Akibat Hukum Pembatalan Perjanjian Perkawinan Yang Dibuat Setelah Perkawinan Terhadap Harta Perkawinan Pada Perkawinan Campuran

Corina Ealen Meilan Danu (2021) Akibat Hukum Pembatalan Perjanjian Perkawinan Yang Dibuat Setelah Perkawinan Terhadap Harta Perkawinan Pada Perkawinan Campuran. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (HALAMAN JUDUL)
1. HALAMAN JUDUL.pdf

Download (722kB)
[img] Text (ABSTRACT)
2. ABSTRACT.pdf

Download (666kB)
[img] Text (DAFTAR ISI)
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (771kB)
[img] Text (BAB I)
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (714kB)
[img] Text (BAB II)
5. BAB II PEMBATALAN PERJANJIAN PERKAWINAN.pdf
Restricted to Registered users only until 23 August 2024.

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB III)
6. BAB III RATIO DECIDENDI PUTUSAN HAKIM.pdf
Restricted to Registered users only until 23 August 2024.

Download (978kB) | Request a copy
[img] Text (BAB IV)
7. BAB IV PENUTUP.pdf
Restricted to Registered users only until 23 August 2024.

Download (656kB) | Request a copy
[img] Text (DAFTAR BACAAN)
8. DAFTAR BACAAN.pdf

Download (875kB)
[img] Text (PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI)
9. PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (125kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perjanjian perkawinan memungkinkan terjadi pembatalan terutama terhadap perkawinan campuran yang mana pada pembahasan ini dibatasi pada perjanjian yang dibuat setelah perkawinan, diakibatkan karena unsur sepakat yang disertai cacat kehendak yang berpengaruh terhadap pembagian harta perkawinan saat terjadi perceraian. Permasalahan yang akan diteliti yaitu: pembatalan perjanjian perkawinan yang dibuat setelah perkawinan terhadap harta perkawinan pada perkawinan campuran karena adanya cacat kehendak dan Ratio Decidendi putusan Hakim tentang kasus pembatalan perjanjian perkawinan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis akibat hukum dari putusan pembatalan perjanjian perkawinan pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 69/PUU-XIII/2015. Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach), pendektan konseptual (conceptual approach) dan pendekatan kasus (case approach). Kesepakatan untuk mengadakan perjanjian perkawinan pada Pasal 29 ayat (1) UU Perkawinan harus dimaknai sebagai kesepakatan yang sempurna, dan tidak mengandung cacat kehendak. Tidak terpenuhinya syarat subjektif yaitu adanya kesepakatan, maka perjajian tersebut dapat dibatalkan bilamana ada pihak yang dirugikan, dimana pihak yang merasa dirugikan terhadap perjanjian itu dapat dimohonkan pembatalan (vernietigbaar) kepada hakim. Akibat adanya pembatalan perjanjian perkawinan maka dengan sendirinya segala harta benda yang diperoleh selama perkawinan tetap menjadi harta bersama dimana suami dan istri memiliki bagian yang sama atas harta bersama mereka.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TMK.88-21 Dan a
Uncontrolled Keywords: perjanjian perkawinan; perkawinan campuran; harta perkawinan
Subjects: K Law > K Law (General) > K1-7720 Law in general. Comparative and uniform law. Jurisprudence > K7000-7720 Private international law. Conflict of laws > K7120-7197 Persons > K7155-7197 Domestic relations. Family law
Divisions: 03. Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Creators:
CreatorsNIM
Corina Ealen Meilan DanuNIM031824253050
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorEllyne Dwi Poespasari, -NIDN0004037101
Thesis advisorSoelistyowati, -NIDN0013117302
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 23 Aug 2021 15:27
Last Modified: 23 Aug 2021 15:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/109683
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item