Kedudukan Hukum Dan Keabsahan Kepemilikan Hak Atas Tanah Warga Negara Asing Yang Berasal Dari Pewarisan

Muhammad Setya Ady Syarifuddin (2021) Kedudukan Hukum Dan Keabsahan Kepemilikan Hak Atas Tanah Warga Negara Asing Yang Berasal Dari Pewarisan. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf

Download (376kB)
[img] Text (ABSTRAK)
2. ABSTRAK.pdf

Download (254kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (261kB)
[img] Text (BAB I)
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (193kB)
[img] Text (BAB II)
5. BAB II KEDUDUKAN HUKUM AHLI WARIS WARGA NEGARA ASING .pdf
Restricted to Registered users only until 23 August 2024.

Download (538kB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6. BAB III KEABSAHAN PENGUASAAN HAK ATAS TANAH.pdf
Restricted to Registered users only until 23 August 2024.

Download (198kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7. BAB IV PENUTUP.pdf
Restricted to Registered users only until 23 August 2024.

Download (131kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR BACAAN)
8. DAFTAR BACAAN.pdf

Download (244kB)
[img] Text (PERMOHONAN EMBARGO)
9. PERMOHONAN EMBARGO.pdf
Restricted to Registered users only

Download (228kB) | Request a copy
[img] Text (PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI)
10. PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (225kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Permasalahan pertanahan merupakan suatu permasalahan yang cukup komplek dan membutuhkan waktu yang panjang dalam menyelesaikannya. Oleh karena itu, dapat dijelaskan bahwa permasalahan pertanahan merupakan suatu permasalahan yang cukup rumit dan sensitif sekali, karena menyangkut berbagai aspek kehidupan bersifat sosial, ekonomi, politis, psikologis dan lain sebagainya, akan tetapi juga harus memperhatikan berbagai aspek kehidupan lainnya agar penyelesaian persoalan tersebut tidak berkembang menjadi suatu keresahan yang dapat mengganggu stabilitas masyarakat. Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan permasalahan di bidang pertanahan di Indonesia, salah satunya adalah pewarisan dan mengenai pengaturan hak atas tanah waris di Indonesia yaitu berlakunya tiga hukum waris yaitu hukum waris adat, hukum waris islam dan hukum waris perdata. Permasalah penelitian bermula pada saat terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan sepasang suami istri beragama islam dan keturunan bumi putera meninggal dunia. sepasang suami istri tersebut meninggalkan 4 (empat) orang anak dan 4 bidang tanah. Setelah masing-masing ahli waris mendapatkan bagian masing-masing tanah dan sudah dibalik nama menjadi nama masing-masing ahli waris dengan status tanah Hak Milik kemudian salah satu ahli waris menikah dengan seseorang yang bekerja dan menjadi warga negara Qatar, sampai pada akhirnya salah satu ahli waris tersebut berganti menjadi kewarganegaraan Qatar (warga negara asing). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Kedudukan hukum ahli waris warga negara asing dalam pewarisan obyek waris berupa hak atas tanah yang diperoleh dari pewarisan berkewarganegaraan Indonesia; dan 2) Keabsahan penguasaan Hak Atas Tanah yang dilakukan oleh warga negara asing atas obyek yang berasal dari Pewarisan berkewarganegaraan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan studi kasus (case study). Hasil penelitian ini yaitu bahwa bukan hanya warga negara Indonesia yang kemudian beralih menjadi warga negara asing saja yang dapat menjadi ahli waris, tetapi yang telah menjadi warga negara asing pun juga dapat menjadi ahli waris yang dibuktikan dengan adanya garis keturunan atau memiliki hubungan darah, kemudian bagi masyarakat yang mengalami permasalahan serupa yaitu memperoleh harta berupa tanah yang berasal dari pewarisan sedangkan yang menguasai harta tersebut sudah menjadi warga negara asing maka sebaiknya dilakukan peralihan terhadap obyek tersebut melalui jual beli, tukar menukar, hibah, atau lelang dalam jangka waktu maksimal 1 (satu) tahun karena jika lebih dari jangka waktu tersebut maka status tanah akan beralih secara hukum menjadi tanah negara. Jika tanah tersebut telah beralih menjadi tanah negara maka si pemilik dianggap telah melepaskan haknya tetapi si pemilik masih diberi kesempatan oleh undang-undang untuk dapat mengajukan permohonan Hak Pakai atas tanah dengan jangka waktu sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK.81-21 Sya k
Uncontrolled Keywords: Hukum Waris, Keabsahan Kepemilikan Hak Atas Tanah, Warga Negara Asing
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD101-1395.5 Land use Land tenure
K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K(520)-5582 Comparative law. International uniform law > K1000-1395 Commercial law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM
Muhammad Setya Ady SyarifuddinNIM031814253033
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorAgus Sekarmadji, -NIDN0010086803
Thesis advisorOemar Moechthar, -NIDN0024098903
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 23 Aug 2021 13:37
Last Modified: 23 Aug 2021 13:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/109668
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item