban seharusnya dapat dipidana. Bentuk pemidanaan tersebut berupa pidana penjara dan/atau denda, serta dapat pula dijatuhkan pidana tambahan restitusi untuk korban tindak pidana tersebut.
Actions (login required)
![]() |
View Item |


