Penalaran Remaja Laki-Laki Ketika Memutuskan Kawin Dini

Yuwaditya Dewi Bimantari (2021) Penalaran Remaja Laki-Laki Ketika Memutuskan Kawin Dini. Thesis thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf

Download (588kB)
[img] Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (492kB)
[img] Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (532kB)
[img] Text
4. BAB I PENDAHULUAN.pdf

Download (576kB)
[img] Text
5. BAB II TINJAUAN PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only until 2 September 2024.

Download (619kB) | Request a copy
[img] Text
6. BAB III METODE PENELITIAN.pdf
Restricted to Registered users only until 2 September 2024.

Download (529kB) | Request a copy
[img] Text
7. BAB IV HASIL PENELITIAN.pdf
Restricted to Registered users only until 2 September 2024.

Download (713kB) | Request a copy
[img] Text
8. BAB V PENUTUP.pdf
Restricted to Registered users only until 2 September 2024.

Download (486kB) | Request a copy
[img] Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (584kB)
[img] Text
10. LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only until 2 September 2024.

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text
11. PERNYATAAN KESEDIAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (87kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Latar Belakang Pembatasan umur 18 tahun untuk melangsungkan perkawinan sesuai dengan batas usia perlindungan anak yang ditetapkan dalam Konvensi Hak-Hak Anak Internasional (Convention on the Rights of the Child) pada tahun 1989 (Justice for Iran, 2013). Maraknya perkawinan dini yang terjadi di Indonesia banyak kasus yang terjadi pada remaja umur sekolah yakni remaja laki-laki berumur dibawah sembilan belas (19) tahun sedangkan remaja perempuan berumur dibawah enam belas (16) tahun (Djamilah & Kartikawati, 2014). Rahmawati, Clarissa, & Dewi, (2019) dalam penelitiannya menyimpulan bahwa provinsi dengan karakteristik prevalensi perkawinan dini yang tinggi cenderung memiliki karakteristik Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah dan sebaliknya, berdasarkan penjelasan tersebut perkawinan muda menurunkan (IPM) di Indonesia Peran laki-laki dalam rumah tangga adalah sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah (Putri, 2015). Remaja laki-laki dibawah umur delapan belas (18) tahun melangsungkan perkawinan dini tidak dapat menjalankan perannya sebagai kepala rumah tangga yang bertugas bekerja mencari nafkah. Homzah dan Sulaeman (2007) menjelaskan bahwa persepsi remaja laki-laki tidak ingin kawin dini disebabkan mempunyai masalah tanggung jawab materi dan mental, perlu adanya persiapan yang matang. Homzah dan Sulaeman (2007) menyatakan bahwa kawin muda merupakan akibat lemahnya inisiatif penalaran dan pengetahuan generasi muda terhadap makna dan fungsi keluarga. Metode Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Jenis studi penelitian adalah studi kasus instrumental. Responden dalam penelitian ini laki-laki kawin dini (<19 tahun), umur perkawinan kurang dari tiga (3) tahun. Lokasi penelitian di Jawa Timur. Teknik penggalian data dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan berupa hasil penelitian, pendapat, teori, hasil penelitian, media tulisan yang dilanjutkan dengan wawancara kepada responden dan hasil wawancara kedalam bentuk laporan tertulis. Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif ini adalah menggunakan analisis tematik. Hasil Penalaran remaja laki-laki ketika memutuskan kawin dini terbentuk berawal dari proses pikir logis yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal remaja laki-laki, hingga terbentuk argumen dan terwujud melalui rencana tindak lanjut. Pengaruh eksternal remaja laki-laki lebih besar dibandingkan dengan pengaruh internal ketika memutuskan kawin dini. Pengaruh eksternal yang mempengaruhi remaja laki-laki memutuskan kawin dini terbentuk dari kepercayaan yang diberikan oleh pasangan, orang tua remaja laki-laki, keluarga orang tua remaja laki-laki, orang tua pasangan, nilai budaya, nilai agama dan lingkungan sekitar. Argumen diperoleh hasil adanya faktor eksternal yang mempengaruhi internal. Argumen yang semakin menguatkan remaja laki-laki kawin dini berawal dari rasa tidak enak hati kepada orang sekitar karena sudah lama menjalin kedekatan dengan pasangan ditambah dengan rasa nyaman responden terhadap pasangan. Pernyataan lainnya berupa rasa percaya remaja laki-laki dari pengalaman nyata keluarga yang melakukan kawin dini bahwa dengan kawin dini tidak perlu tidak bisa makan karena menikah mendatangkan rejeki tersendiri. Pernyataan lainnya berupa rasa percaya dari pengalaman nyata keluarga yang melakukan kawin dini bahwa dengan menikah dapat mendatangkan kebaikan, rasa tenang dan tentram. Perwujudan atau hasil akhir dari proses pikir logis remaja laki-laki dalam penelitian ini adalah kawin dini. Penalaran remaja laki-laki ketika memutuskan kawin dini ditinjau dari rencana tindak lanjut diperoleh hasil melalui proses yang dilakukan remaja laki-laki menuju perkawinan setelah yakin dengan pasangannya dilalui dengan meminta pendapat orang tua dan keluarga orang tua terkait perkawinan dini yang akan dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan bantuan baik berupa tenaga, waktu dan dana dari keluarga besar orang tua kepada mulai proses lamaran hingga proses perkawinan berlangsung. Akhir atau perwujudan dari pikir logis remaja laki-laki adalah rencana tindak lanjut untuk menuju prosesi perkawinan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Additional Information: KKB KK-2 TPsi.39-21 Bim p
Uncontrolled Keywords: Remaja Laki-laki, Kawin Dini, Penalaran
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home > HQ793-799.2 Youth. Adolescents. Teenagers
Divisions: 11. Fakultas Psikologi > S2 Psikologi
Creators:
CreatorsNIM
Yuwaditya Dewi BimantariNIM111714253020
Contributors:
ContributionNameNIDN / NIDK
Thesis advisorRahkman Ardi, -NIDN0019058201
Thesis advisorNurul Hartini, -NIDN0021047107
Depositing User: Fahimatun Nafisa Nafisa
Date Deposited: 02 Sep 2021 06:50
Last Modified: 02 Sep 2021 06:50
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/109980
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item